Program BankZiska Bantu Lancarkan Mbah Sum di Ponorogo, Penjual Sayur Keliling Dengan Berjalan Kaki Setiap Hari

Nama lengkapnya Sumiatun. Berasal dari puthuk, Nglarangan Ngrayun Ponorogo. Memiliki 2 anak semuanya sudah berkeluarga. Sedangkan suaminya sehari-hari ngarit untuk kambing yang dipelihara.

Umur Mbah Sum 70 tahun. Sehari-hari jualan keliling dengan menggendong rinjing. Jalan kaki kurang lebih 2 km. Di wilayah Gamping, Tenggeng, Kayen dan Sambong. Medan jualannya tidaklah lempeng seperti yang kita bayangkan. Topografinya gunung dengan jalan naik turun kurang sempurna.

Dia berangkat setiap bakda dhuhur sampai sore hari. Keliling dari rumah ke rumah. Membawa dagangan sayuran mentah dan sayur mateng. Tahu, tempe, krupuk, pepes dan semisalnya. Jika dihitung maksimal barang nya di angka 500 ribu.

Sebelum mengenal Bankziska Hutang Mbah Sum sekitar 2 juta ke Bankthihil harian (Rentenir/lintah darat). Dagangan juga tidak berkembang banyak.

Mbah Sum lantas mengenal Bankziska dari Pak Harno. Relawan Bankziska yang sehari-hari beternak kambing. Melalui Pak Harno Mbah Sum telah mengalami beberapa pinjaman dari Bankziska. Setidaknya 4 kali pembiayaan. 500 ribu, 700 ribu, satu juta, dan satu juta. Cicilan ringan 100 ribu per bulan.

Sejak bergabung dengan Bankziska dagangannya semakin bertambah banyak. Jualannya semakin lancar. Laba yang diperoleh dapat dinikmati seluruhnya.

Saat ini Mbah Sum telah terlepas dari paparan rentenir harian.

Terimakasihnya pada Bankziska tiada terkira. Saking senengnya Pak Harno mendapat cipratan barokah. Saat papasan di jalan, selalu Pak Harno dikasih jajanan. Sampai Pak Harno sungkan dan malu. Bagi Mbah Sum Pak Harno bak pahlawan. Membuat usahanya jadi berkembang barokah.

Saya tanya ke Pak Harno. Bagaimana ibadahnya Mbah Sum. “Alhamdulillah ibadahnya sae mas. Kalau sore juga ikut belajar ngaji iqro’ alip bak tak, juga sudah berinfak biasanya di masjid Luluh Muhammad, sambung Pak Harno.

Mbah Sum adalah salah satu potret. Dari sekian banyak usaha mikro kecil yang telah di bantu Bankziska. Didampingi tidak hanya ekonomi tapi juga ibadahnya. Bankziska tidak hanya mengukur kuantitas tapi juga kualitas dari mitranya.

Bagi saya mendampingi usaha mikro kecil adalah bagian dari kebaikan. Bukan bisnis. Mereka tak tersentuh oleh Bank besar dan menjadi sasaran empuk rente harian. Lalu siapakah yang membersamai mereka? Hadirnya kita adalah harapan bagi mereka.

Faruq Ahmad Futaqi, Manajer program BankZiska LAZISMU Jatim kantor Utama Ponorogo.

Scroll to Top