Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Selasa , 5 Maret 2024
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan » Lazismu Dukung MDMC Jatim Gelar Geladi Aksi Relawan Tanggap Bencana Tsunami di Banyuwangi

Lazismu Dukung MDMC Jatim Gelar Geladi Aksi Relawan Tanggap Bencana Tsunami di Banyuwangi

Ilustrasi kegiatan MDMC siaga Bencana Tsunami

Sebagaimana dicermati oleh pihak-pihak terkait, Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang memiliki generator gempa dari zona subduksi lempeng di Samudra Hindia dan sesar aktif daratan. Dengan adanya daerah yang berhadapan dengan zona subduksi, maka kawasan di pesisir pantai selatan Jawa Timur berpotensi dilanda tsunami. Hal ini disebabkan pula dengan adanya zona seismic gap di daerah selatan Jawa Timur, dimana zona yang seharusnya rekatif aktif secara tektonik namun jarang terjadi gempa signifikan dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkann energi gempa yang terakumulasi (BMKG 2020).

Adanya resiko Gempa Bumi yang berpotensi Tsunami berketinggian 29 meter di Pesisir Pantai Selatan Jawa Timur itu, membuat Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur atau yang dikenal dengan nama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selalu bersiaga. Kesiapsiagaan itu diwujudkan dengan melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Relawan MDMC. Kegiatan yang didukung oleh Lazismu Jatim ini akan digelar di gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu-Ahad, 16-17 Oktober 2021.

Menurut Yuanita Wulandari, MDMC Jatim, acara ini berbetuk peningkatan pemahaman dan Gladi Ruang terkait kegiatan tanggap darurat Gempa Bumi yang berpotensi Tsunami. Program ini merupakan upaya untuk menguatkan kapasitas dan meningkatkan keterampilan bagi 8 PDM beserta ortomnya di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami. Dimana di setiap PDM memiliki AUM yang berpotensi terdampak Ketika gempa dan tsunami terjadi.

Disamping itu penguatan sistem One Muhammadiyah One Response (OMOR) bagi warga persyarikatan sebagai wujud peningkatan pengetahuan untuk berkoordinasi dan berkomunikasi pada saat tanggap darurat bencana, baik kepada MDMC maupun Lazismu.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Workshop Siaga Bencana Tsunami yang pernah diadakan secara daring (online) beberapa waktu lalu. Tujuannya adalah membangun budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan risiko bencana, guna memperkokoh ketahanan warga Persyarikatan dalam menghadapi bencana secara terencana, terpadu dan terkoordinasi dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia” kata Yuanita di gedung Muhammadiyah Jatim, 14/10/21.

“Kami juga menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke warga persyarikatan dan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait tentang kondisi struktur bangunan dan aksesibilitas lingkungan Amal Usaha Muhamamdiyah sebagai upaya pengurangan risiko bencana yang menjangkau semua warga” imbuhnya.

“Program ini adalah program percontohan, dimana harapannya adalah di masing-masing daerah maupun rayon MDMC dapat menduplikasikannya sebagai upaya pengurangan resiko bencana berdasarkan kemampuan sumber daya dan sumber dana yang dimiliki” pungkas Yuanita. (Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*