Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Selasa , 5 Maret 2024
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga » Rakerwil LAZISMU Jatim 2024 Luncurkan SIMZISKA dan Sertifikasi Amil Untuk Konsolidasi Keuangan dan Peningkatan Kapasitas SDM

Rakerwil LAZISMU Jatim 2024 Luncurkan SIMZISKA dan Sertifikasi Amil Untuk Konsolidasi Keuangan dan Peningkatan Kapasitas SDM

Rakerwil LAZISMU Jawa Timur 2024 yang bertemakan “Penguatan Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)” dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr dr Sukadiono MM, Sabtu (6/01/24). Rakerwil yang dilaksanakan di Surabaya Suite Hotel selama dua hari, tanggal 6 dan 7 Januari 2024 itu berlangsung cukup meriah yang diisi dengan berbagai agenda sidang pembahasan yang disertai rencana aksi dan pencanangan akselerasi.

Rakerwil diikuti oleh sekitar 168 orang peserta, terdiri dari 15 Badan Pengurus (BP) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) LAZISMU wilayah Jatim, 139 peserta LAZISMU Daerah (PDM, BP dan DPS), 6 orang Manajer Kantor Layanan tingkat wilayah, dan undangan khusus.

Jajaran Pimpinan Muhammadiyah yang hadir antara lain Dr dr Sukadiono MM Ketua PWM Jawa Timur, bersama Wakil Ketua Hidayaturrahman MM, dan Dr Syamsuddin MA. Dari LAZISMU PP Muhammadiyah hadir Dr Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Badan Pengurus bersama Sekretaris Dr Gunawan Hidayat.

Sementara itu pada jajaran undangan khusus tampak KH Ahsanul Haq, Wakil Ketua BAZNAS Jatim, Staf Khusus Gubernur Jatim bidang Politik Hukum & Pemerintahan Budi Raharjo MM, Stafsus Walikota Surabaya, serta para mitra LAZISMU dari Mejelis Telkomsel Taqwa (MTT), BSI, Bank Jatim Syariah dan Bank Muamalat.

Dalam sambutannya Ketua PWM Jawa Timur Dr dr Sukadiono, dalam al-Quran surat al-Hasyr ayat 18 yaitu memberikan pelajaran bagi kita untuk menetapkan mekanisme evaluasi diri. Dalam konteks LAZISMU adalah evaluasi program.

“Marilah kita menilai program yang telah berjalan dan merencanakan program untuk periode berikutnya yang lebih baik dan lebih sukses,” kata Dr dr Sukadiono.

Kesuksesan sebuah program, tambah Dr Sukadiono, ditentukan setidaknya empat hal, yaitu komitmen pimpinan, infrastruktur yang tersedia, kompetensi SDM dan kompetisi.

“Terkait komitmen pimpinan, menarik memperhatikan data dari BAZNAS Jawa Timur yang cukup mengejutkan. Yaitu BAZNAS Kota Surabaya mampu menghimpun dana zakat 4,2 milyar setiap bulan, atau 59,4 milyar setiap tahun. Kesuksesan ini tidak lepas dari komitmen walikota Surabaya yang mewajibkan semua ASN di lingkungannya membayar zakat melalui Badan Amil Zakat,” jelasnya.

“Jika ASN bisa diatur seperti itu, maka Aparatur Sipil Muhammadiyah (ASM) yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) akan diwajibkan untuk membayar zakat atau infaq di LAZISMU. Hal ini bukan soal besar dan kecilnya gaji, tetapi soal komitmen pada ajaran agama. Berapapun nominalnya bukan masalah. Sebagaimana al-Quran surat Ali-Imron 134, baik ekonomi longgar ataupun sempit infak harus tetap berjalan,” tegasnya.

Kemudian Jika membahas infrastruktur, sambung Dr dr Sukadiono, maka LAZISMU harus memiliki kantor yang permanen dan menyiapkan tata kelola dalam penghimpunan, pelayanan dan pendistribusian sesuai dengan perkembangan zaman, yaitu digitalisasi.

