Call us: +6231-8437-191 : lazismu_jatim@yahoo.com| Senin , 17 Januari 2022
Breaking News
You are here: Home » Kesehatan » Lazismu dan FK UM Surabaya Laksanakan Pojok Sehat Antropometri Bagi Balita Stunting di Surabaya Timur

Lazismu dan FK UM Surabaya Laksanakan Pojok Sehat Antropometri Bagi Balita Stunting di Surabaya Timur

Lazismu wilayah Jawa Timur berkolaborasi bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya dalam program cegah Stunting di kawasan Surabaya Timur. Program itu diberi nama “Pojok Sehat Antropometri sebagai Skrining Stunting dan Pengobatan Terbatas Anak Sakit“.

Dr Gina Noor Djalilah, Sp.A, MM, koordinator Tim Aksi Cegah Stunting Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya, mengatakan bahwa kagiatan yang dilaksanakan pada ahad pagi tanggal 17 oktober 2021 di Gedung Serbaguna Bulak Cumpat Utara III Surabaya itu menyasar anak balita. Adapun bentuk kegiatannya meliputi :

  • Pengukuran status antropometri pada anak usia balita
  • Mengetahui prevalensi anak usia balita
  • Deteksi dan skrining status gizi anak usia balita
  • Pemberian edukasi Kesehatan terkait pemeriksaan status gizi anak usia balita.
  • Pengobatan secara terbatas pada temuan anak sakit saat pemeriksaan status gizi anak usia balita
  • Pembagian asupan gizi tambahan anak usia balita oleh Lazismu Jawa Timur.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dan antusiasme dari warga Bulak Cumpat Utara terutama para ibu yang mempunyai anak berusia di bawah lima tahun (Balita). Selain itu para kader Posyandu dan Puskesmas di kawasan itu juga mengapresiasi aksi kolaborasi Lazismu dan FK UM Surabaya.

Widayanti, kader Posyandu dan Puskesmas sangat bersyukur kegiatan ini terlaksana di kawasan RW di areal kerjanya. Ia berterima kasih sudah dibantu oleh tim FK UM Surabaya dan Lazismu Jatim dalam program pemeriksaan stunting dan pemberian makanan tambahan asupan gizi dan nutrisi.

“Alhamdulillah pak, sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya para ibu pada masa pandemi ini” ucapnya.

“Soalnya pada masa pandemi ini sangat menyulitkan kegiatan penyuluhan gizi kepada ibu yang punya anak balita karena tidak boleh berkumpul atau berkerumun. Nak jika didatangi oleh para Kader ke rumah-rumah dirasa kurang maksimal karena kader hanya bisa menghimbau dan mengingatkan para ibu saja, tidak bisa memberikan nasehat atau bimbingan kesehatan gizi. Lain jika didatangi oleh dokter Puskesmas” jelasnya.

“Oleh karena itu kegiatan ini sangat bagus karena didatangi oleh para dokter sehingga para ibu bisa berkonsultasi langsung kepada tim dokter FK UM Surabaya. Jadi acara ini sangat bermanfaat sekali, apalagi ada paket bantuan makanan tambahan gizi dan nutrisi dari Lazismu. Kalau bisa diadakan setiap tiga bulan sekali” tambah Widayanti.

Sementara itu Dami, seorang ibu penerima manfaat pemeriksaan Balita dan paket bantuan makanan tambahan gizi dan nutrisi bagi pencegahan Stunting merasakan manfaat dari kegiatan ini.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi anak saya yang berusia dua bulan. Alhamdulillah pada pemeriksaan ini sehat dan baik” kata bu Dami warga Bulak Cumpat yang mengaku sebagai pendatang di kawasan itu.

Aditio Yudono, Sekretaris Lazismu wilayah Jawa Timur yang hadir pada kegiatan ini, menyatakan bahwa komitmen Lazismu untuk membantu program cegah stunting ini terus berjalan terutama pada masa pandemi.

“Komitmen Lazismu pada program stunting ini akan terus terkawal dan sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjadikan generasi negeri ini sehat, cerdas dan kuat. Kami bekerjasama dengan organisasi putri Nasyiatul Aisyiyah (NASYIAH), pihak Puskesmas dan juga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan makanan tambahan bernutrisi dan bergizi kepada bayi atau balita yang diduga dalam kondisi stunting atau gizi buruk.” kata Aditio.

“Kita menganggarkan dana sebesar 100 juta Rupiah untuk program stunting ini dan sudah dikeluarkan sebesar 75 juta rupiah untuk pemberian makanan tambahan gizi dan nutrisi. Selanjutnya bersama NASYIAH kami juga akan mencetak buku saku bagi pencegahan stunting untuk dibagikan kepada para ibu dengan anak balita yang diduga dalam kondisi stunting. Semoga aksi ini bermanfaat bagi masyarakat” pungkasnya. (Ddt)

Sukseskan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*