Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Senin , 5 Desember 2022
Breaking News
You are here: Home » Kesehatan » Berkolaborasi Bersama Masjid Fastabiqul Khairat Surabaya, Kantor Layanan Lazismu Wonocolo Luncurkan Ambulan Untuk Warga

Berkolaborasi Bersama Masjid Fastabiqul Khairat Surabaya, Kantor Layanan Lazismu Wonocolo Luncurkan Ambulan Untuk Warga

Kolaborasi aksi kebaikan senantiasa digiatkan oleh Lazismu menggandeng banyak kalangan dan komunitas. Salah satunya adalah melaksanakan kegiatan bersama dalam program keummatan berupa penyediaan mobil Ambulance untuk warga.

Kantor Layanan Lazismu Wonocolo Surabaya bersama Takmir Masjid Fastabiqul Khairat Wonocolo Pabrik Kulit meluncurkan Layanan Ambulance Gratis, Ahad (05/09/2021). Keberadaan mobil baru pengangkut pasien jenis Suzuki APV ini melengkapi armada Ambulance Lazismu di kota Surabaya. Kini di kota Pahlawan terdapat 3 mobil Ambulance Lazismu yang bertugas melayani warga yang memerlukan.

Ahad Pagi Nan Mencerahkan

Ada pemandangan yang tidak biasa di depan Masjid Fastabiqul Khairot yang bertempat di Jl. Pabrik Kulit Wonocolo Pabrik kulit no. 108. pagi ini yang lazimnya hanya dipenuhi sepeda onthel dan motor jamaah saja. Tidak biasanya ada mobil ambulance terparkir di depan masjid dengan pita yang menghiasinya. Memang hal ini merupakan bagian dari acara launching program terbaru dari Kantor Layanan Lazismu Wonocolo yang berupa Layanan Ambulance gratis bagi warga masyarakat sekitar.

Tidak terbatas pada warga Muhammadiyah saja, layanan gratis ambulance Lazismu ini diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Mukhlasin, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonocolo, yang turut melaunching mobil Ambulan menyatakan rasa syukur atas kehadiran armada layanan ummat ini.

“Alhamdulillah, atas kehendak Allah SWT dan dukungan semua pihak, Ambulan yang merupakan sinergi bersama Lazismu dan Masjid Fastabiqul Khairat serta merupakan amal gerakan PCM Wonocolo telah di-launching pengunaannya. Semoga menjadi sarana dakwah yang efektif bagi Persyarikatan Muhammadiyah” kata Mukhlasin ketika melakukan launching Ambulance.

“Kami berharap semoga dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan pengantaran pasien baik menuju maupun dari rumah sakit, dan juga untuk keperluan pengobatan dan kemanusiaan Ambulance ini adalah murni dari hasil sumbangan yang merepresentasikan wujud sebuah gerakan jamaah” jelasnya.

“Sehingga dikarenakan sumbernya dari jamaah diharapkan kemudian dapat melayani seluruh jamaah dan elemen masyarakat,” ujar Muklasin.

“Tidak hanya ambulance, kedepannya diharapkan layanan Masjid Fastabiqul Khoirat, donasi dan santunan Lazismu juga dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat yang lebih luas,” kata Muklasin berharap.

Kombinasi acara pengajian ahad pagi, launching ambulance, dan santunan anak yatim ini semakin menarik dengan hadirnya banyak tokoh masyarakat, tokoh keagamaan, para ketua RT dan RW setempat. Dalam sambutan launching, Ketua RW 5 Sutanto menyatakan sangat terharu dengan program-program Lazismu yang telah berjalan selama masa pandemi. Utamanya program bantuan bagi warga isolasi mandiri telah banyak menolong warganya yang sakit.

“Apalagi saat ini Lazismu menambah pelayanannya melalui program ambulance gratis ini. Tentunya hal ini semakin menambah kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat,” kata Sutanto.

“Namun diharapakan khusus pelayanan ambulance ini, dikoordinasikan sebagai layanan satu pintu melalui RT dan RW setempat sehingga akan semakin terjalin kerjasama yang baik dengan warga masyarakat” imbuh Sutanto dalam sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan penyantunan anak yatim dan disambung dengan simbolis launching pemotongan pita yang menghias ambulance. Ceremony launching ambulance ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. Misbahul Munir, M.Ag yang merupakan perwakilan Tokoh Keagamaan Jemurwonosari. Setelah itu acara ditutup dengan pengajian yang disampaikan  oleh Ustadz Abdul Basit, Lc, M.Pd.I yang merupakan ketua Lembaga pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan juga sekaligus menjabat ketua Yayasan Muslim Asia.

Dalam pengajiannya itu disinggung bahwa apapun jenis program kemanusiaannya tidak boleh menimbulkan rasisme dan sekat-sekat dalam masyarakat karena Agama Islam memang salah satunya agama yang berdimensi Rahmatan lil alamin sehingga praktek beragama itu untuk kemanusiaan yang berbasis universalitas, demikian ustadz Abdul Basit menjelaskan. Hal itu sangat sesuai dengan slogan Lazismu yakni “Memberi Untuk Negeri”. (Mufti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*