Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 8 Desember 2023
Breaking News
You are here: Home » News » LAZISMU Bakti Merdeka, Berbagi Apresiasi Keperjuangan Tanah air Indonesia Bagi Janda Cacat Veteran RI di kota Pahlawan Surabaya

LAZISMU Bakti Merdeka, Berbagi Apresiasi Keperjuangan Tanah air Indonesia Bagi Janda Cacat Veteran RI di kota Pahlawan Surabaya

Para pejuang kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 telah membuktikan diri bakti nyatanya untuk negeri tercinta dengan berjuang menghadapi penjajah yang ingin bercokol kembali di bumi pertiwi. Mereka berperang melawan Belanda yang hendak mencengkeram tanah air dengan berbagai invasi dan agresi militer.

Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap para pejuang yang telah mendarmabaktikan dirinya kepada negeri, LAZISMU KP Jawa Timur pada Selasa siang, 16 Agustus 2022, berkesempatan melakukan silaturrahim ke Asrama Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI) di Jalan Rajawali Surabaya. Dari LAZISMU hadir Aditio Yudono, Sekretaris Wilayah Jawa Timur dan 2 orang staf bagian program dan media.

Lokasi Asrama yang merupakan gedung bekas markas militer peninggalan Belanda ini adalah areal yang disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk menampung para eks pejuang kemerdekaan yang dalam kondisi mengalami cacat fisik atau tubuh. Dulunya terdapat 14 eks pejuang Cacat Veteran beserta keluarganya mendiami kompleks asrama yang di tengah-tengahnya terdapat sebuah bunker, atau tempat persembunyian orang dari serangan udara atau bom dari musuh.

Kedatangan LAZISMU disambut oleh Pak Didik selalu Ketua Forum Keluarga KCVRI dan Mbak Elok selaku koordinator kantor KCVRI Surabaya. Selain itu, tiga orang ibu sebagai janda Veteran yang tinggal di asrama KCVRI itu juga turut menyambut kehadiran LAZISMU.

Di asrama KCVRI itu menghuni sebanyak keluarga dari 14 pejuang kemerdekaan RI yang termasuk kategori mengalami cacat fisik akibat war clash atau kontak peperangan bersenjata dengan tentara penjajah di medan laga. Para eks pejuang yang mendiami asrama itu telah meninggal dunia semua, sehingga asrama tersebut hanya ditinggali oleh keluarganya atau janda dan anak-anak. Eks Pejuang Cacat Veteran RI terakhir meninggal dunia pada tahun 2019.

Sambil menjalin silaturrahim, LAZISMU mendengarkan kisah salah satu janda cacat Veteran-RI mendampingi suaminya selama masa muda menjadi anggota TKR-BKR, Angkatan Bersenjata sebelum TNI, di kota Surabaya. Ibu Soerati bercerita, kala itu di tahun 1945, suaminya Soekirdan Ali bertempur melawan NICA (Netherland Indische Civiale Administratie) yang datang membonceng Pasukan Sekutu (British Army). Kebanyakan Pasukan Sekutu dianggotai oleh tentara Gurkha dari India dan Nepal.

“Suami saya waktu itu bertempur melawan Gurkha, dan berhasil menembak seorang Gurkha. Lalu suami saya lari dikejar oleh pasukan Sekutu lainnya sambil dihujani tembakan. Akhirnya sebuah mortir meledak tepat mengenai wajahnya. Bapak lalu jatuh bersimbah darah dan sama teman-temannya dibawa ke tempat pengobatan.” kata ibu Soerati bercerita sambil berkaca-kaca matanya.

“Setelah diobati ia kembali bertugas bertempur. Walau masih ada luka di wajahnya, dengan diperban, bapak terus berperang. Hujan peluru dan ledakan bom tak dihiraukannya. Beliau terus bertempur pantang mundur. Termasuk juga berpindah-pindah lokasi peperangan dan mengungsi ke daerah pun dijalani. Alhamdulillah hingga Indonesia benar-benar merdeka.” ujar bu Soerati melanjutkan kisah suaminya.

“Terima kasih ya LAZISMU, terutama mas-mas dan mbak yang masih muda ini, bahwa kami-kami ini masih dipedulikan dan diperhatikan. Semoga menjadi berkah dan manfaat, serta LAZISMU terus dapat memberikan bantuan kepada yang membutuhkan” ungkap bu Soerati tak kuasa menahan haru.

LAZISMU terus mendengarkan dengan seksama semua kisah dan cerita para janda keluarga Cacat Veteran ini. Tak terasa air mata turut membasahi pipi tatkala para ibu-ibu janda Veteran ini menceritakan kisah menyedihkan suami mereka dalam berjuang dan berperang tahun 1945 dulu.

Didik, koordinator Forum Keluarga KCVRI Surabaya menyatakan bahwa di Asrama Cacat Veteran Surabaya ini ini memang sudah tidak ada lagi eks Pejuang yang masih hidup karena semua telah meninggal dunia.

“Semua disini yang tinggal di Asrama adalah para anak-anak dan janda dari Pejuang Cacat Veteran. Tercatat terdapat 14 orang eks Pejuang Cacat Veteran RI di Asrama ini. Namun mereka semua sudah meninggal dunia. Terakhir eks Cacat Veteran meninggal dunia pada tahun 2019” kata Didik yang juga anak dari salah satu eks Pejuang Cacat Veteran.

“Dikatakan Korps Cacat Veteran RI karena para eks anggota Pejuang ini mengalami keinvalidan atau kecacatan pada tubuh fisiknya akibat luka tembak, kontak senjata jarak dekat ataupun terkena bom selama peperangan mempertahankan kemerdekaan RI.” tambah Didik.

“Kami atas nama Forum Keluarga KCVRI Surabaya menyampaikan terima kasih kepada LAZISMU atau pun Muhammadiyah yang telah sudi memberikan perhatian pada momen HUT RI ke 77 ini. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan ini” pungkasnya.

Tak lupa LAZISMU memberikan paket santunan untuk janda dan keluarga janda Veteran yang mendiami Asrama tersebut sebagai amanah dari para Muzaki, donatur dan dermawan. Sebanyak 3 orang janda juga menerima bantuan uang tunai. Secara simbolis paket bantuan diterima oleh Didik selaku Ketua Forum Keluarga KCVRI Surabaya. (ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*