Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Selasa , 5 Maret 2024
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga » Rakerwil Badan Pengawas – Dewan Syariah Lazismu se-Jatim Siap Optimalkan Peran dan Fungsinya guna Penguatan Penghimpunan & Penyaluran ZISKA

Rakerwil Badan Pengawas – Dewan Syariah Lazismu se-Jatim Siap Optimalkan Peran dan Fungsinya guna Penguatan Penghimpunan & Penyaluran ZISKA

Memperhatikan rekomendasi Rakernas 2022 di Jakarta dan Rakerwil Lazismu se-Jatim di Madiun maka pada hari Sabtu tanggal 26 Februari 2022 di Hall Mas Mansyur Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Lazismu Jatim mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2022 untuk Dewan Syariah (Dewas) dan Badan Pengawas (Bawas) Lazismu Jawa Timur.

Pada perhelatan Rakerwil tahun ini, Badan Pengawas dan Dewan Syariah Lazismu wilayah Jawa Timur mengusung tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi Badan Pengawas dan Dewan Syariah guna Pengelolaan ZIS di Lazismu se-Jawa Timur. Rakerwil Bawas dan Dewas Lazismu se-Jatim ini diikuti 60 orang Badan Pengawas dan Dewan Syariah Lazismu baik di tingkat Wilayah dan Daerah (Kota/Kabupaten) serta Badan Pengurus Wilayah.

Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin dalam sambutannya mengatakan bahwa Lazismu yang mengusung spirit al-Maun hingga saat ini hanya mampu menghimpun dana zakat, infak, shadaqah dan dana keagamaan lainnya (ZISKA) sekitar Rp 200 milyar setahun. Sementara Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) lain yang tercatat di Baznas sudah bisa menghimpun ZISKA hampir Rp 1 Triliun.

“Saya mengajak semua yang bergiat di Lazismu se-Jatim, baik itu Badan Pengawas, Dewan Syariah, Bada Pengurus dan sleuruh Amil profesional agar fokus dengan target penghimpunan dana Ziska dan konsolidasi keuangan sebesar Rp 1 triliun. Target ini sebenarnya telah dicanangkan pada Rakerwil Lazismu Jatim di Madiun bulan lalu.” ajak Zainul Muslimin menyemangati para peserta Rakerwil Bawas dan Dewas.

“Target Rp 1 Triliun ini realistis, maka kita harus mencapainya. Agar target itu bisa tercapai, kita harus serius, fokus dan terus menerus bekerja keras dengan target yang telah kita susun,” kata Ketua Lazismu Jatim yang juga menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo ini.

Menurut Anwar Hariyono MSi, Badan Pengawas Lazismu Jatim, Rakerwil Bawas dan Dewas Lazismu se-Jatim ini akan diagendakan menjadi acara tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi kepengawasan dan pemahaman terhadap aspek syariah agar terjadi akselerasi gerakan filantropi di Muhammadiyah.

“Rakerwil Bawas dan Dewas Lazismu Jatim kali ini diselenggarakan guna memberikan pemahaman tentang peran dan fungsi Bawas dan Dewas, menyusun program dan rekomendasi kerja tahun 2022 serta mendorong rencana program pengawasan Lazismu Wilayah dan Daerah ke depan beserta anggarannya.” kata Anwar Hariyono MSi ketika memberikan sambutan pada acara Pembukaan Rakerwil Bawas dan Dewas.

Anwar Hariyono MSi berharap pengelolaan Lazismu menjadi lebih optimal, efektif dan efisien, sesuai dengan visi dan misi Lazismu, yakni: Menjadi Lembaga Amil Zakat terpercaya.

“Kita berharap dengan misi-misi yaitu Meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS yang amanah, profesional, dan transparan; Meningkatkan pendayagunaan ZIS yang kreatif, inovatif, dan produktif; dan Meningkatkan pelayanan donatur. Maka pengelolaan Lazismu menjadi lebih optimal, efektif dan efisien, sesuai dengan visi dan misi Lazismu, yakni: Menjadi Lembaga Amil Zakat terpercaya” tambahnya.

Sementara itu Dr Syamsuddin, MA., Dewan Syariah Lazismu Jatim, ketika menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa Badan Pengawas (Bawas) dan Dewan Syariah (Dewas) adalah dua unsur yang merupakan bagian integral dari Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah atau Lazismu.

“Badan Pengawas (Bawas) dan Dewan Syariah (Dewas) adalah dua unsur yang merupakan bagian integral dari Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah atau Lazismu. Keduanya mempunyai tugas khasnya masing-masing. Bawas memiliki fungsi mengawasi. Sedangkan, Dewas memiliki fungsi mengarahkan terkait aspek-aspek syariah dari Lazismu” kata Dr Syamsuddin, MA ketika memberikan sambutan.

“Dewas harus benar-benar memahami dan menghayati tentang fikih zakat sesuai dengan Pustusan yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hal itu terkait dengan dari mana Lazismu mendapatkan zakat infaq shadaqah dan kemana pendistribusian dana ZIS tersebut” tambahnya.

Rekomendasi dari Rakerwil Bawas dan Dewas Jatim ini diharapkan masing-masing person Bawas-Dewas Daerah memperkuat peran dan fungsinya sehingga dapat menjalankan tugas kepengawasan dan pendampingan syariah sesuai dengan panduan dan pedoman Lazismu. (Ad)

(Ad)

TOR Rakerwil Bawas dan Dewas Lazismu se-Jatim 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*