Alhamdulillah, Mahasiswa Asal Palestina Penerima Beasiswa SangSurya LAZISMU Jatim Telah Menyelesaikan Studi S2 di UMSIDA Tepat Waktu

Al Moatasim Billah JR Shnewra Huwaida (26 tahun) atau Mu’tasim, pemuda asal Gaza City Palestina yang mendapatkan beasiswa dari LAZISMU wilayah Jawa Timur kini telah purna studi. Impian pemuda kelahiran 8 Juni 1998, untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I) di Indonesia pun telah tercapai.

Mu’tasim, panggilan akrab pemuda dari jalur Gaza ini, pada bulan September 2022 lalu tiba di Bandara Juanda Surabaya. Ia datang ke Jawa Timur, Indonesia dengan visa studi, karena mendapatkan beasiswa SangSurya LAZISMU Jatim. Dengan beasiswa penuh dari LAZISMU Jatim plus living cost, ia bisa berkuliah S2 program studi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) selama 2 (dua) tahun.

Mu’tasim sempat tertunda keberangkatannya ke Indonesia, karena terkendala ijin keluar Gaza dan urusan birokrasi di Mesir yang rumit. Seharusnya pada akhir bulan Juli 2022 ia sudah harus mendarat di Juanda Surabaya. Namun karena ada kendala di Mesir, maka penerbangan ke Indonesia menjadi tertunda. Mesir, adalah negara antara, sebelum ia terbang ke Jakarta. Karena Palestina tidak punya bandar udara (bandara) maka Mu’tasim harus pergi keluar Gaza, Palestina, guna menuju ke ibukota Mesir, Kairo. Sesampai di Kairo ia pun terbang ke Jakarta dengan tiket dari LAZISMU Jatim dan visa studi dari Umsida.

Sesampai di Jakarta, Indonesia, ia melanjutkan terbang ke Bandara Juanda Surabaya, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Sidoarjo, tempat ia tinggal dan menempuh studi. Di Sidoarjo ia tinggal di Pondok Pesantren An-Nur Penatar Sewu. Alasan ia ditempatkan di Pondok Pesantren adalah untuk mempercepatnya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama bahasa. Sebagai warga Palestina, Mu’tasim hanya bisa bercakap dengan bahasa Arab dan sedikit bahasa Inggris. Selain itu ia bisa mengajar bahasa Arab dan mendampingi hapalan al-Qur’an para santri An-Nur.

Selama dua tahun menempuh studi Magister di Umsida Sidoarjo telah banyak suka duka yang dialaminya. Kendala utama ketika datang ke Indonesia adalah bahasa, padahal ia tidak punya waktu banyak dan harus segera mengikuti perkuliahan yang menggunakan bahasa Indonesia. Namun berkat dorongan dan bantuan dari dosen Umsida dan ustadz Pondok Pesantren An-Nur yang bisa berbahasa Arab, proses penyerapan bahasa Indonesia Mu’tasim menjadi lancar.

Di Sidoarjo Mu’tasim pernah mengalami peristiwa malang. Ia kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Sepeda motor yang dikendarainya menabrak sebuah mobil. Kakinya pun patah akibat kecelakaan itu. Berkat pembicaraan yang seksama perkara ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan. Mu’tasim pun selama dua bulan tidak bisa berjalan dan harus dirawat secara intensif. Tentu ini merupakan pelajaran baginya, agar ia lebih hati-hati mengendarai kendaraan bermotor.

Walau kuliah S2 di Umsida seminggu hanya dua hari, namun Muktasim tidak banyak membuang waktu dengan percuma. Ia sering melaksanakan kegiatan sosial keagamaan, terutama di Pondok Pesantren yang ditinggalinya. Bersama LAZISMU Jatim Muktasim juga melaksanakan dua kali Safari Dakwah Ramadhan berkeliling Daerah di Jawa Timur untuk bertabligh. Dalam even-even LAZISMU Jatim, Muktasim juga kerap tampil aktif melaksanakan program.

Nah, pada awal bulan September 2024 ini Mu’tasim telah mendapat keputusan yudisium dari Fakultas Agama Islam (FAI) Umsida yang menyatakan ia lulus dengan nilai IPK 3,29. Tesis yang dibuatnya berjudul “Analisis Manajemen Pengelolaan Pesantren (Studi Kasus Manajemen Pesantren Imam Bukhari)” telah diuji di depan dewan dosen penguji dengan mendapatkan nilai A. Ia pun diharapkan bisa mengikuti wisuda yang dijadwalkan pihak kampus Umsida pada akhir bulan Oktober 2024.

Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim bidang pendistribusian dan pendayagunaan menyambut dengan gembira kelulusan Mu’tasim dan selesai studi tepat waktu. Ia berharap ilmu yang diserap selama kuliah di Umsida bisa bermanfaat, baik bagi dirinya maupun lingkungannya.

“Alhamdulillah, Selamat kepada Saudara Mu’tasim dari Gaza Palestina, karena telah menyelesaikan studi S2 Magister Manajemen Pendidikan Islam tepat selama dua tahun di Umsida Sidoarjo. Tentu kami sangat berbangga dan mengapresiasinya,” kata Aditio Yudono ketika menerima Mu’tasim di kantor LAZISMU Jatim di kawasan Buduran, Sidoarjo (12/09/24).

“Pada hari Kamis sore, 12 September 2024 ini, Mu’tasim datang ke Gedung Kemanusiaan, kantor LAZISMU wilayah Jatim di Jl Jawa no 5 Buduran, Sidoarjo, untuk berpamitan dan sekaligus melaporkan bahwa studi Magisternya di Umsida telah rampung tepat waktu selama empat semester dan menyelesaikan tesisnya. Ia pun akan keluar negara Indonesia karena visa studinya sudah habis pada tanggal 20 September 2024. Sebagai lembaga donor yang terpercaya LAZISMU Jatim berkewajiban memfasilitasinya keluar negara Indonesia. Sedangkan untuk langkah selanjutnya pasca keluar negara, Mu’tasim sendiri yang akan memutuskan. Tugas dan kewajiban LAZISMU telah selesai,” jelas Aditio.

“LAZISMU berharap, Mu’tasim bisa menerapkan dan mengamalkan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah S2 di Umsida, terutama di negaranya, Palestina, ketika ia harus kembali kesana. Semoga ilmunya bermanfaat. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, muzaki dan semua pihak, terutama Umsida Sidoarjo, yang telah mendukungnya hingga lulus studi tepat waktu. Semoga Allah Subhanahu wata’ala senantiasa meridhoi amal kita semua. Aamiin,” harap Aditio, Wakil Ketua LAZISMU Jatim.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas beasiswa dari LAZISMU Muhammadiyah, saya bisa menyelesaikan studi Magister saya di Umsida Sidoarjo. Barokallah fikum atas keikhlasan antum membantu saya, LAZISMU luar biasa,” ucap Mu’tasim dengan bahasa Indonesia yang fasih ketika berada di kantor LAZISMU Jatim.

Melalui program Save Palestine, LAZISMU Jatim senantiasa menerima kedatangan mahasiswa Palestina untuk berkuliah S1 dan S2 di Universitas Muhammadiyah di Jawa Timur. Tahun 2024 ini dijadwalkan akan datang 2 (dua) orang calon mahasiswi asal Gaza, Palestina yang akan berkuliah di UMM Malang. LAZISMU terus membangun sinergi dan kerjasama yang kuat dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTM/A) di Indonesia. (Ddt)

[divider]

Scroll to Top