Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Minggu , 25 Februari 2024
Breaking News
You are here: Home » Kiprah Lembaga » Upgrading LAZISMU se-Jatim Perkuat Kinerja Amil dengan SOP dan SIM-ZISKA

Upgrading LAZISMU se-Jatim Perkuat Kinerja Amil dengan SOP dan SIM-ZISKA

Guna mendukung kinerja Amil LAZISMU yang kredibel, amanah dan profesional dibutuhkan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia yang handal, kapabel dan berkarakter kuat. Hal itu diperlukan untuk menumbuh-kembangkan budaya kerja yang professional, produktif, terukur dan berkemajuan yang berdampak pada peningkatan kinerja lembaga. Ketersediaan SDM yang mumpuni, efektif dan efisien juga akan mendukung percepatan pengembangan lembaga.

Oleh sebab itu LAZISMU wilayah Jawa Timur mengadakan kegiatan Upgrading atau Pemantapan bagi Pengurus dan Pelaksana LAZISMU Daerah dan Kantor Layanan se-Jawa Timur. Giat dilaksanakan pada hari Ahad 10 Desember 2023 di Hall Mas Mansyur lantai 3 Gedung Muhammadiyah Jatim, di Jl Kertomenanggal IV Surabaya. Peserta sebanyak 150 orang yang merupakan Pengurus dan Pelaksana Eksekutif LAZISMU Daerah plus Manager Kantor Layanan se-Jatim.

Turut hadir dalam kegiatan upgrading ini Wakil Ketua PWM Jatim membidangi Ekonomi, Bisnis, dan LAZISMU, Hidayatur Rahman SE, MM dan Anggota Dewan Pengawas Syariah LAZISMU Jatim Dr Dian Berkah SHI, MHI.

Hadir pula jajaran pimpinan LAZISMU Jatim, yaitu Ketua Imam Hambali MSEI, Wakil Ketua II Bidang Audit Kepatuhan Dr Sigit Hermawan SE MSi, Wakil Ketua III Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Amil Mohammad Saifuddin Ali Sahidu SE MM Ak CA CMA CRSA CPNLP. Juga Wakil Ketua IV Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Aditio Yudono SE, Wakil Ketua V  Bidang Transformasi Digital dan Monitoring Evaluasi Dr Agus Edi Sumanto MSi, Sekretaris Muhammad Masrukh ST dan Zaenal Abidin M.K.Sos selaku Wakil Sekretaris.

Menurut Muhammad Masrukh, Sekretaris LAZISMU wilayah Jatim sebagai pelaksana kegiatan, Upgrading ini adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas Amil, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Kegiatan Pemantapan (Upgrading) Pengurus dan Pelaksana ini merupakan program rutin LAZISMU. Berdasar pada pemikiran bagaimana untuk meng-upgrade Pengurus dan Pelaksana LAZISMU Daerah yang sebagian besar adalah SDM baru, maka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui anggaran Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jatim pada tahun 2023 ini memfasilitasi Kegiatan Upgrading Amil LAZISMU. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Jatim.” kata Masrukh ketika memberikan prakata Panitia pada Pembukaan Upgrading LAZISMU se-Jatim di Gedung Muhammadiyah Jatim (10/12).

“Yang menjadi perhatian utama pembinaan Amil LAZISMU adalah bidang Kelembagaan-SDM, bidang Penghimpunan (fundraising) dan Kerjasama, bidang Program Pendistribusian, dan bidang Keuangan plus Audit Kepatuhan. Karena bidang-bidang inilah yang merupakan penggerak LAZISMU di masyarakat guna menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infaq dan shodaqoh yang amanah, transparan dan profesional. Keberadaan SDM Amil yang handal dan professional mutlak diperlukan” jelas Masrukh.

“Dua materi utama dalam upgrading ini adalah membahas tentang Digitalisasi, SOP dan SIM-ZISKA. Pengetahuan seputar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Sistem Informasi Management (SIM) terkait Zakat, Infaq dan shadaqah sesuai syar’i dan regulasi LAZ” jelas Masrukh.

Imam Hambali, Ketua LAZISMU wilayah Jatim dalam sambutannya mengajak para Amil LAZISMU untuk menyongsong tahun 2024 dengan semangat dan pola kerja yang baru.

“Menyambut tahun baru 2024 LAZISMU Jatim ingin ada semangat kinerja baru, yang akan dirumuskan dalam Rakerwil tanggal 6-7 Januari 2024 mendatang. Materi Rakerwil ini sedang digodok dalam dua kali pertemuan, yakni pada upgrading, 10 Desember hari ini dan pra Rakerwil 16 Desember 2023 nanti,” terang Imam Hambali.

Imam Hambali lalu merunut bahwa rangkaian Rakerwil LAZISMU se-Jatim diawali dari Muktamar Ke-48 Muhammadiyah 2022, Musywil Ke-16 Muhammadiyah Jatim di Ponorogo. Lalu pemilihan Pemimpin atau Pengurus Majelis dan Lembaga, termasuk LAZISMU Jatim pada medio 2023, hingga Rakesnas LAZISMU pada akhir November 2023 lalu di Palembang.

