Program pemberdayaan pertanian LAZISMU Jatim dengan penanaman tanaman buah melon melalui media Green House di Tulungagung membuahkan hasil. Program LAZISMU tersebut didanai dari dana Zakat karyawan yang tergabung dalam Majelis Telkomsel Takwa (MTT) Jatim.
Pada hari Senin 4 November 2024 dilakukan Panen Raya Melon hasil Green House of Melon di Tulungagung. Green house tersebut dioperasionalkan oleh kelompok Tani Bangkit binaan Muhammadiyah Tulungagung yang dikomandani oleh Aminudin Azis. Kelompok ini membangun beberapa unit Green House yang diyakini mampu menghasilkan produk pertanian dengan hasil maksimal dan berkualitas dengan pemeliharaan yang terencana, teratur efektif dan efisien.
Sebanyak 4 ton dari 1500 bibit melon jenis intanon berhasil dipetik dari 1 unit Green House seluas 15 x 20 meter. Green house tersebut berlokasi di dusun Bantengan, desa Mulyosari, kecamatan Pagerwojo, kabupaten Tulungagung. Ada enam unit green house di lokasi tersebut. Tiga unit ditanami buah melon, dan tiga unit lainnya ditanami tanaman sayuran. Bibit melon untuk 1 unit green house ini ditanam pada pertengahan bulan Agustus 2024 lalu. Setelah berusia 75 hari akhirnya melon bisa dipanen.
Hadir dalam momen Panen Raya tersebut Ahmad Ramdhani dari MTT Jatim, Yusril Ardiansyah Manager Program LAZISMU Jawa Timur dan Eko Ashari, Kasi Zawa Kemenag Kabupaten Tulungagung.
Ahmad Ramdhani, Wakil dari Majelis Telkomsel Takwa (MTT) program ini adalah bukti nyata bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Program ini adalah bukti nyata bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” ujar Ramdhani, Wakil dari Majelis Telkomsel Takwa.
Sementara itu Yusril, Manajer Program LAZISMU Jawa Timur mengapresiasi kerja kelompok Tani Bangkit sehingga bisa membuktikan bahwa dana Zakat dapat memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perekonomian masyarakat.
“Kami mengapresiasi kerja para petani Tani Bangkit di dusun ini. Buah melonnya terasa manis chrispy ketika digigit. Zakat produktif yang didayagunakan oleh kelompok tani ini telah membuktikan bahwa dana sosial tersebut dapat memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perekonomian masyarakat,” ungkap Yusril, Manajer Program LAZISMU Jawa Timur.
Senada dengan LAZISMU dan MTT Jatim Eko Ashari, Kasi Zawa Kemenag Tulungagung, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan di Tulungagung.
“Kami akan terus berupaya mengembangkan program-program pemberdayaan lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tulungagung sangat mendukung program-program pemberdayaan petani seperti ini,” tegasnya.
Aminudin Azis koordinator dari kelompok Tani Bangkit mengungkapkan bahwa lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif kini menjelma menjadi kebun melon yang hijau subur.
“Setiap buah melon yang dihasilkan adalah buah dari kerja keras, inovasi, dan semangat gotong royong anggota kelompok yang juga didukung warga sekitar,” ungkap Aminudin Azis koordinator dari kelompok Tani Bangkit dusun Bantengan, desa Mulyosari, kecamatan Pagerwojo, Tulungagung.
“Kami berharap Green House of Melon ini menjadi katalisator perubahan bagi peningkatan taraf kesejahteraan para petani di desa ini,” harap Azis dengan penuh semangat. (Adt)



