Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Selasa , 5 Maret 2024
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » Kembangkan Senyum Petani Lombok Merah di Desa Mijen Kabupaten Demak, di Tengah Derasnya Arus Impor Cabe

Kembangkan Senyum Petani Lombok Merah di Desa Mijen Kabupaten Demak, di Tengah Derasnya Arus Impor Cabe

Salah satu solusi terhadap permasalahan ekonomi bangsa ini adalah dengan menunjukkan kepedulian dan keberpihakan kepada kehidupan ekonomi sektor riil bangsa sendiri. Termasuk kepada petani Cabe atau lombok di pelosok pedesaan. Maklum saat ini petani Cabe sedang menjerit terdampak anjloknya harga beberapa jenis Cabe di tanah air, namun di satu sisi kran impor Cabe dibuka lebar.

Drh Zainul Muslimin, Ketua Lazismu wilayah Jatim, ketika ditemui di rumahnya, kawasan Buduran Sidoarjo (29/8/21), mengatakan bahwa para petani cabe di desa Mijen, kabupaten Demak, saat ini mengeluh karena harga cabe di pasaran hanya di sekitar Rp 3 ribuan saja. Sementara itu biaya tanam, tenaga kerja hingga perawatan kebun dirasa tidak sebanding dengan jika hasil panen Cabe merah itu dijual di pasar. Hal itu mengakibatkan para petani Cabe itu malas memanen cabenya dan dibiarkan begitu saja di kebun.

Di sisi lain tidak ada pihak-pihak yang berpihak dan mempedulikan nasib mereka, padahal para petani itu sudah bersusah payah melakukan tanam cabe untuk ketersediaan stok di pasaran. Ketika masa panen tiba, harga cabe justru anjok tidak karuan. Semangat dan upaya mereka di bidang ketahanan pangan pun menjadi luntur. Ironinya sebagian kebutuhan cabe di tanah air justru dipasok dari luar negara atau impor.

Menanggapi hal itu Lazismu wilayah Jawa Timur (Jatim) segera berkoordinasi dengan koordinator kelompok petani cabe di desa Mijen kabupaten Demak melalui Lazismu setempat guna membeli hasil panen cabe mereka. Dalam hal ini Lazismu Jatim memfasilitasi pembelian cabe dari petani cabe kepada jamaah warga Muhammadiyah di Surabaya dan sekitarnya yang sangat membutuhkan hasil tani itu.

Setelah harga deal di angka Rp 6 ribu maka proses pembelian dan pengiriman cabe dari kabupaten Demak ke Jawa Timur pun dilaksanakan. Pada hari Ahad pagi 29 Agustus 2021 truk pengangkut cabe dari Demak itu pun tiba di kantor Lazismu Jatim. Segera setelah dipacking, tidak begitu lama cabe sebanyak 4,35 ton itu pun ludes diserbu para pembeli yang notabene jamaah warga Muhammadiyah di Surabaya dan Sidoarjo. Sebagian dikirim ke Sidoarjo dengan armada Lazismu Jatim.

“Pembelian lombok merah keriting sebanyak 4,35 ton dari petani cabe di Demak, kemudian dikirim ke Surabaya Jatim ini didasari hanya ingin membantu keluhan para petani lokal itu. Para petani itu senang cabenya dibeli dengan harga yang pantas. Setelah sebelumnya mereka sempat lunglai karena harga cabe anjlok” kata Zainul.

“Demikian pula dengan pembelinya, mereka sangat senang sekali karena mendapat cabe segar yang baru dipetik dengan harga yang pantas pula. Yang tidak kalah penting mereka tahu dan sadar bahwa dengan pembelian itu mereka juga turut membantu saudaranya para petani cabe yang sedang dalam kondisi terjepit” ungkap Zainul.

“Ini mungkin hanya upaya kecil saja dari Lazismu guna memberikan kepedulian dan keberpihakan kepada mereka. Masih banyak petani-petani kita untuk produk tani lainnya yang tidak dipedulikan nasibnya. Dengan gerakan kecil ini kami hanya ingin menginspirasi agar kita lebih peduli terhadap ekonomi bangsa sendiri yang notabene ummat Islam. Maka kita pun harus pula berupaya agar senyum para petani bisa terus mengembang. InsyaAllah jika ini serentak dilakukan menjadi gerakan besar, maka akan menjadi solusi bagi kebangkitan ekonomi bangsa ini,” tambahnya.

“Kepedulian dan empati dari kita semua sangat membahagiakan mereka. Alhamdulillah, tetap semangat berbagi dan tebar manfaat buat sesama, Bismillah” pungkas Zainul. (ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*