Rakernas LAZISMU 2023 di Palembang mengamanatkan keputusan berupa wawasan Inovasi Sosial Berbasis Kawasan di berbagai kantor LAZISMU Wilayah di Indonesia. Wawasan tersebut diwujudkan dalam program Kampung Berkemajuan yang mulai diaplikasikan ke beberapa LAZISMU Wilayah. Sebanyak lima LAZISMU Wilayah ditunjuk sebagai pilot project program ini, salah satunya adalah Jawa Timur.
Kelima Eksekutif LAZISMU dari lima Wilayah tersebut telah mengikuti Workshop dan Pelatihan Kampung Berkemajuan selama sembilan hari di Jakarta, beberapa waktu lalu. Kampung Berkemajuan adalah program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan partisipasi warga melalui aktifasi kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah sosial, kemanusiaan, dan lingkungan sesuai dengan potensinya masing-masing. Masing-masing LAZISMU wilayah diberikan mandat untuk membuat pilot project Kampung Berkemajuan minimal di dua Daerah di wilayahnya.
Menindaklanjuti hal di atas LAZISMU Wilayah Jawa Timur sesuai dengan garis waktu (timeline) yang disepakati, segera berkoordinasi secara internal, terutama dengan kantor LAZISMU Daerah yang akan menjadi sasaran program Kampung Berkemajuan ini. Salah satunya dengan mengadakan Workshop Kampung Berkemajuan bersama enam kantor LAZISMU Daerah dan dua Kantor Layanan (KL) Wilayah serta perwakilan kantor utama program BankZiska.
Workshop Kampung Berkemajuan LAZISMU Jatim dilaksanakan selama tiga hari, 27-29 Agustus 2024 di Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Jl Kertomenanggal IV no 1 Surabaya. Workshop diikuti 18 orang peserta dari LAZISMU Daerah Sidoarjo, Gresik, Blitar, Ponorogo, Bojonegoro dan Lumajang. Selain itu, turut pula KL LAZISMU UM-Gresik KL LAZISMU Umsida, perwakilan BankZiska dan Kantor Perwakilan Jatim.
Narasumber yang hadir adalah Barry Adhitya, Wakil Ketua Bidang Monev dan digitalisasi LAZISMU Pusat dan Widhyanto Muttaqin, peneliti dan juga anggota LHKP PP Muhammadiyah. Selama tiga hari kedepalan belas peserta memformulasikan program Kampung Berkemajuan agar bisa diterapkan di kawasan ditunjuk, dengan metode Logical Framework Analisys (LFA). Sasarannya berada di enam Daerah, namun setiap Daerah akan lebih fokus menukik ke kawasan kampung berbasis desa yang menjadi target pengembangan.
Program Kampung berkemajuan ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan 6 Pilar program LAZISMU yang diakses oleh 8 asnaf sasaran LAZISMU, serta memenuhi 13 rekomendasi amanat Muktamar Muhammadiyah dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Sehingga secara umum bisa membantu Negara dalam memenuhi kebutuhan hajat hidup rakyat Indonesia.
Menurut Aditio Yudono, PJ Kampung Berkemajuan dan Wakil Ketua LAZISMU Jatim bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, secara umum tujuan dari program Kampung Berkemajuan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kampung atau desa melalui perbaikan kualitas akses layanan dasar dan kepedulian lingkungan hidup.
“Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kampung atau desa melalui perbaikan kualitas akses layanan dasar dan kepedulian lingkungan hidup. Kemudian kami juga akan menguatkan peran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di kampung atau desa melalui pendekatan peneguhan paham Islam dan Ideologi Muhammadiyah” kata Aditio Yudono ketika memberikan pengantar kepada para peserta usai pembukaan Workshop.
“Bagi lembaga program ini bertujuan memperkuat peran dan kemitraan LAZISMU dalam perbaikan kualitas akses layanan dasar di tingkat kampung atau desa. Selain itu ada isu-isu yang juga turut menjadi tujuan yaitu, kesetaraan Gender dalam perbaikan kualitas akses layanan dasar di tingkat kampung atau desa dan pencegahan, adaptasi dan penanganan dampak perubahan iklim berbasis kampung atau desa” jelas Aditio.
Sebagai contoh Aditio memberikan gambaran rencana kawasan Kampung Berkemajuan yang akan dikembangkan di enam Daerah adalah sebagai berikut :
- Kampung Tani Bangkit Berdaya di Sidoarjo
- Kampung Bandeng Kuat dan Mandiri di Manyar, Gresik
- Kampung Unggas Petelur Bardaya dan Sejahtera di Ndoko, Blitar
- Kampung Ayam Petelur Bahagia di Kedungadem, Bojonegoro
- Kampung Desa Siaga Lingkungan di Pulung, Ponorogo
- Kampung Mualaf Mandiri di Senduro, Lumajang
- Kampung Mitra Sehat BankZiska di Jetis, Ponorogo
“Sedangkan targentnya adalah teraksesnya peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan spiritual di tingkat kampung atau desa melalui skema kemitraan LAZISMU dengan pihak Internal dan Eksternal Persyarikatan” tambah Aditio.
“Kami berharap kampung atau desa yang menjadi target mampu mendirikan dan atau mengaktifkan kembali PRM di lokasi program. Selain itu kampung dimaksud mampu menjawab isu-isu seperti keadilan gender dalam mengakses peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi dan spiritual di tingkat kampung atau desa, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan iklim yang terjadi” harapnya mengakhiri sesi pengantar Workshop.
Pada bulan September 2024 keenam LAZISMU Daerah yang mengikuti Workshop sudah langsung memulai mengaplikasikan program dimaksud, dimulai dari kegiatan survei dan asesmen ke kawasan kampung yang dituju. Selanjutnya pada akhir bulan September 2024 sudah tersusun masing-masing proposal Kampung Berkemajuan yang berbasis metode LFA yang dapat diakses oleh lembaga donor atau CSR. Sehingga diharapkan pada pertengahan bulan Oktober 2024 program Kampung Berkemajuan bisa dilanjutkan dengan tahapan berikutnya. (Ddt)
[divider]






