Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 3 Maret 2024
Breaking News
You are here: Home » News » Sinergi LDK & LAZISMU Jatim Jalin Silaturrahmi Dakwah Bina Mandiri Bagi Eks Napiter di Surabaya

Sinergi LDK & LAZISMU Jatim Jalin Silaturrahmi Dakwah Bina Mandiri Bagi Eks Napiter di Surabaya

Menuju kehidupan yang lebih baik menjadi dambaan setiap insan. Islam adalah agama yang penuh rahmat dan kasih sayang. Menebarkan rahmat dan kasih sayang di dunia menjadi kewajiban segenap kaum Muslimin dan Muslimat. Itulah salah satu langkah dakwah agama Islam. Oleh karena itu Islam tidak menganjurkan jalur kekerasan dan kerusakan dalam menyebarkan kebenaran.

Sebagaimana kita ketahui bahwa paham-paham keagamaan yang menyimpang masih berkembang di tanah air, terutama mereka yang bergerak pada jalur kekerasan. Menebar teror, intimidasi, provokasi, membunuh dan melakukan kerusakan demi mempertahankan dan menyebarkan pahamnya merupakan jalan yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama Islam. Jika terus dilakukan maka akan berurusan dengan penindakan hukum. Oleh sebab itu bagi yang berpaham kekerasan dan keganasan (teroris) didorong untuk bisa kembali ke jalan yang benar dan hidup normal dalam pandangan Islam yang rahmatan lil’alamin.

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang didukung oleh LAZISMU menyelenggarakan Dakwah Bina Mandiri, di gedung Muhammadiyah Jatim Kertomenanggal Surabaya (14/04/23). Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjembatani mereka yang kembali ke jalan yang benar untuk hidup bisa normal dengan menebar kebaikan dan kebermanfaatan kepada sesama. Acara ini dihadiri sekitar 16 orang mantan (eks) Napi teroris (Napiter), Kanit intel Polresta Surabaya beserta jajarannya, pihak yang berwenang (BNPT), Pimpinan dan Anggota LDK, serta perwakilan LAZISMU Jatim.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya memberikan wadah bagi eks Napi Teroris agar senantiasa menuju kehidupan yang lebih baik dengan cara pandang pengamalan agama Islam yang sepenuhnya dan sebenar-benarnya, sesuai dengan paham Muhammadiyah. Sementara ini mereka belum tersentuh dengan perhatian khusus sehingga setelah bebas dari LAPAS dan terlepas dari sel gerakan lama seakan hidup tanpa jamaah.

Akhmad Tolchah Ketua LDK PWM Jatim dalam sambutannya mengatakan selama bulan Ramadhan 1444 Hijriyah ini mempunyai berbagai program antara lain Kajian Online, Silaturrahim Dakwah Bina Mandiri, Pesantren Anak Jalanan, Pesantren Ortu Dhuafa dan Grebek Sahur. Berkaitan dengan kegiatan Silaturrahim Dakwah Bina Mandiri, Akhmad Tolchah menyambut bergabungnya saudara-saudara eks Napiter yang perlu diberikan perhatian khusus agar bisa menuju kepada kehidupan Islam yang kaffah dan penuh rahmatan lil ‘alamin.

Wakil Ketua PWM Jatim Dr M Solihin MSDM dalam sambutan selanjutnya menjelaskan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah adalah untuk membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Salah satu kiprahnya adalah memurnikan ajaran agama Islam agar sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah. Oleh sebab itu guna mewujudkan tujuan itu Muhammadiyah menempuh jalur dakwah dan pendidikan. Aspek iman, ilmu dan amal menjadi pijakan bagi manusia untuk meraih kesuksesan kehidupan dunia. Untuk itu Muhammadiyah menekankan agar iman yang menjiwai seseorang berilmu akan bisa menjadi penguat dalam pengamalan kehidupan beragamanya.

Muhammadiyah, lanjut Solihin, juga untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Selain itu Muhammadiyah berupaya membendung pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam yang damai dan bermartabat. Oleh karena itu termasuk acara jumat siang ini adalah sebagai upaya agar pengaruh negatif dari luar yang ekstrim dan meresahkan dapat diminimalisir dengan menggunakan pendekatan persuasif.

Acara kemudian diisi dengan penyampaian materi oleh ustadz Afdillah, Dai LDK PWM Jatim. Intisari yang disampaikan oleh ustadz Afdillah adalah mengajak para mantan atau eks Napi Teroris untuk hidup normal di tengah masyarakat dan memutus mata rantai yang berpotensi kembali ke sel gerakan lama. Oleh sebab itu menurut ustadz Afdillah, Muhammadiyah memfasilitasi para eks Napiter untuk mengadakan pertemuan entah sebulan atau dua bulanb sekali untuk bersilaturrahim atau mengadakan kajian bersama guna bisa mewujudkan kiprah gerakan dakwah Islam yang rahmatin lil ‘alamin.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan dialog yang dipandu oleh drs Andi Hariyadi M.PdI, salah satu anggota LDK PWM Jatim. Satu persatu mantan Napiter itu mengungkapkan cerita dan kisahnya masing-masing disertai dengan info aktifitasnya saat ini. Rata-rata mereka sudah berkeluarga dan mempunyai usaha kecil-kecilan, seperti jual beli online, berdagang makanan minuman disamping ada yang bekerja di sektor swasta. Semua mantan Napiter yang hadir menceritakan kisah hidupnya. Ada suka, duka dan tawa, bahkan curhat tentang kehidupan barunya yang serba sulit, was-was dan senantiasa merasa diawasi selepas keluar dari tahanan atau LAPAS.

Acara berakhir pada sore hari dengan penyerahan bingkisan dan santunan dari LAZISMU Jatim. Keenambelas mantan Napiter itu mendapatkan Kado Ramadhan yang telah disiapkan oleh Tim LAZISMU. Aditio Yudono, Wakil ketua LAZISMU Jatim menyatakan Lembaga Amil Zakat di bawah Muhammadiyah ini bersedia memfasilitasi apabila eks Napiter itu bermaksud meningkatkan taraf hidupnya dengan berwirausaha secara mikro. Pelatihan dan bantuan akses usaha akan disiapkan bila mereka benar-benar membutuhkan, pungkas Aditio. (Ddt).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*