Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Senin , 19 Februari 2024
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » LAZISMU Jatim Canangkan Kampung Berdaya Unggas Petelur dalam Program Peternakan Masyarakat Madani di Kabupaten Blitar

LAZISMU Jatim Canangkan Kampung Berdaya Unggas Petelur dalam Program Peternakan Masyarakat Madani di Kabupaten Blitar

LAZISMU Jawa Timur mencanangkan program Kampung Berdaya Unggas Petelur dalam pilar ekonomi guna memajukan potensi suatu kampung atau desa agar kehidupan sosial ekonomi masyarakat bisa maju dan berkembang. Salah satu area binaan yaitu kecamatan Selorejo dan Doko di Kabupaten Blitar.

Potensi yang dikembangkan di kedua desa dan kecamatan ini adalah ternak unggas (ayam) petelur. LAZISMU Jatim menyalurkan dana zakat kepada penerima manfaat yang telah terdata guna mengangkat kehidupan warga khususnya dengan kategori asnaf miskin, dengan program pemberdayaan ekonomi peternakan masyarakat madani.

Kemudian setelah dilakukan survei dan asesmen, maka pada hari Kamis tanggal 14 Desember 2023 siang program Kampung Berdaya Unggas Petelur dicanangkan dan disosialisasikan kepada 20 orang calon penerima bantuan dari dana zakat LAZISMU. Launching dan Sosialisasi kampung berdaya ini dilakukan pada salah satu ruang pendidikan di Masjid Salsabila, desa Ampel Gading kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, tepatnya di lereng gunung Kawi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua LAZISMU wilayah Jatim Imam Hambali bersama Wakil Ketua bidang Pendsitribusian dan Pendayagunaan Aditio Yudono dan Sekretaris Muhammad Masrukh. Dari Blitar hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar Sigit Prasetyo bersama jajaran LAZISMU Daerah. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selorejo dan Doko, Mistamaji dan Mahmudi juga hadir bersama jamaah binaan calon penerima bantuan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Blitar Sigit Prasetyo dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini merupakan sinergi bersama LAZISMU dan PDM plus PCM yang akan memberdayakan warga masyarakat penerima zakat agar mempunyai usaha ternak unggas petelur.

“LAZISMU Jatim dan PDM kabupaten Blitar akan memberdayakan warga masyarakat yang menjadi binaan PCM terutama di kecamatan Doko dan Selorejo ini dengan program Kampung Berdaya Unggas Petelur. Oleh sebab itu tahap demi tahap akan dilakukan dengan secara terencana, dengan penuh kesabaran sebagaimana pola pikir pengusaha, yang harus mampu puasa dulu ketika merintis usaha dan baru menuai hasil ketika sukses dalam rentang waktu yang tidak singkat” ungkap Sigit Prasetyo di hadapan 20 warga Doko dan Selorejo yang menjadi binaan program kampung berdaya.

“Selanjutnya program ini melibatkan pihak swasta yaitu PT Jatinom, perusahaan peternakan di Blitar, untuk melakukan pembinaan dan pengawasan kepada calon penerima, tahap demi tahap agar bisa berjalan sesuai dengan harapan. Nah, 20 orang calon penerima dari 2 PCM yang terpilih ini akan mendapatkan kandang ayam dari kawat sekaligus ayam yang siap bertelur lengkap dengan pakannya, dengan modal awal per orang kurang lebih Rp. 5-6 juta, total Rp 120 jutaan. 20 orang ini kemudian melaksanakan usaha secara berkelompok, menjadi 4 kelompok usaha” jelas Sigit kepada para hadirin.

Sementara itu Imam Hambali MSEI, Ketua LAZISMU Wilayah Jatim menekankan pentingnya jiwa wirausaha dan semangat usaha bersyirkah bagi calon penerima program dari dana zakat.

“Penting dipahami dalam program kampung berdaya ternak unggas petelur ini adalah usaha secara syirkah atau berkelompok. Diharapkan dengan berkelompok ini mindset wirausahawan akan tumbuh, yaitu bagaimana mengelola usaha secara bersama yang kemudian bisa dinikmati bersama. Jika sendiri-sendiri akan sulit berkembang. Dengan pola penguatan seperti ini akan muncul dan berkembang usaha usaha ternak petelur yang baru sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat di Doko dan Selorejo ini” kata Imam Hambali.

Giat Launching dan Sosialiasasi ini diakhiri dengan penandatanganan MOU antara LAZISMU dengan PCM Doko dan Selorejo. Demikian pula dengan akad penerimaan bantuan dana zakat kepada 20 orang warga masyarakat di dua kecamatan yakni, Doko dan Selorejo, ditanda tangani oleh semua calon penerima.

Calon penerima merupakan asnaf miskin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, pekebun, penggarap lahan, usaha mikro dengan penghasilan antara Rp 500-600 ribu sebulan. Bahkan ada yang pensiunan guru. Dengan program ternak unggas petelur ini diharapkan masing-masing mendapatkan tambahan penghasilan bersih minimal Rp 150 ribu sebulan dari hasil penjualan telur.

Selanjutnya untuk teknisnya LAZISMU akan menugaskan kepada pihak swasta PT Jatinom Blitar untuk pengadaan barang-barang modal usaha, diantaranya kandang ayam dari kawat, pulet atau ayam petelur beserta dengan pakannya untuk masa sebulan. Diharapkan pada awal Januari 2024 semua calon penerima telah menerima bantuannya dan melaksanakan program. (Ddt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*