“Sekarang ini layanan yang berbasis manual sudah ketinggalan dan tidak mampu mengejar target perolehan LAZISMU nasional yang mencapai setengah trilyun Rupiah,” jelasnya.

Terkait kompetensi karyawan, maka rekrutmen dan promosi pegawai, ia mengharapkan harus berdasarkan kompetensi. Bukan berdasarkan like and dislike. Setiap karyawan mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kompetensinya.

“Ada teori belajar 70-20-10. Maksudnya 70% belajar dari pengalaman, 20% belajar dari orang lain, dan 10% dari bangku sekolah. Informal learning menempati porsi yang sangat besar,” terangnya.

“Sekiranya ada dokter yang tidak pernah praktik, maka ia bisa kehilangan 70% pengetahuannya, karena ia tidak sempat belajar dari pengalaman. Intinya jangan takut untuk mencoba melaksanakan amanah. Lebih baik salah kemudian diperbaiki, daripada tidak berani mencoba sama sekali,” pesannya.

“Yang terakhir adalah kompetisi. Ini yang penting agar timbul saling asah dan berfastabiqul khairat. Untuk merangsang spirit berkompetisi harus disiapkan reward bagi yang berprestasi. Insyaallah penguatan inovasi sosial yang kita ikhtiarkan akan segera terwujud”, pungkasnya.

Dalam Rakerwil tersebut juga diluncurkan program Sertifikasi Amil dan Sekolah Amil yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tak ketinggalan peluncuran SIM-ZISKA (Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Dana Sosial Keagamaan) untuk konsolidasi laporan keuangan, penghimpunan dan penyaluran, menggantikan sistem yang lama.

Award LAZISMU Jatim 2023

Menjelang Penutupan Rakerwil Ahad (7/01/24), diserahkan Award atau Penghargaan LAZISMU Jatim kepada LAZISMU Daerah yang berprestasi. Sembilan kategori diperebutkan oleh para nominator. Setelah melalui penilaian dan penelaahan, maka diumumkan para penerima Award LAZISMU Jatim 2023. Para penerima dalam berbagai kategori adalah sebagai berikut :

  1. Pilar Pendidikan, nominatornya adalah Kota Kediri, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Ponorogo. Award diberikan kepada Kabupaten Ponorogo.
  2. Pilar Kesehatan, nominatornya adalah Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya, dan Kabupaten Pasuruan. Award diberikan kepada Kabupaten Pasuruan.
  3. Pilar Ekonomi, nominatornya adalah Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo. Award diberikan kepada Kabupaten Bojonegoro
  4. Pilar Sosial-Dakwah, nominatornya Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Lumajang. Award diberikan kepada Kabupaten Sidoarjo.
  5. Pilar Lingkungan, nominatornya Kota Batu, KLL PW Aisyiyah Jatim, Kota Malang. Award jatuh kepada Kota Batu.
  6. Pilar Kemanusiaan, nominatornya Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya dan Kabupaten Lumajang. Award diberikan kepada Kabupaten Lamongan.
  7. Pertumbuhan ZISKA Terbaik, nominatornya Kabupaten Lamongan, KLL PW Aisyiyah Jatim dan Kabupaten Kediri. Award diberikan kepada Kabupaten Lamongan.
  8. Tim Fundraiser Terbaik, nominatornya : Kota Probolinggo, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Malang. Award diberikan kepada Kabupaten Gresik.
  9. Juara Umum diraih oleh Kabupaten Lamongan.

Para penerima Award 2023 menerima piagam penghargaan dan Vandel dari LAZISMU Jatim sebagai tanda apresiasi atas pencapaian LAZISMU Daerah dan Kantor Layanan. (Adit/Sugiran)

Simak tayangan Pembukaan Rakerwil LAZISMU Jatim 2024 di Surabaya, melalui kanal Youtube..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*