Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 21 Januari 2022
Breaking News
You are here: Home » Ekonomi » Lazismu Jatim Segera Duplikasi dan Kembangkan BankZiska di Beberapa Daerah di Jawa Timur

Lazismu Jatim Segera Duplikasi dan Kembangkan BankZiska di Beberapa Daerah di Jawa Timur

BankZiska yang merupakan program unggulan bidang ekonomi Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur akan segera diduplikasi di berbagai Daerah. Saat ini baru ada satu unit BankZiska yaitu di Ponorogo. Ke depan dengan akan diadakannya pelatihan BankZiska diharapkan akan berdiri beberapa unit BankZiska di Jatim.

BankZiska adalah program tasharuf LAZISMU se-Jawa Timur dalam rangka pemberdayaan usaha mikro melalui sistem al-Qardul Hasan, guna mencegah masyarakat dari jeratan Rentenir. BankZiska singkatan dari BANtuan Keuangan dari dana Zakat Infaq-shodaqoh dan dana Sosial KeAgamaan lainnya, merupakan unit keuangan mikro yang memberikan pinjaman sangat lunak (tanpa jasa) kepada para usaha mikro.

Dr Agus Edi Sumanto, Wakil Ketua Lazismu Jatim sekaligus Direktur BankZiska, pada Rapat Badan Pengurus (BP) Lazismu Jatim di Kampung Sapi kota Batu, Sabtu 14 Agustus 2021, mengatakan bahwa BankZiska yang dilaunching pada bulan September tahun 2020 lalu sudah saatnya dimasifkaan dan diperbanyak keberadaannya. Mengingat usaha masyarakat kecil sektor riil saat ini sudah terlalu banyak menderita dan jatuh terdampak Pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan yang dikelurkan oleh Pemerintah.

Kehadiran BankZiska Lazismu yang baru ada di desa Jabung Ponorogo sudah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha mikro atau mitra disana. BankZiska tidak hanya menjauhkan pelaku usaha mikro dari jeratan rentenir namun juga menggerakkan roda perekonomian wong cilik, terutama di pasar-pasar rakyat. Oleh sebab itu Agus Edi Sumanto menekankan agar BankZiska perlu segera ditingkatkan jumlahnya, tidak hanya di Ponorogo tetapi juga di Daerah lain.

Perkembangan BankZiska di Ponorogo

Perkembangan BankZiska Lazismu di Ponorogo cukup menggembirakan. Adanya BankZiska disini berkat sinergi dan kerjasama yang erat antara Lazismu wilayaha Jatim dengan BMT Hasanah Ponorogo. Respon dan animo masyarakat cukup baik, bahkan nama BankZiska menjadi ‘primadona’.

Agus Edi Sumanto dalam kesempatan Rapat BP Lazismu Jatim tersebut juga menyampaikan kinerja keuangan dan kelembagaan BankZiska selama setahun berjalan. Saat ini Cash on hand:sebesar Rp 16,6 juta, outstanding Rp 136,2 juta. Total penyaluran pembiayaan kredit al-Qardul Hasan Rp 321,9 juta. Rata-rata pembiayaan Rp 550 ribu per orang. Bulan Agustus 2021 ini dana Landing Rp 16,8 juta, angsuran Rp 10.5 juta. Jumlah anggota mitra binaan dan rekening penyaluran 576, yang aktif 329 dan yang lunas 247.

Total Relawan yang terlibat sebanyak 25 orang dari unsur Lazismu, Tokoh dan aktivis pejuang Muhammadiyah di Ranting dan Cabang. Mereka bertugas mengkoordinasi kelompok-kelompok peminjam, mulai dari pemberkasan sampai dengan pengumpulan angsuran dan penyetoran.

Satu orang Relawan mengampu antara 5 sampai dengan 50 Mitra Usaha atau pelaku usah mikro. Selama ini para Relawan tidak mendapatkan imbalan apapun, bahkan beberapa diantaranya malah menyumbang ke BankZiska Lazismu. Semangat dan dedikasi mereka berjuang untuk wong cilik sangat tinggi.

Saat ini BankZiska menjangkau 6 kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Operasional BankZiska ditopang oleh 2 karyawan tetap KLL BMT Hasanah dan disupport oleh seluruh pengurus BMT. Mobilitas Relawan sudah sangat padat untuk berkunjung dan membina para mitra. Ekspansi memang terkendala oleh Permodalan dan SDM, namun akan segera dapat teratasi dengan jalinan sinergi semua pihak.

Kondisi pelaku usaha miro atau mitra BankZiska saat ini masih dalam tahap pembinaan agar terus dapat berkembang dengan baik. Disadari bahwa pada saat pandemi dan PPKM para mitra BankZiska orientasinya hanya untuk memenuhi kebutahan bertahan hidup dan pangan, sehingga belum berpikir tentang pengembangan usahaa. Mereka minim pengetahuan tentang kewirausahaan atau manajemen usaha seperti, modal produk, packaging, branding produk, dan marketing juga belum memiliki ijin PIRT.

Yang patut diacungi jempol menurut Agus Edi Sumanto, para mitra BankZiska atau pelaku ush mikro binaan itu masih disiplin mengangsur angsuran pembiayaan. Hanya ada 5 Orang (satu kelompok) yang tertunda angsurannya karena belum bisa komunikasi kepada relawannya oleh sebab PPKM.

Kini juga sedang dikembangkan sistem digital BankZiska. Untuk memperbesar BankZiska diperlukan digitalisasi sistem bankziska dan para Mujahid yang tangguh. Aplikasi mobile banking bankziska berbasis cloudsystem yang berisi cabang, data nama mitra, pencairan, angsuran, saldo dana, saldo piutang mitra dan semisalnya, sedang dikembangkan.

Upaya ini diharapkan agar jika Lazismu Daerah mendirikan unit BankZiska dapat dengan mudah dieksekusi dengan data terintegrasi dan biaya semurah-murahnya, efisien dan efektif. Dengan bermodal aplikasi dan HP atau smart phone sudah dapat didirikan unit BankZiska.

“Semoga BankZiska dapat berkembang dan berdiri setidaknya 10 unit di berbagai Daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Jember, Pamekasan, Malang, dan sebagainya. Kita mulai dengan Pelatihan BnakZiska pada awal bulan September 2021 mendatang,” pungkas Agus Edi Sumanto mengkhiri laporan singkatnya pada Rapat BP Lazismu wilayah Jatim. (Ad)

BankZISKA

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*