Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Rabu , 10 Agustus 2022
Breaking News
You are here: Home » Kesehatan » Lazismu Jatim dan Nasyiatul Aisyiyah Fokus Dampingi Ibu dan Balita Stunting dengan Kondisi Parah di Surabaya

Lazismu Jatim dan Nasyiatul Aisyiyah Fokus Dampingi Ibu dan Balita Stunting dengan Kondisi Parah di Surabaya

Lazismu dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jatim pada tahun 2022 bertekad untuk terus melanjutkan program Cegah Stunting dan Tingkatkan Gizi Seimbang (Timbang) yang sudah dilaksanakan pada tahun 2021 di 4 Daerah di Jawa Timur.

Giat Lazismu Jatim dan Organisasi Putri Nasyiatul Aisyiyah (Nasyiah) hari ini dalam mengisi libur Isra’ Mi’raj dan menyemarakkan hari Gizi Nasional, selasa siang tanggal 28 Februari 2022 di SD Muhammadiyah Bahari, Jl Sukolilo Bulak, Surabaya dengan beraksi bersama untuk sesama. Aksi ini menyasar ibu-ibu yang mempunyai anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan kondisi stunting yang terparah, sesuai data dari kader Puskesmas setempat.

Dengan tema “Tingkatkan Gizi Seimbang pada Balita untuk Mencegah Stunting”, kegiatan ini diisi dengan penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu dengan Balita stunting kondisi parah oleh para kader Nasyiah Surabaya. Dalam acara itu juga dilakukan pemberian makanan tambahan guna meningkatkan gizi.

Menurut Adinda Purnamasari S.Kom, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Surabaya, sebanyak 15 ibu dan Balita dengan stunting terparah di kawasan Bulak dan Kenjeran akan menerima program pendampingan dari para kader gizi Nasyiah dan Lazismu guna meningkatkan pertumbuhan badan anak-anak bergizi buruk.

“Hari ini kita, Nasyiah di Surabaya yang didukung oleh Lazismu Jatim menggelar kegiatan memberi kebermanfaatan kepada warga masyarakat di Bulak dan Kenjeran yaitu penyuluhan bagi ibu-ibu yang mempunyai anak balita dengan kondisi stunting (gizi buruk) terparah sesuai dengan data dari Puskesmas” kata Adinda Purnamasari.

Sementara itu Fitriyah SPd, Kader Nasyiah Surabaya mengatakan bahwa kegiatan Nasyiah hari ini untuk menyemangati ibu-ibu yang anaknya dalam kategori stunting khususnya di kawasan Bulak dan Kenjeran, pesisir Surabaya timur.

“Kami memberikan dukungan dan keyakinan bahwa stunting itu bukan suatu penyakit berat atau membahayakan, namun hanyalah sebagai akibat dari kekurangan gizi anak yang berdampak pada pertumbuhannya. Kemungkinan karena ketidak tahuan para ibu bagaimana memberikan asupan gizi yang baik kepada anaknya. Sehingga para ibu tidak perlu takut” kata Fitriyah.

Fitriyah menambahkan setelah acara hari ini akan dilakukan kegiatan pendampingan dan kunjungan dari rumah ke rumah (door todoor) guna melihat kondisi dari dekat keadaan tempat tinggal ibu dan Balita dengan stunting parah dan memberikan vitamin khusus bagi mereka.

“InsyaAllah, para Kader Nasyiah dalam pekan ini akan turun ke lapangan door to door turut memberikan sumbangan solusi terkait bagaimana menjaga kebersihan tempat tinggal dan hyiginitas makanan yang diberikan kepada anak balita. Semoga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak balita khususnya di Surabaya” ujar Fitri di sela-sela kegiatan.

“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan baik dan lancar, disukseskan oleh para kader Nasyiah dari PCNA Bulak dan Kenjeran. Ibu-ibu Aisyiyah atau PCA juga turut mendukung dan memberikan apresiasi pada kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Jatim yang membantu mensupport acara ini dan juga KLL PWNA Jatim atas akses informasinya.” ucapnya.

Sementara itu Aditio Yudono, Sekretaris Lazismu Jatim, mengatakan bahwa program Tingkatkan Gizi Seimbang (Timbang) adalah program nasional Lazismu untuk meningkatkan pertumbuhan balitan dengan penyuluhan kesehatan dan pemberian asupan makanan bergizi yang seimbang.

“Karena program Timbang ini adalah program nasional Lazismu, maka sudah selayaknya kita bersama berkewajiban untuk melaksanakannya. Dari data yang masuk menunjukkan bahwa di kota-kota besar ternyata banyak anak-anak balita dengan pertumbuhan yang kurang baik sehingga berat dan tinggi badan serta perkembangannya tidak sesuai harapan” ungkap Aditio.

“Oleh sebab itu Lazismu dan organisasi Nasyiatul Aisyiyah peduli dan konsen untuk membantu menangani permasalahan gizi masyarakat ini. Tujuan kita hanya sekedar membantu meringankan beban ibu-ibu dengan balita stunting, yang mereka secara sosial ekonomi kurang mampu. Upaya kita tidak lebih dari itu, karena masalah ini sebenarnya ranah Pemerintah dan pihak terkait. Namun jika kita diminta untuk lebih dari itu pun tentu siap dengan dukungan semua pihak” ujarnya.

“Terima kasih kepada para kader Nasyiah yang telah rela hati menjadi pendamping bagi ibu-ibu dengan balita stunting. Juga kepada para muzaki, donatur dan dermawan yang telah berpartisipasi kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga langkah kita ini diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin” harap Aditio. (ddt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*