Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 30 September 2022
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » Lazismu Berdayakan Para Guru Untuk Kembangkan Budidaya Madu Klanceng, Turut Serta Jadikan Kota Madiun Sebagai Kota Madu Sejuta Bunga

Lazismu Berdayakan Para Guru Untuk Kembangkan Budidaya Madu Klanceng, Turut Serta Jadikan Kota Madiun Sebagai Kota Madu Sejuta Bunga

Indonesia adalah negara beriklim tropis yang berpotensi mengembangkan peternakan lebah madu berkualitas. Potensi usaha lebah madu ini ditunjang dengan keanekaragaman hayati pendukung, baik berupa tumbuhan liar maupun tanaman budidaya. Berbagai jenis vegetasi yang ada merupakan tumbuhan penghasil nectar yang menjadi sumber pakan lebah madu. Jenis-jenis lebah asli Indonesia diantaranya adalah lebah hutan (Apis dorsata), lebah local (Apis cerana), lebah kerdil (Apis florea), lebah kecil (Apis andreniformis), lebah merah Kalimantan (Apis koschevnikovi), lebah gunung (Apisnuluensis), lebah local Sulawesi (Apis nigrocincta), dan lebah tanpa sengat (Trigona Spp).

Keadaan alam dan vegetasi di Kota Madiun berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan budidaya lebah madu, dalam hal ini yang paling memungkinkan untuk dikembangkan adalah jenis lebah madu klanceng. Madu Klanceng atau lebih dikenal dengan sebutan lain madu Trigona atau Madu Kelulut, dihasilkan oleh lebah kecil, ramping dan hitam yang disebut lebah Trigona Spp. Lebah ini merupakan spesies primitif yang hanya menghasilkan madu dalam jumlah sedikit. Lebah Trigona termasuk hewan liar dan tidak membuat madunya dengan cara tradisional dalam sisir madu heksagonal. Namun mereka menyimpan madunya dalam struktur hitam dan coklat kecil yang tidak beraturan, tercakup dalam propolis.

Cita rasa dari Madu Klanceng ini terbilang unik dan berbeda dari madu biasanya. Madu klanceng berwarna agak gelap, tidak bening, serta perpaduan rasa agak manis, asam dan pahit. Dikatakan memiliki kisaran nutrisi dan nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lebah madu biasanya.

Madu Klanceng memiliki sifat anti mikroba yang sangat tinggi, madu jenis ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam keperluan pengobatan modern. Berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan oleh Sciencedirect, terdapat beragam senyawa penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Madu klanceng mengandung sekitar 200 senyawa, seperti vitamin, enzim, asam amino dan mineral, dengan kandungan utama air dan gula.

Budidaya Madu Klanceng merupakan salah satu usaha yang dapat menunjang pemenuhan kebutuhan ekonomi mulai dalam lingkup keluarga karena pemanfaatan lahan yang tidak besar. Budidaya Madu Klanceng secara signifikan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara umum. Jika terus berkembang nantinya juga akan mendukung pendapatan daerah.

Mencermati hal itu Lazismu Kota Madiun bermaksud mengembangkan usaha Budidaya Madu Klanceng dengan memberdayakan Guru-guru Muhammadiyah yang ada di kota itu dalam program Bakti Guru. Lazismu akan mengalokasikan dana pemberdayaan guna mewujudkan program ini. Langkah ini juga turut mendukung menjadikan Kota Madiun sebagai Kota Madu Sejuta Bunga.

Menurut Mulyadi, Ketua Lazismu Kota Madiun, ketika mengutarakan program ini dalam pertemuan program unggulan Lazismu Jatim di Gedung Muhammadiyah Jatim, 15 November 2021, program Budidaya Madu Klanceng mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Madiun. Pemkot Madiun telah menyediakan lahan untuk awal Budidaya Madu Klanceng. Kesuskseskan program penanaman sejuta bunga oleh Pemkot Madiun merupakan sarana penunjang yang mendukung program Budidaya Madu Klanceng. Pemkot Madiun telah menyediakan lahan budidaya awal di Edupark Ngrowo Bening, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun menyedikan lahan khusus di Kota Madiun, jelas Mulyadi. Muhammadiyah Kota Madiun memiliki 13 Amal Usaha (AUM) Pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi. Menurut data pada tahun 2020, sebagian besar guru dan tenaga kependidikan yang bekerja di AUM dan AUA Kota Madiun masih memiliki penghasilan antara Rp. 500.000,00 hingga Rp 1.000.000,00 per bulan. Sebanyak 172 orang guru dan tenaga kependidikan di Aum dan AUA Kota Madiun dalam rentang penghasilan tersebut.

