Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Selasa , 20 Februari 2024
Breaking News
You are here: Home » News » Sinergi LAZISMU dengan MPKS PWM Jatim Mewujudkan Pendirian Rumah Lansia Senior Care di Jawa Timur

Sinergi LAZISMU dengan MPKS PWM Jatim Mewujudkan Pendirian Rumah Lansia Senior Care di Jawa Timur

Ilustrasi merawat Lansia

Persyarikatan Muhammadiyah didirikan dengan semangat yang tulus dan ikhlas untuk membumikan ajaran agama Islam kepada ummat Islam dan penduduk di Nusantara ini dengan pengajaran atau pendidikan dan berbagai aksi kebajikan guna membela kaum yang tidak berdaya dan dhuafa.

Sebagaimana kita tahu dari buku sejarah Muhammadiyah bahwa KH Ahmad Dahlan sang pendiri Persyarikatan, dengan kajian Surat Al-Maun yang diulang-ulang dan gebrakan aksi sosialnya telah membuat geger kampung Kauman di lingkungan Kraton Yogyakarta. Saat itu KH Ahmad Dahlan bersama santri-santrinya mengumpulkan anak yatim,gelandangan lanjut usia, kaum fakir miskin dan dhuafa di Langgar atau suraunya untuk diberikan santunan, berupa makanan dan pakaian.

Tidak hanya itu KH Ahmad Dahlan juga mengajak mereka mengaji al-Qur’an dan memberikan pendidikan modern menurut ukuran waktu itu. Itulah cikal bakal berdirinya Panti Asuhan Muhammadiyah yang masih terus bersinar hingga saat ini. Semangat ikhlas menolong sesama yang membutuhkan itulah menjadikan Muhammadiyah tumbuh membesar melintasi zaman dengan puluhan ribu Amal Usaha, ribuan kilometer persegi aset tanah dan puluhan juta anggota dan simpatisannya.

Semangat al-Ma’un itulah yang akan dibangkitkan kembali di tengah arus globalisasi, korporatisasi dan kapitalisasi sumber daya yang kian menggurita di Muhammadiyah. Sinar al-Ma’un harus senantiasa bersinar hingga kapanpun menyertai perjalanan Muhammadiyah hingga akhir zaman. Semangat al-Ma’un itu akan senantiasa mendekatkan jiwa seorang Muslim yang menegakkan Sholat dan menjauhkan diri disebut sebagai golongan pendusta agama dengan aksi peduli dan menolong sesama.

Menyadari hal itu LAZISMU bersinergidengan Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. MPKS PWM Jatim adalah salah satu Majelis di Persyarikatan Muhammadiyah yang membawahi 130 Panti Asuhan Anak Yatim-Piatu dan Dhuafa di berbagai Daerah di Jawa Timur.

Pada awal tahun 2024 ini LAZISMU dan MPKS PWM Jatim bersepakat menggagas berdirinya Rumah atau Panti bagi Lanjut Usia (Graha Lansia). MPKS mempunyai program Muhammadiyah Senior Care (MSC) dan LAZISMU mempunyai program Sayangi Lansia. Kedua Majelis dan Lembaga ini bertemu dalam program yang beririsan.

Pertemuan antara LAZISMU dan MPKS PWM Jatim guna mewujudkan gagasan itu dilaksanakan di gedung LKSA Panti Aisyiyah Kota Batu di kawasan Bumiaji, Jumat sore (19/01/24). Hadir dalam pertemuan sinergi itu Muhammad Abduh Wakil Ketua PWM Jatim yang membidangi Kesejehteraan Sosial, Hudi Nurwulan Ketua MPKS PWM Jatim bersama Sekretaris M Huda, Ketua LAZISMU Jatim Imam Hambali MSEI beserta Wakil Ketua Aditio Yudono, Sekretaris Muhammad Masrukh dan Wakil Sekretaris Zaenal Abidin. Sementara itu juga tampak jajaran PDM kota Batu dan pimpinan LKSA Aisyiyah kota Batu.

Dalam pertemuan yang dilakukan setelah melakukan survei rencana lokasi Graha Lansia itu dibahas tentang peran dan tugas LAZISMU dan MPKS guna mewujudkan fasilitas pelayanan perawatan bagi orang tua atau lanjut usia yang sudah tidak berdaya. LKSA Aisyiyah kota Batu membantu dan menyediakan lahan untuk didirikan bangunan gedung layanan Graha Lansia Muhammdiyah Senior Care.

