Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Adakan Training Audit Energi bagi Manajemen dan Enginering Amal Usaha, Pesantren dan Masjid Muhammadiyah di Jawa Timur

Di tengah gejolak isu-isu lingkungan yang semakin mendesak, muncul sebuah gerakan baru yang mengusung harapan dan aksi nyata untuk menjaga keberlangsungan hidup bumi. Gerakan 1000 Cahaya lahir sebagai respons atas panggilan hati untuk berperan aktif dalam melestarikan lingkungan, membangun kesadaran kolektif, dan mendorong tindakan nyata untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.

Permasalahan lingkungan yang kita hadapi saat ini memerlukan tindakan cepat dan terkoordinasi. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini dan penerapan solusi yang efektif, kita dapat mengurangi dampak negatif terhadap planet kita dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Setiap individu, komunitas, dan negara memiliki peran penting dalam melindungi dan memulihkan lingkungan untuk generasi mendatang. Oleh karena itu Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berikhtiar dengan mendorong Gerakan Green Movement Muhammadiyah.

Sehubungan dengan itu MLH PP Muhammadiyah bersama ViriyaENB dan LSM Seribu Cahaya mengadakan Training Audit Energi selama tiga hari. Training dilaksanakan di Hotel Santika, Jl Pandegiling, Surabaya, 24-26 November 2024. Untuk pelaksanaannya dikerjakan oleh Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Peserta training ini sebanyak 50 orang yang berasal dari manajemen program 1000 Cahaya, perwakilan Sekolah terutama Bagian Sarana dan Prasarana, engineering/karyawan perwakilan Masjid, Pesantren, Rumah Sakit Muhammadiyah, Kepala rumah tangga atau pemeliharaan gedung atau Kampus dan Gedung Muhammadiyah.

Azrul Tanjung Ketua MLH PP Muhammadiyah mengatakan gerakan ini berupaya mengubah pola pikir dan perilaku individu, komunitas, serta pemerintah untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam. Green Movement merupakan sebuah gerakan sosial dan lingkungan yang bertujuan untuk mendorong perubahan menuju praktik yang lebih ramah lingkungan. Ini mencakup berbagai upaya, mulai dari konservasi alam, pengelolaan sumber daya yang lebih efisien, hingga promosi energi terbarukan.

“Gerakan 1000 Cahaya hadir sebagai komitmen nyata untuk berubah. Kami percaya bahwa setiap tindakan kecil memiliki dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama. Melalui gerakan ini, kami mengajak setiap individu, komunitas, dan Lembaga baik di lingkungan Muhammadiyah maupun secara umum untuk bergabung dan menjadi bagian dari solusi,” kata Azrul Tanjung Ketua MLH PP Muhammadiyah.

“Tujuan dari Gerakan 1000 Cahaya adalah mencapai seribu tindakan nyata untuk lingkungan. Tindakan-tindakan ini dapat berupa pengurangan sampah plastik, penghijauan, penghematan energi, atau tindakan lain yang bersifat ramah lingkungan. Setiap tindakan akan menjadi “cahaya” yang bersinar terang, memberikan inspirasi dan dorongan bagi yang lainnya untuk ikut berkontribusi. Mari bergabung dalam Gerakan 1000 Cahaya! Bersama-sama kita bisa membuat perubahan, demi bumi yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan,” tambah Azrul Tanjung.

Sementara itu Ir Tamhid Mashyudi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dalam sambutannya mengajak peserta Training agar menghindari kemubaziran.

“Agama kita menganjurkan dengan sangat untuk menggunakan sumber daya energi dengan efektif dan efisien. Jangan boros, jangan mubazir, itu anjuran agama Islam dalam al-Qur’an. Apalagi Persyarikatan Muhammadiyah adalah organisasi yang berkemajuan, hendaknya menggunakan energi dengan hemat dan efisien agar sumber energi kita tidak habis dimanfaatkan pada masa kini,” ucap Tamhid Mashyudi kepada para peserta Training.

Training Audit energi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai dampak lingkungan dari sektor konstruksi dan pentingnya bangunan hijau dalam mengurangi jejak karbon serta efek rumah kaca. Yang kedua meningkatkan pengetahuan peserta mengenai konsep, prinsip, dan kriteria pembangunan serta sertifikasi bangunan hijau.

Ketiga, mengembangkan keterampilan teknis terkait pengembangan dan pemeliharaan bangunan hijau, termasuk desain, konstruksi, dan sistem monitoring untuk efisiensi energi dan air. Keempat, training ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam melakukan evaluasi penggunaan energi pada suatu bangunan, fasilitas, atau sistem.

Targetnya peserta diharapkan memahami konsep efisiensi energi, mekanisme audit energi dan memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam manajemen energi. (Adt)

[divider]

Edukasi Muhammadiyah untuk penggunaan energi yang efektif dan efisien.

Scroll to Top