“Lazismu sebagai salah satu LAZNAS melalui Pilar Pendidikan dengan tasyaruf Program Bakti Guru yang merupakan gerakan sosial dan ekonomi guna meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Hal itu sebagai bentuk bantuan berupa peningkatan kapasitas atau pemberian apresiasi (kesejahteraan) kepada pengabdian dan dedikasi guru bagi pendidikan anak Indonesia khususnya di Kota Madiun” kata Mulyadi.

“Lazismu Kota Madiun memandang untuk perlu menyokong program Budidaya Madu Klanceng untuk program Peduli (Bhakti) Guru. Budidaya Madu Klanceng oleh Guru di Muhammadiyah di Kota Madiun dimaksudkan sebagai penunjang perekonomian berkelanjutan dan dapat dijadikan salah satu program kerja unggulan Lazismu. Secara lebih kompleks budidaya madu Klanceng dapat juga dijadikan sarana dan media penunjang pendidikan AUM dan AUA di Kota Madiun” Tambahnya.

“Berjalannya program Budidaya Madu Klanceng menunjang program kerja Lazismu Kota Madiun yaitu Bakti Guru. Lazismu Kota Madiun terus mengawal keberlangsungan program Budidaya Madu Klanceng mulai dari proses produksi dan pentasyarufan hasil keuntungan produksi hingga penjualan. Keberhasilan program ini dapat diukur melalui indikator, pertama penambahan jumlah stup dan jumlah diversifikasi madu bisa berjalan sesuai target. Kedua terwujudnya program Edutrip Lebah Klanceng Muhammadiyah di Kota Madiun” pungkasnya.

Harapannya program Budidaya Madu Klanceng oleh Guru di Muhammadiyah yang dudukung Lazismu Kota Madiun ini mampu sebagai penunjang perekonomian berkelanjutan. (Im/A).

Tentang Budidaya Madu Klanceng Lazismu di Kota Madiun

Budidaya Madu Klanceng adalah kegiatan budidaya yang dapat dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas, akan dilaksanakan dengan rencana sebagai berikut:

a. Edukasi Budidaya Madu Klanceng

Edukasi untuk melalukan Budidaya Madu Klanceng akan diberikan oleh ahli kepada guru-guru di Muhammadiyah Kota Madiun. Program edukasi Budidaya Madu Klanceng merupakan program awal berjangka pendek. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Tahap Pertama akan dilakukan edukasi pada guru-guru Muhammadiyah, dengan mendatangkan tim ahli Budidaya Madu Klanceng untuk mengajarkan teknik budidaya. Edukasi oleh tim ahli dilakukan untuk mengelola Lebah Klanceng mulai dari pemeliharaan dan pengelolaan lebah madu, penanganan pasca panen dan pemasarannya, serta analisa usaha budidaya lebah madu secara terpadu.
  2. Tahap Kedua, Guru-guru Muhammadiyah yang telah mendapatkan edukasi awal melaksanakan praktik Budidaya Madu Klanceng di lahan yang telah disediakan di Ngrowo Bening dan lahan yang disediakan PDM. Praktik dilaksanakan dalam koloni lebah yang dikelola oleh masing-masing lembaga sekolah.
  3. Tahap Ketiga dilakukan Praktik panen Madu Klanceng dilaksanakan dalam kurun waktu sekira 3 bulan pasca peletakan koloni lebah di lahan yang telah disediakan. Pada program panen madu tahap 1, guru-guru Muhammadiyah juga melakukan praktik pengelolaan hasil madu klanceng. Pengelolaan dilakukan muali dari perah madu hingga pengemasan.
  4. Tahap keempat, Guru-guru Muhammadiyah yang telah melakukan budidaya awal Madu Klanceng melakukan perhitungan harga penjualan madu klanceng. Analisa pasar pada tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Budidaya Madu Klanceng dalam program ini. Analisis penetapan harga diketahui dengan metode break event point (BEP), benefit cost ratio (BC ratio) dan return of investment (ROI).
  5. Tahap kelima, Pasca prosuksi awal Budidaya Madu Klanceng akan dilakukan pelepasan pendampingan secara bertahap kepada guru. Selanjutnya kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala akan dilakukan oleh Lazismu Kota Madiun

