Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Selasa , 5 Maret 2024
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » Dengan Digitalisasi Sistem, BankZiska Lazismu Akan Berkibar di Sepuluh Kabupaten di Jawa Timur

Dengan Digitalisasi Sistem, BankZiska Lazismu Akan Berkibar di Sepuluh Kabupaten di Jawa Timur

Sabtu 12 Ramadhan 1442 H atau 24 April 2021 M kemarin merupakan hari spesial bagi BankZiska Lazismu. Pertama, ini merupakan hari launching Kampung UMKM Berdaya Bebas Rentenir dan Digitalisasi BankZiska oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, MM., di Kampung binaan BankZiska Lazismu, di masjid Darul Arqam desa Jintap, Ponorogo.

Barangkali, dalam sejarah Ponorogo, adalah pertama kali sebuah Kampung UMKM berkomitmen untuk terhindar bertransaksi dengan rentenir. Ada sekitar 39 UMKM dibawah binaan BankZiska Darul Arqam. Mulai dari pengrajin sampai dengan pedagang-pedagang kecil hadir mengikuti acara ini. Beserta display dari usaha masing-masing. Tentunya hadir juga mbah Tunar. Assabiqunal awwalun (Generasi Awal) mitra BankZiska pengrajin anyaman bambu (rinjing dan tompo).

Kedua, tentang Digitalisasi BankZiska. Sebelum acara sabtu kemarin digelar. Kurang lebih selama dua pekan. Dibantu Akbar, seorang rekan yang ahli IT yang lulusan UGM. Saya sedang mendevelop sebuah sistem berbasis cloud untuk BankZiska.

Hal ini sebagai amanah Direktur BankZiska Jatim Dr. Agus Edi Sumanto untuk segera membuat sistem yang terintegrasi. Supaya BankZiska segera dapat diduplikasi. Sambung kait dengan Ust. Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jatim, yang tempo hari memberi pesan tentang harapan untuk segera mengembangkan BankZiska minimal di sepuluh Kabupaten termiskin di Jawa Timur.

Semangat ini ditangkap oleh Bupati Ponorogo. Mengajak serta para pejabat Pemda terkait. Diantaranya Kepala Dinas Sosial. Bupati memberikan apresiasi besar pada BankZiska Lazismu.

Menurutnya di ponorogo saat ini ada sekitar 115 ribu rumah tangga miskin. Hadirnya Bankziska Lazismu sangat mendukung pemerintah daerah ponorogo dalam menjalankan program kesejahteraan ekonomi.

Dalam pesannya Bupati berharap ada sinergi Lazismu, Lazisnu, Baznas dan lembaga-lembaga lain nyengkuyung program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sehingga kemiskinan dapat ditanggulangi.

Soal kemiskinan ini. Saya lalu teringat nasehat Umer Chapra. Bahwa ciri dari ekonomi Islam adalah berpihak pada kaum marjinal, kaum susah dan terpinggirkan.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan pokok bagi semua individu menempati kedudukan penting dalam fikih dan literarur Islam di sepanjang sejarah.

Para fuqaha secara bulat sepakat. Pemenuhan kebutuhan golongan miskin adalah menjadi kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi umat Islam.

Faruq Ahmad Futaqi, Manager BankZiska Ponorogo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*