Setelah sukses membagikan 30.000 porsi Bakso pada even Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah di Solo, 4.000 porsi pada Muktamar Nasyiatul Aisyiyah di Bandung dan 2.000 porsi di Posyan Penyintas Gempa di Cianjur, pada even Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-16 Muhammadiyah Jatim di Ponorogo LAZISMU kembali membagikan Bakso lezat secara Gratis. Pembagian makanan yang populer di segenap lapisan masyarakat ini sebagai salah satu upaya memeriahkan perhelatan akbar Persyarikatan Muhammadiyah sekaligus memberi kegembiraan kepada semua kalangan.
Sebanyak 10.000 porsi Bakso dibagikan kepada warga masyarakat dan Penggembira Musywil Muhammadiyah. Pembagian Bakso dilakukan di dua lokasi, yakni Alun-alun Ponorogo ketika Pembukaan Musywil Muhammadiyah Jatim pada hari Sabtu pagi tanggal 24 Desember 2022. Sedangkan pada Sabtu malamnya tambahan 2000 porsi Bakso Gratis dibagikan kepada Peserta dan Peninjau Musywil di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) sebagai tempat permusyawaratan Persyarikatan tingkat wilayah lima tahunan digelar dan pagelaran seni budaya Wayang Kulit dilangsungkan.
Tim Bakso Gratis Kendara Saji Makanan LAZISMU Jatim mulai memasak bakso pada dinihari sebelum sebuh. Tepat jam 6 pagi bakso telah siap disajikan kepada seluruh warga masyarakat dan penggembira Musywil di alun-alun Ponorogo. Ribuan Penggembira Musywil yang berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Timur guna mengikuti prosesi Pembukaan Musywil Muhammadiyah turut mengantri untuk merasakan kelezatan bakso yang dihidangkan oleh LAZISMU Jatim.
Ketua LAZISMU Jatim drh Zainul Muslimin dan seluruh Badan Pengurus (BP) LAZISMU Jatim dan para Amil LAZISMU dari berbagai Daerah juga turut melayani menghidangkan bakso tersebut kepada khalayak ramai di alun-alun. Teristimewa sekali Ketua BP LAZISMU Pusat Dr Mahli Zainudin Tago yang hadir secara khusus pada even Pembukaan Musywil ini juga ikut melayani menyuguhkan Bakso gratis kepada pengunjung.
Menjelang dhuhur 10.000 porsi bakso telah ludes dinikmati oleh siapapun warga masyarakat yang hadir di alun-alun kota Ponorogo, terutama para penggembira Musywil Muhammadiyah. Seporsi bakso terdiri dari 5 pentol plus kuahnya ditambah saos, kecap dan sambal telah menjadi pengganjal perut, khususnya bagi mereka yang belum sarapan pada pagi hari itu. Namun bagi para penikmat bakso, mereka merasakan kelezatan bakso yang diolah dengan bumbu spesial.
Bakso ini dibagikan secara percuma atau gratis mengingat dagingnya berasal dari daging Qurban tahun 1443 Hijriyah yang dibekukan dan disimpan guna cadangan ketahanan pangan jangka panjang. Bahkan LAZISMU Jatim juga menyuplai 0,4 ton daging sapi untuk konsumsi Peserta selama Musywil Muhammadiyah berlangsung. Selain diolah menjadi makanan dalam kemasan kaleng seperti RendangMu, KornetMu dan GulaiMu, sebagian daging Qurban tetap disimpan di cold storage (ruang pembekuan). Nantinya daging beku tersebut akan dimanfaatkan pada even-even tertentu, misalnya perhelatan Muhammadiyah seperti Muktamar, Musywil, dapur umum kebencanaan dan lain sebagainya. (Adt)
[divider]
Bagaimana suasananya? Simak video berikut ini..



