Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Sabtu , 26 November 2022
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » Hidup Penuh Berkah di Jalur Dakwah dan Dagang Telur Bakar “Al-Barkah”

Hidup Penuh Berkah di Jalur Dakwah dan Dagang Telur Bakar “Al-Barkah”

Bisnis dan dakwah merupakan teladan dari Rasulullah SAW. Berdagang dan mensyiarkan agama Islam merupakan tugas yang bernilai ibadah dan dapat dijalankan secara bersepadu dan bersepadan. Rasulullah SAW selain sebagai seorang Nabi dan Rasul ia ketika muda adalah pebisnis yang ulung. Sosok teladan Rasulullah itulah yang menjadi inspirasi bagi Abu Askandar Rosyid untuk menjalani hidup di jalur dakwah dan dagang.

Menjadi pendakwah sudah diniati dan merupakan kebulatan tekadnya. Baginya dunia dakwah memiliki daya tarik tersendiri dengan berbagai tantangan yang menghadang. Sejak muda Abu Askandar Rosyid sudah aktif di kegiatan dakwah dan Masjid, walau pria kelahiran Surabaya 1968 ini adalah alumni jurusan bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Ilmu agamanya ia peroleh dari mengaji di Masjid dan studi di Ma’had Umar bin Khattab Surabaya.

Pasangan hidup dari Hani Choirina (50 tahun) dan ayah dari Akmal Habiburrohim (13 tahun) ini merupakan hafidz Qur’an. Ia pun menjadi Imam tetap di Masjid Istiqomah Petemon Surabaya dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sawahan Surabaya. Rumahnya di Jl Petemon Barat 326-A tidak begitu jauh dari Masjid Istiqomah yang beralamat di Jl Petemon IV Simokatrungan Surabaya, tempatnya bertugas sebagai imam dan khotib tetap.

Usaha yang ditekuni selama 8 tahun ini adalah berjualan telur bakar dan telur asin. Nama al-Barkah pun dipilih sebagai branding jualannya. Dengan nama itu Abu berharap usahanya menjadi berkah dan lancar, bisa menopang kehidupan ekonomi keluarga.

Pemasaran usaha telur bakarnya dilakukan dengan menjajakan secara langsung door to door dan juga droping ke pasar, toko-toko, warung dan minimarket. Pagi hari untuk mendistribusikan telur bakar, sorenya untuk produksi.

Pembuatan telur bakar dimulai dengan memilih telur bebek yang baik. Proses selanjutnya setelah penggaraman telur kemudian dibakar di alat pembakar yang ada di belakang rumah. Setelah itu pengemasan dilakukan untuk memudahkan penjualan dan pendistribusian.

Selama ini usahanya lancar-lancar saja alias tidak mengalami kendala yang berarti, kecuali ketersediaan bahan, yaitu telur bebek. Bahan baku telur bebek diperolehnya dari peternak yang ada di kawasan Sedati Sidoarjo.

Masuk di masa pandemi Covid-19, usahanya melorot tajam. Penjualan sepi dan produksi turun. Semua memaklumi jika pandemi menjadikana dunia usaha mengalami penurunan yang cukup besar. Toko-toko, warung, pasar dan tempat usaha harus tutup karena adanya kebijakan dari Pemerintah untuk pembatasan sosial demi keselamatan dari virus Corona.

Tentu sebagai kepala keluarga bukan main pusing tujuh keliling. Ia pun berpikir bagaimana agar bisa menghidupi keluarganya dan usaha telur bakarnya tidak berhenti. Menjajakan telur secara online pun menjadi pilihan. Pesanan dari pelanggan tetap ada walau jumlahnya menurun dibandingkan sebelum masa pandemi.

Kendala tidak berhenti sampai disitu, pasokan bahan telur bebek juga tidak cukup tersedia. Abu harus menunggu hingga seminggu untuk mendapatkan pasokan telur bebek. Tidak seperti sebelum pandemi yang hampir setiap hari ia bisa mendapatkan telur untuk dibakar. Mencari telur bebek yang kualitasnya baik dan bisa dibakar sempurna tidaklah mudah. Ia sudah terbiasa mendapatkan pasokan dari peternak langganannya di kawasan Sedati.

Sementara itu peternak langganan telur bebeknya mengaku juga terkendala dengan adanya pandemi. Minimnya pakan ternak mempengaruhi produksi telur bebek. Bahkan peternak langganannya menjual sebagian ternaknya untuk bertahan hidup. Abu pun kelimpungan harus mencari pemasok lain.

Tinggal kesabaran dan ketabahan yang menjadi penopang semangat Abu dan keluarganya untuk bertahan hidup. Ia pun mencari pemasok bahan baku lain sebagai pendukung usaha telur bakarnya. Walau kualitas telurnya berbeda dengan tempat ia biasa kulakan, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap memasarkan telur bakar khas produksinya.

Namun hal itu tidak bertahan lama, karena modal usahanya sedikit demi sedikit termakan habis untuk kebutuhan keluarga. Hambatan pun muncul lagi di hadapan. Jika modal habis bagaimana bisa meneruskan usaha ? begitu pikirnya.

Kehadiran Lazismu dengan program pemberdayaan ekonomi UMKM pada masa pandemi, yang bersinergi dengan korporat Alfamart, Wardah dan Muzaki Anggoro Eko Cahyo, sedikit menolong ekonomi keluarganya. Bantuan modal menjadikannya bersemangat kembali untuk meneruskan usaha telur bakarnya.

Ia kini lebih bergairah untuk bangkit kembli. Menata usaha, terus mencari pemasok peternak telur bebek dan memasarkan telur bakar secara online. Mencari pelanggan baru dengan rajin menawarkan telur bebek secara online menjadi pekerjaan tetapnya. Era normal baru pun dijalaninya dengan penuh sabar dan tawakal, semoga hari esok lebih baik dari sekarang. Semangat Sukses. (Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*