Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Selasa , 16 April 2024
Breaking News
You are here: Home » Bencana & Kemanusiaan » MDMC dan LAZISMU Bojonegoro Adakan Diklat SAR Angkatan Ke-2 Guna Menempa dan Menggembleng Calon Relawan SAR Muhammadiyah

MDMC dan LAZISMU Bojonegoro Adakan Diklat SAR Angkatan Ke-2 Guna Menempa dan Menggembleng Calon Relawan SAR Muhammadiyah

Kesiapsiagaan dalam hal kebencanaan sangat diperlukan dalam rangka mengantisipasi dan merespon terjadinya suatu bencana di daerah. Oleh sebab itu keberadaan personal untuk mengantisipasi dan merespon kebencanaan sangat penting di masyarakat. Tugas itu tidak hanya menjadi ranah lembaga Pemerintah saja. Lembaga non Pemerintah atau organisasi kemasyarakatan, seperti Muhammadiyah dengan segala potensi dan kekuatannya, juga wajib terlibat untuk urusan kemanusiaan secara universal.

Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau yang dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro yang didukung oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) “Jungle Rescue SAR” Muhammadiyah Angkatan 2.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari mulai hari Jumat hingga Ahad, tanggal 23 – 25 Februari 2024. Pembukaan Diklat SAR ini dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, LAZISMU, Disaster Medic Committee (DMC) RS Aisyiyah Bojonegoro, Psikososial Bojonegoro, serta Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (MAHARESIGANA) Stikes Muhammadiyah Bojonegoro.

Menurut Rudi Suparno, Amil Eksekutif LAZISMU Bojonegoro, selama tiga hari peserta Diklat SAR ditempa di halaman Gedung PDM Bojonegoro dan di kawasan Gunung Pandan desa Klino kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro. Diklat ini memiliki fokus utama yaitu bagaimana menciptakan relawan yang tangguh, memiliki potensi yang memadai dalam bidang kebencanaan, serta mampu survive atau bertahan hidup di dalam hutan dengan perlengkapan yang ada.

“Rangkaian kegiatan Diklat SAR Angkatan 2 ini dimulai dengan proses pendaftaran serta medical chek up yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Diklat. Materi yang diberikan yang mencakup Al–Islam, Kemuhammadiyahan, Manajemen Penanggulanagn Bencana, Pengenalan LAZISMU, One Muhammadiyah One Response (OMOR), Fiqih Kebencanaan, Manajemen Logistik, Manajemen Packing, SAR Medis, Survival, serta ditutup dengan pelantikan dan pergantian komandan SAR periode selanjutnya, kata Rudi yang juga sebagai salah satu pemateri dalam Diklat SAR tersebut.

Komandan Apel dalam pembukaan Diklat tersebut adalah Suwadi Pranoto Nyono, S.Pd., selaku wakil Ketua bidang LRB PDM Bojonegoro yang memaparkan beberapa amanat.

“Yang pertama adalah SAR Muhammadiyah merupakan pasukan garda terdepan garda terdepan MDMC PDM Bojonegoro. Kedua, sistem yang dipakai dalam SAR Muhammadiyah adalah Komando satu perintah. Ketiga, jiwa korsa yang harus ditanamkan dalam diri setiap personal ditinjau dari berbagai aspek, meliputi rasa hormat, setia kawan dan kesadaran menjadi bagian dari SAR Muhammadiyah. Itu semua penting untuk menjadi perhatian,” tutur kak Wandi sapaan harian Suwadi, saat menyampaikan sambutanya.

Hari pertama Diklat SAR peserta masih digembleng di halaman PDM Bojonegoro guna mendapatkan berbagai materi. Pagi hari kedua dilanjutkan kegiatan ke Gunung Pandan di desa Klino. Diawali dengan berjalan sejauh 36 km menuju lokasi, yang dimulai dari desa Gondang kecamatan Gondang. Peserta dipandu oleh komandan Diklat dari TNI, Tim kesehatan Ambulan LAZISMU dan panitia. Sampai di Gunung Pandan peserta dibekali dengan berbagai hal berkenaan penanganan kebencanaan.

Akhirnya pada pagi hari ketiga petualangan turun gunung dengan berbagai rintangan dan hambatan serta berjalan kaki dilakukan oleh peserta dan team panitia. Tepat pukul 14.00 WIB peserta dan panitia tiba di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro dengan muka yang gembira dan bersahaja. Walau ada peserta yang cidera namun jiwa dan semangat senantiasa berkobar tanpa kenal lelah dan menyerah.

Kegiatan penutupan pun digelar dengan pembina apel Khoirul Mu’minin selaku Ketua MDMC Bojonegoro. Dalam sambutanya ustadz Ilung, sapaan akrab Khoirul Mu’minin, memberikan amanatnya.

“SAR Muhammadiyah merupakan garda terdepan rescue di LRB khususnya PDM Bojonegoro yang harus siap dan tanggap ketika ada operasi SAR gabungan. Oleh karena itu kita perlu terus menumbuhkan jiwa korsa antar personel agar bisa terus bermanafaan untuk sesama” seru Khoirul mu’minin ketua LRB PDM kabupaten Bojonegoro.

“Selain itu prinsip Aqidah yang kuat dalam SAR Muhammadiyah perlu terus dijaga untuk mencari ridho ilahi setinggi-tingginya. Tak lupa pula sebagai seorang relawan Muhammadiyah kita juga perlu mengamalkan hadits nabi yang berbunyi : Manusia yang dicintai di sisi Allah adalah manusia yang mampu memberi manfaat untuk manusia lainya, dan mu’min yang sedang kesusahan” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Ustadz Ilung mengesahkan Anggota SAR Muhammadiyah Angkatan Kedua. Ia juga melantik Muslih sebagai komandan SAR Muhammadiyah, menggantikan posisi Khoirul Mu’minin yang sebelumnya sudah didaulat menjadi ketua MDMC Bojonegoro. (Rudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*