Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Rabu , 10 Agustus 2022
Breaking News
You are here: Home » Inspirasi » Dari Perahu Siaga Bencana hingga Perahu Wisata ; Inovasi Sosial LAZISMU Jatim untuk Perkuat Misi Dakwah Muhammadiyah

Dari Perahu Siaga Bencana hingga Perahu Wisata ; Inovasi Sosial LAZISMU Jatim untuk Perkuat Misi Dakwah Muhammadiyah

Indonesia merupakan kawasan yang rawan terjadi bencana. Oleh sebab itu berbagai bencana alam sering terjadi di Nusantara, mulai dari banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung berapai hingga tsunami. Bencana yang timbul senantiasa memakan korban jiwa dan kerugian harta bagi masyarakat terdampak.

LAZISMU bersama mitra sinergi Lembaga Penanggulangan Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) senantiasa hadir pada saat terjadinya bencana dalam gerak aksi bersama untuk sesama. Kehadiran LAZISMU dan MDMC selain menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai Lembaga Filantropi di bawah Muhammadiyah guna menyalurkan bantuan dan merespon kebutuhan warga di lokasi bencana, juga mengemban sebuah misi dakwah sosial dan keagamaan yaitu memberi solusi atas permasalahan masyarakat terdampak bencana dan memberikan pencerahan agama.

Salah satu solusi yang diberikan LAZISMU ketika masa tanggap bencana adalah ketersediaan alat transportasi yang efektif dan efisien menuju ke lokasi bencana. Khusus bencana banjir, ketersediaan perahu yang bisa cepat sampai ke lokasi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu LAZISMU menghadirkan program Perahu Siaga Bencana. Program perahu siaga bencana ini merupakan sinergi antara LAZISMU wilayah Jawa Timur dan MDMC yang didukung oleh Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Banyuwangi.

Perahu Siaga Bencana merupakan sarana transportasi dalam bentuk perahu fiber bermesin motor beserta perlengkapannya guna mendukung kegiatan kebencanaan. Respon yang bisa dilakukan dengan perahu siaga bencana ini, antara lain : Search And Rescue (SAR), evakuasi korban, suplai logistik, dukungan medis dan pergerakan Relawan. Perahu ini didesain khusus untuk beroperasi di area bencana banjir bandang dan banjir berarus deras serta di perairan bermedan berat.

Perahu dibangun oleh Tim ITBM Banyuwangi Bersama mitra lokalnya menggunakan bahan Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) berbasisKomposit dengan teknik hand lay-up atau laminasi. Bahan komposit mempunyai keunggulan diantaranya densitas (massa jenis) ringan dan mempunyai sifat mekanik yang baik.

Perahu ini tidak hanya dipakai untuk keperluan kebencanaan melainkan juga berfungsi untuk alat transportasi, nelayan mencari ikan dan kegiatan berwisata. Perahu digerakkan oleh satu unit mesin penggerak (motor) tempel / outboard berbaling baling. Spesifikasi Perahu adalah sebagai berikut : Berbahan : Fiber. Panjang 7,3 m. Lebar 1,4 m. Tinggi geladak bagian depan : 0,69 m Tinggi geladak bagian belakang : 0,45 m. Syarat benam air : 0,30 m. Volume ruang : ± 2,7 meter kubik. Berat perahu 170 kg. Mesin penggerak : ± 15 – 20 HP. Tangki bahan bakar : 1 x 25 liter. Lama operasi : 4 – 5 jam. Jumlah penumpang 8 orang.

Sembilan unit perahu ini telah dipesan oleh LAZISMU Jawa Timur dan sudah dimanfaatkan guna mendukung aksi-aksi tanggap darurat bencana pada banjir dan perairan deras. Perahu ini pada pertengahan tahun 2021 lalu telah beraksi nyata pada banjir besar di Banjarmasin dan sekitarnya, provinsi Kalimantan Selatan dan banjir bandang di Katingan, provinsi Kalimantan Tengah. LAZISMU jatim mengirimkan 2 unit perahu untuk diperbantukan di Kawasan tersebut.

Di Katingan perahu yang ditumpangi Tim MDMC dan didukung LAZISMU ini berhasil menembus Kawasan terpencil terdampak banjir besar yang belum didatangi oleh relawan dari Lembaga manapun termasuk Pemerintah. Oleh sebab aliran deras dan kuat dari Sungai Kahyangan perahu karet dari berbagai Lembaga tidak bisa menempuh lokasi terpencil ini. Perahu fiber dari MDMC inilah yang berhasil sampai lokasi dan membagikan makanan dan bahan logistik lainnya kepada warga penyintas banjir.

Di Jawa Timur sendiri LAZISMU Kabupaten Bojonegoro juga telah mempergunakan perahu ini untuk kesiapsiagaan bencana terutama dalam menghadapi banjir tahunan di Sungai Bengawan Solo yang melintas kabupaten ini. Saat ini perahu dipergunakan oleh para Relawan MDMC setempat untuk Latihan Rescue di perairan.

Perahu Wisata dan Nelayan

Perahu kelas fiber ini memang multifungsi. Selain sebagai sarana tanggap darurat bencana juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan wisata dan nelayan. LAZISMU Jatim telah mengirimkan dua unit perahu lengkap dengan mesin pendorongnya, ke Mamuju, Sulawesi Barat, dua unit ke Buleleng Bali dan satu unit ke Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Satu unit lagi direncanakan untuk Kawasan pantai Surabaya atau Sidoarjo.

Dua unit perahu yang dibantukan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buleleng, Bali, telah didaftarkan ke Dinas Pariwisata dan Kelautan setempat untuk bisa dimanfaatkan sebagai perahu wisata. Perahu ini akan menyisir di pantai Lovina, Singaraja, yang dikenal dengan wisata atraksi ikan lumba-lumba di laut. PDM Buleleng telah meresmikan perahu ini sebagai Amal Usaha Muhammadiyah yang baru di bidang Pariwisata dan kelautan.

Sementara itu di Mamuju Sulawesi Barat, satu perahu yang dibantukan oleh LAZISMU Jatim digunakan untuk keperluan pariwisata mengantar wisatawan menuju ke pulau Karampuang dan satu lagi untuk mendukung kelompok nelayan setempat mencari ikan di laut. Sedangkan satu unit perahu yang diberikan ke PRM Daun, pulau Bawean Gresik, digunakan untuk menunjang wisata Mangrove dan petualangan wisata ke pulau pulau kecil (Gili) nan indah di sekitar kecamatan Sangkapura. Jika tidak ada wisatawan, maka perahu dimanfaatkan nelayan setempat untuk mencari ikan.

Itulah sedikit inovasi sosial LAZISMU Jatim di bidang kesiapsiagaan bencana, mendukung pariwisata dan membantu penghidupan ekonomi para nelayan. Perahu LAZISMU Jatim buatan ITBM Banyuwangi ini dapat pula digunakan secara lebih luas, misalnya berdakwah ke pulau-pulau terpencil (3T) di segenap penjuru Nusantara. Program perahu fiber ini dapat terlaksana tentunya berkat dukungan dana Zakat dan Infaq para muzaki, dermawan dan donatur LAZISMU di Jawa Timur. (Aditio Y).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*