Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Rabu , 10 Agustus 2022
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » BankZiska LAZISMU Kabupaten Malang Terus Berproses Memberdayakan Ekonomi Wong Cilik

BankZiska LAZISMU Kabupaten Malang Terus Berproses Memberdayakan Ekonomi Wong Cilik

Berawal dari mengikuti pelatihan Pengelola BankZiska di Hall Hotel Unida Gontor pada September 2021 lalu, LAZISMU Kabupaten Malang mulai tertarik mendirikan BankZiska. Gagasan terkait pendirian BankZiska telah disiapkan sedemikian rapi, mulai dari pemilihan amil atau relawan hingga survei di lapangan, mengingat LAZISMU Kabupaten Malang membawahi 33 Kecamatan yang sangat besar, sementara paling dekat yaitu Kecamatan Dau.

Segala persiapan telah dilakukan kurang lebih satu bulan, kemudian mengirimkan surat Permohonan Pengajuan Pendirian Bankziska di Tingkat Daerah yaitu Kabupaten Malang pada tanggal 17 Maret 2022 kepada Lazismu Wilayah Jawa Timur. Baru tanggal 19 Maret 2022 sudah terlebih dahulu melakukan soft launching di Kantor PDM Kabupaten Malang/ Kantor LAZISMU yang dihadiri oleh Dewan Syari’ah, calon mitra Bankziska sebanyak 7 orang dari Kecamatan Dau, dan beberapa tamu undangan dari Pengusaha yang sudah memiliki banyak pengalaman.

Ini adalah terobosan baru Bankziska kantor utama mendukung LAZISMU Wilayah guna membantu perekonomian masyarakat di tingkat UMKM mikro. Maka LAZISMU Wilayah Jawa Timur mendorong seluruh LAZISMU tingkat Daerah untuk menjalankan program BankZiska ini sebagai bentuk bantuan keuangan berbasis Zakat, Infaq, Shadaqah dan Dana Sosial Keagamaan lainnya yang dipergunakan sebagai dukungan keuangan bagi masyarakat kecil.

Dua orang Amil LAZISMU Kabupaten Malang yang ditunjuk untuk menjadi pengurus Bankziska, dikirim ke Bankziska kantor utama di Ponorogo untuk melakukan pelatihan operasional dan administrasi. Mulai tanggal  24 sampai 26 Maret 2022 Bankziska kantor utama Ponorogo memberikan pelatihan mulai dari survey lapangan, penataan administrasi, hingga penggunaan sistem.

Baru pada tanggal 27 Maret 2022, Tim Bankziska Kabupaten Malang secara resmi diberikan SK oleh LAZISMU Wilayah Jawa Timur bersamaan dengan Soft Launching Kantor Baru LAZISMU Jawa Timur di Sidoarjo.

Drs. Wakidi dan Herunanto S.H ditunjuk sebagai Komite Pembiayaan, Burhan Mirza sebagai Manager BankZiska Kabupaten Malang, Badrul Ummah sebagai Divisi Keuangan, dan Fathur Rahman sebagai Operasional BankZiska sebagaimana yang tertera dalam SK Pengurus dari LAZISMU Wilayah Jawa Timur.

Generasi awal mitra Bankziska Kabupaten Malang sebanyak 7 orang dimana setiap orang diberikan pinjaman sebanyak satu juta rupiah dengan angsuran seratus ribu rupiah per bulannya. Usaha mitra BankZiska Kabupaten Malang sangat beragam seperti Ghufron, salah satu yang dipilih menjadi koordinator. Ghufron bersama istrinya memiliki usaha yang sudah berjalan kurang lebih dua tahun yaitu penjual Bandeng Presto dan Otak-otak, dengan harga  sesuai dengan ukuran ikannya,serta berjualan jamu tradisional, kue pesanan dan lain sebagainya.

Endahmitra kedua yang memiliki usaha kue, pembelian bahan bakunya berkisar 200-300 ribu rupiah, rencana uang yang dipinjamnya digunakan untuk membeli mixer kue. Sebelum mengembangkan usaha kue, Ia berjualan nasi di depan rumah, namun semenjak pandemi dan banyaknya mahasiswa yang pulang sehingga warung nasi beliau tidak laku dan sekarang membantu saudaranya menjaga toko dan mengembangkan usaha kue pesanan sesuai permintaan pembeli.

Mitra selanjutnya ialah Umi seorang penjual warung nasi lalapan, Ia meminjam uang untuk membeli tambahan bahan lalapan dan ingin mengembangkan jualan soto di depan rumah untuk bulan ramadhan. Penghasilan jualan per hari berkisar 250-300 ribu per hari. Ia memiliki aset berupa rumah dan sawah seluas 1.128 m dengan penghasilan 1.500.000 per 3 bulan sekali jika penghasilan sawahnya lancar. Akan tetapi tanah tersebut bukan ia yang menggarap atau menanamnya.

Sadam merupakan penjual nasi goreng di jalan Margobasuki, Ia berjualan setiap hari senin-sabtu setelah habis magrib. Harga sewa tempat 200/bulan, Ia juga memiliki penghasilan lainnya dengan mengajar Tapak Suci di SMP Muhammadiyah dan Ma’had di Dieng. Rencananya peminjaman uang akan digunakan untuk membeli alat penutup atau tenda besar untuk menutupi tempat duduk pembeli dan sebagai tambahan uang untuk membuat iklan jualan.

Selanjutnya ada Yasin seorang penjual snack atau makanan ringan KAJE SNACK yang menjual corn dog sosis, corn dog mozarella, pisang nugget dan lain sebagainya. Tokonya buka setiap pukul 16.00-23.00 WIB. Belanja kebutuhan bahan baku 300 ribu per 2 hari. Ia memiliki hutang di Bank konvensional kurang lebih Rp 25 juta, diangsur selama 4 tahun guna menebus BPKB yang dijaminkannya.  

Fikriyatuz mitra keenam BankZiska Malang merupakan seorang guru TK dan penjual re-seller snack online yang sudah beroperasi kurang lebih satu tahun. Walaupun gaji mengajar tidak mencukupi kehidupannya, Ibu Fikri menambah penghasilan dengan berjualan jajan atau snack yang dibungkus dan di ukur sendiri.

Mitra yang terakhir ialah Adi Wibisono seorang penjual pecel blitar yang berdiri di samping jalan dan uang pinjamannya digunakan sebagai tambahan modal untuk berjualan pecel blitarnya. Pinjaman awal yang diberikan Bankziska Kabupaten Malang kepada para mitra sebesar satu juta rupiah karena untuk daerah Kecamatan Dau merupakan daerah yang strategis dan berdampingan dengan banyak sekolah dan kampus, sehingga modal yang diberikan sesuai dengan kecukupan daerah tersebut.

Perkembangan peminjaman selanjutnya akan dimulai kembali pencarian mitra hingga survey lapangan setelah tiga bulan pengembalian atau penyetoran dari ketujuh mitra tersebut. BankZiska akan senantiasa hadir dalam membantu masyarakat sehingga mereka bisa tumbuh menjadi UMKM yang Mandiri, Tangguh dan Berdaya. (Fathur Rahman / bankziska.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*