RendangMu Qurban LAZISMU Bahagiakan Sesama Tidak Hanya pada Hari Raya Idul Adha, Namun Bisa Sepanjang Masa

Alkisah, sebuah rumah keluarga miskin di pinggir sungai, tinggal seorang Ibu dengan 2 orang anak. Yang pertama Arman, kelas 5 SD dan yang kedua Tuti kelas berumur 5 tahun belum sekolah.

Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Ibu menyiapkan sarapan untuk Arman berupa nasi, kecap dan tempe. Atau nasi dan krupuk. Atau nasi dengan telor dibagi empat bagian.

Suatu hari Arman bertanya, ”Ibu, kita tiap hari makan dengan tempe, tahu atau kerupuk. Kapan kita bisa makan yang lebih enak Bu?”

Sang Ibu berkata, ”Iya Nak, sabar ya. Kalau ada rejeki kita pasti akan makan enak.”

Lalu Ibu memalingkan muka, matanya menatap foto keluarga di dinding ketika suaminya masih hidup. Ada ayah, ibu, Arman dan Tuti yang masih kecil. Ayah meninggal karena covid dua tahun lalu, tertular di tempat kerjanya sebagai kuli bangunan. Di atas meja ada berita kematian para pekerja bangunan karena covid. Mata sang ibu berkaca-kaca.

Siang hari, Arman pulang dari sekolah berjalan kaki, melewati warung sate yang sedang ramai. Berhenti sejenak dan melihat. Menelan ludah. Lalu berjalan lagi.

Hingga suatu saat di Hari Raya, suara takbir terdengar sayup-sayup di pagi hari, sekitar jam 05.00. Ibu membangunkan Arman dan Tuti yang tidur di kasur tipis dengan selimut lusuh.

”Ayo Nak siap-siap, nanti kita sholat Idul Adha di lapangan.”

Mereka pun berangkat ke lapangan untuk melaksanakan Sholat Idul Adha bersama jamaah lainnya.

Siang hari. Ibu dan kedua anaknya sedang makan siang di rumahnya, dengan lauk tempe, tahu, sambal. Lalu terdengar ketukan pintu. Panitia qurban dari masjid membagikan bungkusan daging dalam besek bambu, Ibu mengucapkan beribu terima kasih.

Arman dan Tuti bersorak, ”Makan enaaak…makan enaaaak…..” Sang Ibu tersenyum dan membawa besek ke dapur.

Menjelang sore, makanan sudah siap. Ada Sop sapi, sate ayam, dan nasi hangat. Teh manis panas turut memaniskan suasana. Terlihat lezat sekali.

Arman membantu membawakan lauk istimewa itu dari dapur ke ruang tengah. Mereka lalu makan dengan lahap, lesehan di atas tikar plastik yang banyak berlubang. Sore itu keluarga ini makan daging kiriman dari Panitia Qurban Masjid. Setahun sekali suasana ini terjadi.

Ketika sampai di sate terakhir, Arman berhenti. Ia akan mengambil tapi tidak jadi. Nampak ragu-ragu. Dipandanginya sate terakhir itu. Ibunya memperhatikan dan berkata, ”Ayo dimakan Nak, masa’ satenya nggak dihabiskan?”

Arman menjawab, ”Jika Arman makan satenya, ini jadi sate terakhir kita tahun ini. Kita baru bisa makan sate lagi tahun depan ya Bu?”

Pandangan mata Ibunya menerawang, kosong tak punya jawaban. Tuti adiknya berhenti mengunyah. Hening seketika.

Malam pun menjemput untuk mengantar keluarga ini beristirahat. Namun tiba-tiba terdengar suara dari luar, ”Assalamu’alaikum…”.

Ibu masih bersedih atas pertanyaan Amran tadi. Lalu ibu menyeka matanya yang basah sembari menjawab dengan sedih, ”Wa’alaikum salam.. Siapa ya?”

Ia beranjak membuka pintu dan bertemu seorang kurir dari LAZISMU yang mengantarkan paket Rendang QurbanMu di dalam karton.

Kurir berkata,”Ibu ini ada RendangMu kaleng dari produk QurbanMu dari LAZISMU. Bisa untuk lauk ya Bu, Selamat Idul Adha. Semoga sehat selalu…”

Sang Ibu terdiam tak bisa berkata-kata. Lalu gugup berkata, ”Makasih Mas, Alhamdulillah, makasih ya Mas….” Nampak Ibu bergegas membawa karton ke dalam. Ia tersenyum bahagia.

“Alhamdulillah, ya Allah ini adalah Idul Adha terindah bagi kami. Terima kasih ya Allah” batin sang ibu tak kuasa menahan haru bercampur gembira.

Pagi hari menjelang berangkat sekolah, Arman membuka tutup di meja, melihat nasi dan lauk tempe. Lalu ia menuju ke lemari dapur dan membuka pintunya. Nampak beberapa kaleng RendangMu Qurban LAZISMU tersimpan rapi di dalam lemari. Mata Amran berbinar-binar. Kini ia bisa makan daging beberapa kali dalam tahun ini.

Tentu kisah di atas bukanlah sekedar narasi atau karangan imajinasi penulis belaka. Namun hal itu nyata ada di sekitar kita, bahwa masih banyak warga masyarakat kita yang bisa menikmati konsumsi daging, harus menunggu datangnya Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban.

Bersama LAZISMU mari kita jadikan Hari Raya Idul Adha menjadi momen yang membahagiakan bagi sesama dengan kebermanfaatan sepanjang masa.

Salurkan QurbanMu melalui LAZISMU untuk kebermanfaatan sepanjang masa. Karena daging qurban diolah oleh LAZISMU menjadi makanan dalam kemasan kaleng yang bisa tahan hingga dua tahun. Tentu hal ini sesuai dengan upaya untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat kita dan ketersdiaan pangan pada masa bencana atau rawan pangan.

QurbanMu melalui LAZISMU bahagiakan sesama, di sekitarmu, di sekeliling kita dan di berbagai kawasan di tanah air yang sulit untuk dijangkau. QurbanMu memberi kebahagiaan dan kegembiraan tepat pada hari bahagia, Idul Adha dan juga sepanjang masa. (Pusat)

Yuuk simak videonya…

[divider]

Qurban 1445 Hijriyah

Scroll to Top