Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Sabtu , 26 November 2022
Breaking News
You are here: Home » Dakwah » Serah Terima Bantuan Program Kemaslahatan BPKH Melalui LAZISMU di Kabupaten Pasuruan

Serah Terima Bantuan Program Kemaslahatan BPKH Melalui LAZISMU di Kabupaten Pasuruan

LAZISMU Daerah Kabupaten Pasuruan punya gawe lagi. Kali ini hari Senin pagi, 6 Juni 2022 dilaksanakan kegiatan yang bertajuk Serah Terima Program Kemaslahatan BPKH-LAZISMU di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya Raci.

Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Badan Pengawas BPKH RI Dr. Muhammad Akhyar Adnan, MBA, CA, Ak., Perwakilan LAZISMU Pusat Muhammad Nurul Ihsan, S.T., Wakil Sekretaris LAZISMU Wilayah Jawa Timur Muhammad Masrukh, Bupati Kabupaten Pasuruan yang diwakili oleh Edy Supriyanto, MM, dan Kemenag Kabupaten Pasuruan yang diwakili oleh Bahrul Ulum, S. Ag. M. Si. Dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan yang hadir adalah Muhammad Aufin, M.M., bersama Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kab Pasuruan Ivani, S.Pd. Tampak pula para penerima manfaat dan undangan lainnya.

Acara dibuka dengan tarian Minang oleh siswi-siswi SD Muhammadiyah Kreatif, Bangil. Dilanjutkan dengan pembukaan yang diisi dengan sambutan-sambutan. Acara diakhiri dengan serah terima dari BPKH ke LAZISMU, dan dari LAZISMU kepada para penerima manfaat.

Dalam sambutannya Prof Dr Muhammad Akhyar Adnan, MBA, CA, Ak., menyatakan bahwa masyarakat tidak terpancing adanya informasi hoax tentang Dana Abadi Umat dan Dana Haji.

“Dana Abadi Umat tentu saja berbeda dengan Dana Haji. Masih banyak salah kaprah dalam memahami perbedaan kedua dana ini. Akibatnya, timbul banyak hoaks yang beredar di tengah masyarakat. Adanya berita rekaan dana haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur, membayar hutang dan berbagai macam berita bohong lainnya. Apalagi di tengah kondisi pandemi COVID-19.” ungkap Prof Akhyar Adnan dalam sambutanya.

“Dana Abadi Umat yang biasa disingkat DAU merupakan sejumlah dana yang diperoleh dari hasil pengembangan DAU, sisa biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji dan sumber lain yang halal serta tidak mengikat. Seluruhnya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. DAU yang digunakan untuk kemaslahatan umat mencakup enam asnaf, yakni : Ibadah Haji, Pendidikan dan Dakwah, Kesehatan, Sosial Keagamaan, Ekonomi Umat serta Sarana dan Prasarana Ibadah. Bantuan disalurkan secara langsung dan tidak langsung atau kerja sama dengan mitra kemasalahatan seperti LAZISMU ini. Pemberian manfaat ini dilaksanakan sesuai dengan prinsip syariah, kehati-hatian, nirlaba, transparan, dan akuntabel” tegasnya.

Setelah sambutan dari Prof Akhyar dilanjutkan dengan sesi serah terima secara simbolis kepada para penerima manfaat. Menurut Titik Sariyatun Ulfa, Ketua LAZISMU Kabupaten Pasuruan, terdapat 8 (delapan) lembaga penerima manfaat antara lain : Ta’mir Masjid Al Istighfar (Prigen), Ta’mir Masjid Nur Nur Hidayah (Prigen), Pengurus Musolla Darut Ta’lim (Pandaan), Pengurus TPQ Nurul Falah (Winongan), Pengurus TPQ Bahrul Ulum (Lekok), Pengurus Masjid Bahrur Rohmah (Lekok), Pengurus Ponpes Al Furqon Muhammadiyah (Sukorejo) dan Ta’mir Masjid Ussisa Alat Takwa (Gempol).

Masjid Al Istighfar (Prigen) menerima program Renovasi Pembangunan plafon masjid senilai Rp 40 juta. Masjid Nur Nur Hidayah (Prigen) dengan Renovasi Pembangunan lahan parkir senilai Rp 40 juta. Musholla Darut Ta’lim (Pandaan) menerima program Pembangunan atap teras Musholla sebesar Rp 40 juta.

Sementara itu TPQ Nurul Falah (Winongan) menerima bantuan berupa Pembangunan ruang kelas lantai 2 senilai Rp 40 juta. TPQ Bahrul Ulum (Lekok) untuk Pengadaan Meja kursi sekolah sebesar Rp 40 juta. Masjid Bahrur Rohmah (Lekok) berupa pembangunan tempat wudhu dan pagar masjid senilai Rp 70  juta.

Sedangkan Ponpes Al Furqon Muhammadiyah (Sukorejo) menerima program Renovasi atap Ponpes senilai Rp 70 juta dan Masjid Ussisa Alat Takwa (Gempol) dengan Pembangunan Gapura dan Mihrab sebesar Rp 40 juta.

Harapannya semua pihak dapat memanfaatkan bantuan ini dan semoga bisa benar-benar dimanfaatkan secara bertanggung-jawab. (Titik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*