b. Program berkelanjutan

Program berkelanjutan merupak program jangka panjang dalam Budidaya Madu Klanceng. Program ini dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Penjualan stup/koloni ini dapat dilakukan setelah terjadi pemecahan koloni (pemecahan koloni dapat dilaksananakan setelah 6 bulan). Koloni Lebah Klanceng yang telah berkembangbiak akan dipecah menjadi 2 koloni. Berdasarkan hasil tersebut nantinya masing-masing lembaga sekolah diharapkan dapat memiliki pilihan untuk menjual koloni baru.
  2. Penjualan madu dan produk turunannya. Dari 1 koloni didapatkan kurang lebih 50 ml madu murni dan membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 bulan. Dalam tiap musim panen masing-masing lembaga sekolah boleh melakukan produksi turunan dan memasarkan produk hasil Madu Klanceng. Keuntungan dari penjualan dapat digunakan untuk memakmurkan lembaga sekolah, khususnya dalam memakmurkan guru Muhammadiyah (melalui program Peduli Guru).
  3. Program “Edutrip Lebah Klanceng Muhammadiyah Kota Madiun”. Kegiatan Budidaya Madu Klanceng dapat menjadi sarana daan media penunjang pendidikan di sekolah Muhammadiyah. Sebagai seorang guru kegiatan Budidaya Madu Klanceng dapat dijadikan sebagai sarana dan media pembelajaran di luar kelas tidak hanya untuk sekolah Muhammadiyah namun juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat umum. Kegiatan ini akan menjadi program tersendiri yang dikenal sebagai Edutrip Lebah Klanceng Muhammadiyah Kota Madiun. Bukan tidak mungkin hal ini menjadi salah satu lahan untuk mendapatkan pendapatan baru bagi lembaga sekolah pemilik koloni lebah klanceng.

Budidaya Lebah Klanceng ternyata memungkinkan didapatkannya beberapa jenis komoditi selain madu klanceng murni. Lebah Klanceng dapat pula menghasilkan pollen, royal jelly, malam (lilin lebah) dan propolis. Pada tahun ke-1 dalam 1 koloni budidaya Madu Klanceng dapat menghasilkan 4 kali panen dalam setahun. Produksi rata-rata madu murni pada setiap 5 koloni lebah adalah 4 botol dengan ukuran 200 ml. Harga jual madu di pasaran sekira Rp. 50.000 per botol.

Pada periode tahun ke-2 Madu Klanceng dapat dipanen hampir tiap bulan. Pada periode musim hujan jumlah produksi madu relatif meningkat yang disebabkan oleh jumlah dan ketersediaan pangan lebah madu yang melimpah. Pada periode kedua jumlah produksi madu sedikit menurun yang disebabkan banyak bunga-bunga yang tidak berkembang di musim kemarau. Hasil produksi pada tiap bulannya sejumlah Rp. 200.000 per koloni. Pendapatan 1 koloni dalam 1 tahun sejumlah Rp 2.400.000. Bedasarkan perhitungan tersebut dengan perkiraan 15 koloni dari semua lembaga sekolah didapatkan sejumlah Rp 36.000.000 per tahun.

Hasil pendapatan Budidaya Madu Klanceng cukup menguntungkan sebagai usaha yang di jalankan dengan pengeluaran rata-rata biaya produksi yang relatif rendah. Dana produksi terdiri dari penyusutan stup, penyusutan alat dan biaya variabel (koloni/botol). Penghasilan bersih peternak pun masih dapat ditingkatkan melalui program edutrip.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*