Milad ke-112 dan Sidang Tanwir Muhammadiyah Tahun 2024 di Kupang NTT, Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua

Muhammadiyah pada tahun 2024 ini telah mencapai usia yang ke-112. Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta. Sepanjang perjalanan seabad lebih Muhammadiyah telah menyertai dinamika kehidupan bangsa Indonesia dengan berbagai gerakan amal dan kebajikan.

Sumbangsih dan kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa begitu besar dengan hadirnya puluhan ribu Amal Usaha di seluruh Nusantara. Tak hanya itu, puluhan juta warga Muhammadiyah turut mewarnai perjalanan dan mendenyut-nadikan dinamika menjadi bangsa yang berkemajuan, tak terkecuali di provinsi Jawa Timur.

Salah satu tugas insan Persyarikatan adalah merumuskan kebijakan strategis Muhammadiyah ke depan. Ini meliputi tantangan yang dihadapi umat Islam dalam konteks Indonesia dan global, serta langkah-langkah yang harus diambil oleh Muhammadiyah untuk tetap relevan dan progresif dalam abad ke-21.

Tema Milad ke-112 Muhammadiyah adalah “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk memperjuangkan kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan tema ini, Muhammadiyah menegaskan pentingnya peran organisasi dalam menciptakan kondisi sosial, ekonomi, dan spiritual yang adil dan merata. Fokusnya adalah pada penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan komunitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan, sehingga kemakmuran dapat dirasakan oleh semua tanpa terkecuali.

Dengan latar belakang itu semua, Milad ke-112 Muhammadiyah diadakan sebagai momentum penting untuk merayakan sejarah, merefleksikan capaian, dan menyusun strategi masa depan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang terus memberi dampak positif bagi umat dan bangsa.

Penjelasan Logo Milad Muhammadiyah ke-112

Milad ke-112 Muhammadiyah juga tidak bisa dilepaskan dengan penyelenggaraan Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 2024 yang akan berlangsung di kota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 3-5 Jumadil Awal 1446 H atau 4-6 Desember 2024 M.

Oleh sebab itu PP Muhammadiyah menghadirkan logo Milad ke-112 yang juga sama dengan logo Sidang Tanwir Muhammadiyah di Kupang, NTT. Logo Milad dan Tanwir Muhammadiyah ke-112 terinspirasi dari bentuk sasando yang diadaptasi menjadi angka “112,” melambangkan harmoni dan warisan budaya Indonesia. Warna gradasi biru dan hijau adalah warna bumi dimana merupakan identitas warna Muhammadiyah.

Warna ini melambangkan organisasi yang berkemajuan sesuai dengan apa yang terjadi di muka bumi. Warna merah dan kuning terinspirasi dari warna bunga sepe yang melambangkan keberanian bermusyawarah dan mengambil keputusan demi tercapainya kemakmuran dan kesuksesan sesuai tema “Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua.”

Ujung bentuk sasando menyerupai mata air yang mengalir melambangkan sustainability. Perpaduan elemen tradisional dan modern dalam desain ini mencerminkan perjalanan panjang Muhammadiyah dalam mengembangkan kemajuan sosial dan keagamaan selama 112 tahun.

Filosofi alat musik Sasando yang dipilih sebaga logo Milad dan Sidang Tanwir adalah harmoni dan kerjasama. Sasando adalah alat musik tradisional dari Rote, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki desain unik dengan berbagai dawai yang dimainkan bersama-sama untuk menciptakan harmoni. Ini bisa melambangkan bagaimana kemakmuran harus dihadirkan melalui kerjasama yang harmonis antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah, dan individu, di mana masing-masing berperan dalam menciptakan kesejahteraan yang merata.

Keragaman dan Keindahan: Sasando juga mencerminkan keragaman suara yang, ketika dimainkan dengan baik, menghasilkan keindahan musik. Ini relevan dengan tema kemakmuran yang inklusif, karena Sasando menunjukkan bahwa dengan menghargai keragaman, baik itu dalam bentuk budaya, ekonomi, atau sosial, kita dapat mencapai kemakmuran yang menyeluruh bagi semua pihak.

Sedangkan filosofi bunga Sepe (Flamboyan) adalah kehidupan yang berkelanjutan. Bunga sepe atau flamboyan dikenal karena keindahannya yang mekar di musim tertentu, memberikan warna dan keindahan pada lingkungan sekitar. Ini bisa menjadi simbol penting dari kemakmuran yang berkelanjutan, di mana kemakmuran yang dicapai bukan hanya sementara, tetapi seperti bunga yang terus mekar, harus dipelihara agar terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Sebagai simbol Perlindungan dan Ketangguhan, Sepe juga memiliki filosofi sebagai pohon yang kuat, dengan akar yang mampu tumbuh di tanah yang keras. Ini bisa diartikan bahwa kemakmuran yang merata membutuhkan ketangguhan dan kemampuan untuk tumbuh di berbagai kondisi, termasuk di wilayah yang mungkin mengalami tantangan ekonomi atau lingkungan yang sulit.

Koneksi Dengan Tema Tanwir

Dalam konteks tema “Menghadirkan Kemakmuran untukSemua”, filosofi Sasando dan bunga sepe relevan sebagai simbol : Kolaborasi dan Harmoni Sosial: Sasando menekankan pentingnya kolaborasi dan harmoni sosial dalam menciptakan kemakmuran yang dapat dirasakan oleh semua pihak. Tanpa kolaborasi dan kerja sama yang harmonis, kemakmuran tidak akan tercapai secara inklusif.

Keberlanjutan dan Keindahan Kesejahteraan: Bunga sepe menunjukkan bahwa kemakmuran harus berkelanjutan dan indah dalam hal dampaknya terhadap lingkungan sosial dan alam. Kemakmuran yang berkelanjutan juga berarti melindungi dan menjaga sumber daya untuk generasi mendatang, seperti bagaimana bunga flamboyan mekar dengan konsisten.

Dalam konteks budaya lokal, Muhammadiyah, sebagai organisasi yang berakar kuat di masyarakat, mungkin memandang penting untuk mengakui dan menghormati nilai-nilai budaya lokal dalam upaya menghadirkan kemakmuran yang merata. Alat musik Sasando dan bunga sepe, meskipun berasal dari budaya tertentu, dapat digunakan sebagai simbol universal tentang bagaimana kemakmuran harus mencakup harmoni, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap keragaman budaya.

Dengan menggabungkan filosofi dari Sasando dan bunga sepe, tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” menjadi lebih relevan karena menyoroti pentingnya harmoni sosial, kolaborasi, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap keragaman dalam mencapai kesejahteraan yang merata.

Yuk, kita sukseskan even Milad ke-112 di Jawa Timur dan Sidang Tanwir Muhammadiyah 2024 di Kupang NTT.

[divider]

EVEN MILAD KE-112 MUHAMMADIYAH DI JAWA TIMUR

Even Milad ke-112 Muhammadiyah di Jawa Timur tahun 2024

Scroll to Top