Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Rabu , 10 Agustus 2022
Breaking News
You are here: Home » Inspirasi » drh Zainul Muslimin : “Jadi Tuan Rumah di Rumah Sendiri”

drh Zainul Muslimin : “Jadi Tuan Rumah di Rumah Sendiri”

Di Jawa tuan rumah yang baik itu harus bisa menghadapi atau melayani tamunya dengan gupuh, lungguh dan suguh. Karakter tuan rumah yang baik, yang punya peradaban tinggi haruslah memegang teguh karakter tersebut, yaitu memuliakan tamu.

Yakin kalau tuan rumahnya punya karakter seperti itu maka tamu-tamunya akan merasa sangat nyaman, merasa dihormati, bahkan diuwongke, diorangkan. Jangankan orang-orang yang terdekat dengan kita, bahkan orang lainpun sepertinya akan betah tinggal jika karakter tuan rumahnya seperti itu.

Di internal LAZISMU para Amil sudah sering dicuci otak (brain washed) bahwa semua penyaluran Zakat, Infaq dan Shadaqah dari warga dan pimpinan, serta Amal Usaha Muhammadiyah dan Masjid di lingkungan Persyarikatan harus disalurkan melalui LAZISMU. Kita semua berusaha untuk itu, walau kadang masih ada dan mungkin juga banyak Pimpinan dan Anggota Muhammadiyah yang masih menyalurkan ZIS-nya ke LAZ lain, selain LAZISMU.

Kita senantiasa menyebut bagaimana agar LAZISMU bisa menjadi tuan rumah di rumah sendiri, di Persyarikatan Muhammadiyah. Agar seluruh warga dan Pimpinan Persyarikatan serta masjid-masjid dan AUM menunaikan (menyalurkan) zakatnya, hanya melalui LAZISMU di semua tingkatan; Pusat, Wilayah, Daerah hingga KLL.

Tentu yang lebih dan sangat penting untuk diperhatikan apakah kita yang bergerak dan berjuang di LAZISMU telah mampu menampilkan sebagai tuan rumah atau orang-orang yang punya trust yang layak dipercaya dan mendapatkan kepercayaan. Sekaligus juga menjadi orang-orang yang responsif, bukan reaksionis, orang yang peka dan cepat tanggap terhadap situasi sekitar yang dirasa kurang nyaman atau tidak mengenakkan dan membutuhkan pertolongan kita.

Apakah program-program yang kita tawarkan bisa memberikan output kebermanfaatan yang dahsyat, apakah program-program tersebut menghadirkan impact yang baik dan luas. Program-program yang sangat efisien dan efektif.

Rasanya inilah karakter bahkan akhlaq yang harus terus menerus kita bangun di lingkungan LAZISMU dimanapun keberadaannya. Tentu upaya-upaya seperti ini memang tidak mudah tetapi tetap harus diupayakan dengan maksimal. Karena akan ada banyak jalan jika kita bersungguh-sungguh mengurus urusan-urusan (amanah) yang harus kita tunaikan atas karunia-Nya.

Saya agak sering dan intens berdiskusi dengan Mas Ali Syahidu anggota BP LAZISMU yang membidangi keuangan karena memang linear dengan keahlian dan kompetensi yang dimiliki sebagai profesional di Pocari Sweat, sebagai direktur keuangan.

Di lingkungan perusahaan dimana ia bekerja tidak diperkenankan satupun karyawan maupun pimpinan minum-minuman berasa kecuali hanya minum produk pabriknya sendiri. Jika terpaksa harus minum air mineral (yang tak berasa itu) maka labelnya harus dilepas. Pokoknya diupayakan tidak boleh sedikitpun ada nama merk minuman lain yang ada di perusahaan tersebut. Jadi minuman yang ada di perusahaan tersebut didominasi oleh produknya sendiri.

Rasanya jika insan LAZISMU sebagai tuan rumah bisa dan mampu membangun karakter tuan rumah yang gupuh, lungguh dan suguh itu maka berangsur-angsur seluruh warga dan pimpinan Persyarikatan serta masjid dan AUM yang ada di Persyarikatan akan menitipkan dan menyalurkan ZIS-nya melalui LAZISMU. Apalagi ditopang oleh Amil yang terpercaya dan responsif, serta didukung program-program yang baik, yang tinggi kebermanfaatannya, yang memenuhi hajat hidup orang banyak, serta memenuhi kaidah efisiensi dan efektivitas.

Ada baiknya kita memulainya dan bagi yang sudah semoga istiqamah. Tetap semangat berbagi manfaat. Bismillah.

drh Zainul Muslimin, Ketua LAZISMU wilayah Jawa Timur di Sidoarjo, 1 Ramadhan 1434 H

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*