Imam menjelaskan, Rakerwil Lazismu Jatim yang diawali dengan kegiatan upgrading ini membahas dua hal penting yakni kelembagaan harus kuat melalui SOP (Standar Operating Procedure) dan keuangan harus transparan melalui SIM (Sistem Informasi Manajemen) ZISKA (Zakat, Infaq, Sedekah dan dana Sosial Keagamaan lainnya).

“Penguatan kelembagaan dan aturan main terletak pada eksekutif, yang mengendalikan dan mengembangkan layanan LAZISMU di Wilayah dan Daerah, sehingga dalam Upgrading ini, para Ketua dan Wakil plus eksekutif, paham akan SOP-nya,” tegas Imam Hambali.

Penguatan kelembagaan LAZISMU Jatim butuh standarisasi dalam memberi layanan untuk umat dan pertanggungjawaban kepada Negara melalui Kemenag dan BAZNAS. Melalui perpanjangan SK (Izin Operasional) ini merujuk pada ketentuan verifikasi untuk memberikan progres laporan Audit Keuangan dan audit syariah.

“Terkait laporan dan audit inilah, kinerja LAZISMU di tahun 2024 berorientasi memberi layanan yang cepat, tepat dan terukur, melalui SIM ZISKA berbasis digital dan IT,” harap Imam Hambali.

Sementara itu Kanwil Kemenag Jatim yang diwakili oleh Kabid Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur Drs Mufi Imron Rosyadi MΕΙ mengajak para Amil LAZISMU Jatim menerapkan prinsip pengelolaan zakat aman 3A.

“Kami dari Kanwil Kemenag Jatim, yang di dalamnya ada BAZNAS, mengajak Lembaga Amil Zakat khususnya LAZISMU Jatim untuk terus menjaga amanah yang diberikan, dengan menerapkan prinsip Aman 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi dan aman NKRI. Jangan sampai dalam mengelola ZIS malah menyebabkan berurusan dengan pihak berwajib, sehingga butuh auditor keuangan dan auditor syariah,” kata Mufi Imron Rosyadi ketika memberikan sambutannya.

“Perlu upaya menciptakan trust masyarakat demi meraih zakat 300-400 triliun yang hanya tergarap 22 triliun, jauh dari target. Ini bisa disebabkan kurangnya pelaporan demi penertiban pengolahan LAZ termasuk pemberdayaan masjid UPZ untuk mencatatkan zakat. Untuk itu perlu dilakukan upaya guna mendeteksi kurangnya kesadaran akan kewajiban zakat, atau karena tidak terlapornya pengelolaan zakat di masjid-masjid,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mufi Imron Rosyadi berkesempatan menyerahkan SK perpanjangan izin operasional LAZISMU Jatim periode 2023-2028. SK tersebut diperbarui setiap lima tahun.

“Perpanjangan SK ini bukti Kemenag Jatim memberikan apresiasi atas kerja bagus LAZISMU Jatim dalam pemberdayaaan masyarakat Jatim. Selajutnya, ke depan mengajak kerjasama antara pemerintah dan pengelola zakat swasta agar mentasarufkan zakat jangan untuk gerakan-gerakan yang membahayakan keutuhan NKRI,” pesan Mufi Imron Rosyadi.

Dalam sambutan dan pengarahannya Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) Jatim membidangi Ekonomi, Bisnis, dan Lazismu, Hidayatur Rahman SE MM, mengingatkan hasil Rakernas Lazismu di Palembang, tanggal 24-26 November 2023 lalu.

“Hasil rakernas LAZISMU yang saya mengikuti hingga akhir, terdapat beberapa prioritas yang harus dikerjakan LAZISMU Wilayah dan Daerah. Pertama digitalisasi, kedua sertifikasi dan ketiga kenaikan target 20 persen pada setiap kantor LAZISMU,” kata pak Dayat pangilan akrab Pengusaha Ayam Nasional asal Blitar ini.

Dalam hal digitaliasi, Hidayatur Rahman berharap, LAZISMU Jatim mampu memberikan laporan realtime melalui SIM-ZISKA. Kemudian perihal sertifikasi diharapkan LAZISMU berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Lebih lanjut tentang kenaikan target fundraising tiap kantor LAZISMU yang dipatok minimal 20 persen, Hidayat memberikan beberapa saran.

“Pertama, kenaikan 20 persen bisa didapat jika Pimpinan dan Amal Usaha Muhammadiyah wajib mentasarufkan ZIS hanya ke LAZISMU. Kedua, menyasar kepada para Pengusaha dan Saudagar. Ketiga, peningkatkan target bisa tercapai apabila pendistribusian ZIS jangan sebatas rutinitas, tapi harus dipilih mana yang bisa tumbuh. Saya sepakat perlu dicari cara yang tepat untuk mengoptimalkan potensi zakat di Indonesia yang mencapai angka fantastis sebesar Rp 300-400 triliun per tahun,” imbuhnya.

Bikin pilot project pemberdayaan zakat seperti SDG’s. Misal dengan peternakan dan hasil pertanian di desa, atau di kota mengembangkan bisnis hotel, rumah sakit dan supermarket” saran Hidayat yang dilanjutkan dengan membuka secara simbolis kegiatan Upgrading Pengurus dan Pelaksana LAZISMU se-Jatim. (Ddt/Zuhri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*