LAZISMU Jatim Laksanakan Program Tani Bangkit Menanam Melon Melalui Green House di Tulungagung

LAZISMU Jawa Timur mengembangkan program Tani Bangkit. Kali ini bersinergi dengan mitra, yaitu Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) memberikan dukungan dan bantuan bagi kelompok petani di Tulungagung untuk bertanam buah melon melalui metode Green House. Metode green house ini dinilai berhasil menghasilkan panen buah melon yang berkualitas, efektif dan sesuai dengan keinginan pasar.

Budidaya pertanian modern dalam Green house merupakan salah satu visi masa depan pertanian karena memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya adalah faktor lingkungan dalam Green house yang dapat dikelola dengan mudah akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu cahaya sinar matahari, suhu udara, kelembapan udara, pasokan nutrisi, kecepatan angin, dan konsentrasi karbondioksida.

Pada hari senin 2 September 2024 LAZISMU Jatim bersama perwakilan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) berkunjung ke lokasi green house di dusun Bantengan, desa Mulyosari, kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Tujuan perjalanan ini adalah untuk meninjau lokasi penanaman buah melon melalui green house dan mengetahui perkembangan proses pertanian yang dibantu dengan dana dari mitra MTT Telkomsel. Berangkat bersama dalam rombongan Aditio Yudono, Wakil Ketua BP LAZISMU Jatim, Ahmad Ramdhani perwakilan MTT, Achmad Saifu anggota BP LAZISMU Jatim dan staf Yusril Ardiansyah.

Sesampai di lokasi rombongan diterima oleh para Amil LAZISMU Daerah Tulungagung dan segera diantar ke lokasi green house melon yang berjarak sekitar 300 meter berjalan kaki dari pemukiman dusun Bantengan. Sesampai di lokasi rombongan disambut para petani dan warga setempat untuk acara silaturrahmi sederhana yang digelar di bawah rindangnya pepohonan areal kebun.

Acara sederhana siang itu diisi dengan sambutan-sambutan dari Ketua LAZISMU daerah Tulungagung, perwakilan Majelis Telkomsel Taqwa dan Wakil Ketua LAZISMU Jatim. Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim menyatakan bahwa program Tani Bangkit dimaksudkan untuk memberdayaan petani melalui sistem pertanian terpadu dan ramah lingkungan berbasis komunitas.

“Salah satu bentuk penerapan program Tani Bangkit adalah pengenalan model pertanian ramah lingkungan, pembentukan kelompok petani dan penglolaan pascapanen. Oleh karena itu petani diharapkan bisa secara berkelompok dan mempunyai pengetahuan serta kemampuan mengantisipasi tantangan pertanian ke depan. Antara bertani dan berbisnis harus menjadi jatidiri seorang petani yang modern agar bisa mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat” ucap Aditio ketika memberikan sambutan.

Sementara itu Achmad Ramdhani, perwakilan dari MTT Telkomsel Jatim mengatakan bahwa MTT menyambut baik metode pertanian dengan green house dan bisa menjadi model pertanian ke depan.

“Kami dari Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) mendukung usaha pertanian dengan metode modern. Diharapkan penghasilan petani bisa meningkat dengan model pertanian ini. Dukungan dari MTT kami wujudkan dalam bentuk bantuan dana, yang berasal dari zakat, infaq sedekah karyawan Telkomsel yang dipotong setiap bulan untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan,” kata Ramdhani perwakilan MTT Jatim dalam sambutannya.

Tak lupa dalam ajang silaturrami singkat itu LAZISMU Tulungagung telah menyiapkan 20 paket sembako untuk warga dhuafa yang ada di sekitar areal green house. LAZISMU Jatim pun tak mau ketinggalan turut membawakan paket makanan dalam kaleng, yaitu RendangMu dan KornetMu produk Qurban kemasan, plus baju koko sumbangan dari PT Behaestex. Pemberian paket tersebut sebagai itikad LAZISMU untuk turut membina lingkungan sekitar pilot project green house. (Ddt)

Klik link FB streaming untuk kegiatan ini.

Klik link FB streaming di bawah untuk menjelajahi area green house of melon.

[divider]

[divider]

Tani Bangkit Green House Melon

Scroll to Top