Setelah menunggu beberapa saat guna tersedianya data-data Guru dan tenaga kependidikan, akhirnya program Bakti Guru Muhammadiyah 2024 dapat dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Program Bakti Guru ini merupakan sinergi antara LAZISMU dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Sebanyak 700 orang guru dan tenaga kependidikan (Tendik) menerima paket bantuan berupa beras sebanyak 20 kg dan 2 kaleng RendangMu produk Qurban kemasan per orang.
Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim bertugas melakukan pendataan terhadap calon penerima program Bakti Guru dan Tendik. Sedangkan LAZISMU Jatim menyediakan anggaran bantuan Bakti Guru yang berasal dari dana Zakat Fitrah Ramadhan 1445 Hijriyah.
Menurut Eko Hardiansyah, M.Psi, Psikolog, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim program sinergi ini dilaksanakan bersama LAZISMU dengan jaringan struktur kelembagaan hingga ke tingkat Daerah.
“Bismillah, Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim yang didukung LAZISMU mulai bulan Desember 2024 mendistribusikan paket Bakti Guru untuk 700 orang Guru dan Tenaga Kependidikan di 29 Daerah se-Jatim. Program ini menindaklanjuti Surat Instruksi dari PWM Jatim untuk mendistribusikan dana Zakat Fitrah yang dikumpulkan oleh LAZISMU pada bulan Ramadhan 1445 Hijriyah. Untuk proses pendistribusiannya dilakukan oleh LAZISMU yang mempunyai jaringan struktural di tingkat daerah,” kata Eko Hardiansyah M.Psi, Psikolog, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim.
“Pendataan penerima bantuan Bakti Guru dan Tendik berdasarkan rekomendasi nama, sekolah dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten dan Kota yang menjadi target sasaran, dengan jumlah sesuai kuota yang disepakati bersama dengan LAZISMU Jatim,” tambah pak Anca panggilan akrab Eko Hardiansyah, M.Psi, Psikolog di ruang kantor Majelis Dikdasmen dan PNF gedung PWM Jatim kawasan Kertomenanggal IV Surabaya (9/12/24).
Selanjutnya Eko Hardiansyah menjelaskan kriteria bagi penerima Bakti Guru. Diantaranya adalah penghasilan Guru dan Tendik kurang dari Rp 500.000,- per bulan, telah mengabdi di AUM Dikdasmen (Sekolah) minimal 2 tahun, penghasilan belum mampu mencukupi kebutuhan dasar hidup minimal, Guru/tendik non PNS, non sertifikasi, dan tidak terafiliasi dengan Ormas lain. Selain itu calon penerima memiliki tanggungan minimal 1 anak, rumah bukan milik sendiri (kontrak atau tinggal dengan orang tua) dan pasangan suami atau istri memiliki pendapatan kurang dari Rp. 500.000,-/ bulan, atau tidak bekerja dan atau tidak memiliki pendapatan tetap.
Ke-700 orang Guru dan Tendik penerima Bakti Guru berasal dari 29 daerah, antara lain Banyuwangi, Jember, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Pacitan, Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten dan Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Ngawi, Ponorogo, Magetan, Kota Madiun, Sidoarjo, Trenggalek, Tulungagung, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim membidangi pendistribusian dan pendayagunaan berharap program sinergi LAZISMU dan Dikdasmen-PNF ini dapat bermanfaat bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Muhammadiyah se-Jatim.
“Ini program tahunan yang sudah berjalan beberapa tahun. Namun untuk tahun 2024 ini baru dapat tereksekusi menjelang akhir tahun ini. Dengan paket bantuan ini semoga Guru dan Tenaga Kependidikan merasakan kebermanfaatan sinergi antara LAZISMU dan Majelis Dikdasmen-PNF. Para guru dan tenaga kependidikan Muhammadiyah di Jawa Timur senantiasa mendapat perhatian dari Persyarikatan, salah satunya dengan program Bakti Guru ini,” harap Aditio Yudono Wakil Ketua LAZISMU Jatim bidang pendistribusian dan pendayagunaan ketika pertemuan koordinasi dengan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim di gedung Muhammadiyah Jawa Timur. (Ddt)
[divider]





