Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Jumat , 30 September 2022
Breaking News
You are here: Home » News » Songsong Idul Qurban 1443 Hijriyah, LAZISMU Bekerjasama Dengan PDHI Jatim Antisipasi Kasus PMK

Songsong Idul Qurban 1443 Hijriyah, LAZISMU Bekerjasama Dengan PDHI Jatim Antisipasi Kasus PMK

Adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di empat daerah di provinsi Jawa Timur, perlu diantisipasi bersama segenap umat Islam, khususnya dalam menyambut Idul Qurban tahun 1443 Hijriyah. Hampir semua Masjid, Musholla, instansi, lembaga, kantor dan serta berbagai kalangan komunitas ummat Islam di Indonesia, terutama di Jawa Timur, senantiasa menyelenggarakan kegiatan ibadah Qurban. Apalagi Indonesia memasuki era endemi Covid-19 setelah dua tahun dalam kungkungan pandemi yang ditandai dengan berbagai kelonggaran protokol kesehatan.

Oleh karena itu LAZISMU Jawa Timur sebagai LAZ yang juga menyelenggarakan kegiatan ibadah Qurban setiap tahun, jauh-jauh hari telah mengantisipasi adanya kasus PMK itu dengan berbagai langkah dan upaya. Salah satunya adalah berkoordinasi dan menjalin kerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Korwil Jawa Timur.

Kesepakatan kerjasama antara LAZISMU dan PDHI tercapai dalam pertemuan secara daring atau Zoom Meeting, kamis malam, (19/05/2022) antara drh Zainul Muslimin selaku Ketua LAZISMU wilayah Jatim beserta Pengurus dan Staf dengan drh Deddy Fakhruddin Kurniawan selaku Ketua PDHI Korwil Jatim beserta beberapa Koordinator Cabang PDHI.

Dalam langkah kerjasama yang akan ditandatangani ini, drh Deddy Fakhruddin Kurniawan akan mengerahkan para dokter hewan yang tergabung dalam PDHI seluruh Cabang di korwil Jawa Timur guna mendampingi dan memantau perkembangan kesehatan, higienitas dan kesejahteraan ternak Qurban yang dipersiapkan LAZISMU untuk momen Hari Raya Idul Qurban. Demikian pula dengan ternak Qurban pada Masjid-masjid serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Hal itu untuk memastikan dan memberikan jaminan bahwa hewan ternak yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha dalam kondisi sehat dan tidak terkena penyakit apapun.

Memorandum Of Understanding (MOU) antara LAZISMU dengan PDHI Korwil Jatim sedianya akan ditandatangani bersama oleh kedua belah pihak pada saat Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Qurban LAZISMU se-Jatim, Sabtu 21 Mei 2022, di gedung Hall SMA Muhammadiyah 2 (Smamda), Jl Mojopahit 666-B Sidoarjo.

Selain kerjasama pendampingan dan pemantauan hewan ternak Qurban, LAZISMU dan PDHI Korwil Jatim juga akan menerbitkan sertifikat layak potong atas ternak dan buku panduan terkait perawatan dan kesejahteraan hewan ternak (sapi) serta antisipasi terhadap adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Buku panduan itu nantinya akan dibagikan ke seluruh PDM dan LAZISMU Daerah se Jatim, baik secara fisik maupun digital. Sedangkan sertifikat, fisik atau digital, akan diberikan kepada panitia Qurban.

“Kita, LAZISMU dan PDHI Korwil Jatim, akan memastikan dan menjamin bahwa hewan-hewan ternak Qurban yang akan kita potong dalam kondisi yang sehat, higienis dan memenuhi unsur syar’i. Oleh karena itu LAZISMU bersama PDHI akan mengadakan pelatihan tentang kesejahteraan ternak Qurban bagi para panitia Qurban, baik LAZISMU maupun AUM se Jatim” kata drh Zainul Muslimin, Ketua LAZISMU Jatim dalam Meeting Zoom tersebut.

“Sudah menjadi tugas kita PDHI di wilayah manapun untuk memberikan jaminan kepastian rasa aman terhadap konsumen atas kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak, khususnya sapi. Terlebih pada momen menjelang Idul Qurban tahun ini, di beberapa daerah di Jawa timur sedang terjadi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Oleh karena itu kami menyambut baik kerjasama dengan LAZISMU jatim ini sebagai upaya antisipasi dan menjamin ketersediaan hewan ternak Qurban yang sehat dan memenuhi ketentuan agama” ujar drh Deddy Fakhruddin Kurniawan selaku Ketua PDHI Korwil Jatim memberikan sambutannya dalam Zoom Meeting bersama LAZISMU Jatim.

LAZISMU Jatim sudah enam tahun ini menyelenggarakan Qurban Kemasan, yaitu daging Qurban dikemas menjadi makanan dalam kaleng siap santap yang praktis dan tahan sepanjang masa. Oleh sebab itu jaminan halal, higienis dan daya kemanfaatan makanan olahan hasil Qurban menjadi standar kualitas yang senantiasa terus dipertahankan. (Ad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*