Sejak Muktamar ke-47 Muhammadiyah telah mempunyai konsep Senior Care yang di Jawa Timur perlu diwujudkan menjadi fasilitas sosial berbentuk Graha Lansia. Sedangkan LAZISMU berperan sebagai penyandang dana awal untuk pembangunan fasilitas gedungnya. Dalam perjalanannya nanti disepakati bahwa LAZISMU dan MPKS akan melakukan kegiatan fundraising bersama guna mendukung operasional Graha Lansia Muhammadiyah. Selain itu sinergi dengan Majelis dan Lembaga di lingkungan Muhammadiyah lainnya perlu dijajaki, seperti dengan Majelis Tabligh dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK).

Imam Hambali Ketua LAZISMU Jatim menyatakan LAZISMU siap membantu pendanaan untuk pembangunan bangunan perawatan bagi Lansia karena memang sudah diprogramkan dan dituangkan dalam RAPB 2024.

“Untuk tahap awal kita siapkan dana Rp 200 juta guna membangun sebuah gedung untuk tempat tinggal dan perawatan 10 orang lansia. Jika sudah berjalan dan semakin bertambah jumlah lansia yang akan tinggal, nanti kita tawarkan kepada para donatur dan dermawan untuk penambahan bangunan gedungnya” ucap Imam Hambali ketika memberikan sepatah kata dalam pertemuan itu.

Zaenal Abidin, Wakil Sekretaris LAZISMU Jatim dan juga salah satu anggota MPKS PP Muhammadiyah mengatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari program nasional Muhammadiyah Senior Care periode lalu.

“Alhamdulillah pada bulan Januari 2024 ini kita bisa matangkan konsep pendirian Graha Lansia Muhammadiyah Senior Care di kota Batu. Program ini sebenarnya sudah ada di MPS PWM Jatim pada periode lalu, namun baru bisa dibahas dalam tataran praktis pada periode ini. Semoga ini bisa menjadi pilot project MPKS PP Muhammadiyah di Jawa Timur tahun ini. Dari pihak LKSA Aisyiyah kota Batu sendiri sudah bersedia membantu penyediaan lahannya. Sementara LAZISMU siap dengan dana awal Rp 200 juta, dan juga terus berfundraising” kata Zaenal Abidin, Wakil Sekretaris LAZISMU Jatim.

Muhammad Abduh Wakil Ketua PWM Jatim membidangi Kesejahteraan Sosial mengapresiasi rencana membangun gedung Graha Lansia di kota Batu.

“Ini adalah gerakan orisinil Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya sudah menjadi core dakwah KH Ahmad Dahlan sang pendiri Persyarikatan. Saya sangat setuju dan mendukung pembangunan gedung Graha Lansia ini,” ucap Muhammad Abduh ketika memberikan pandangannya dalam pertemuan tersebut.

Abduh berharap nantinya ada dua sasaran perawatan Lansia, yaitu premium dan dhuafa, namun tidak membedakan pelayanan kepada keduanya. Oleh sebab itu Abduh menekankan subsidi silang biaya perawatan Lansia yang dhuafa dan premium sehingga keduanya dapat dilayani dengan layanan yang sama.

Sementara itu Hudi Nur Wulan, Ketua MPKS PWM Jatim menambahkan agar dimensi spiritual dari gedung Graha Lansia ini lebih ditonjolkan dan tidak sekedar merawat lansia secara disik saja.

“Misi Muhammadiyah adalah menegakkan agama Allah di muka bumi ini. Oleh sebab itu pada program Graha Lansia Muhammadiyah Senior Care ini aspek ibadah, seperti Sholat, berdoa, baca Qur’an dan ibadah lainnya bagi para lansia harus lebih diutamakan pembimbingannya. Itu dilakukan agar mereka nantinya bisa Khusnul Khatimah pada hari akhir hidupnya. Bimbingan keagamaan Islam harus rutin dilakukan dan tidak hanya memberikan pelayanan rawat tinggal saja kepada para Lansia tanpa sentuhan aspek agama,” kata Hudi Nurwulan.

Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini adalah pada bulan Januari 2024 ini sudah ditetapkan lokasi untuk lahan gedung Graha Lansia Muhammadiyah Senior Care di kawasan Bumiaji atau di dekat gedung Panti Asuhan LKSA Aisyiyah Kota Batu. Selanjutnya dilakukan penyusunan personalia Pengurus dan perencanaan pembangunan gedungnya. Semoga lekas terwujud. (Adit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*