Bumi dirasakan semakin panas. Suhu di hampir belahan bumi mengalami kenaikan, termasuk di kutub utara dan selatan. Sementara itu polusi udara dan penggunaan energi berbasis karbon juga kian menjadi-jadi dan tidak ada tanda-tanda adanya penurunan. Di lain pihak, para pemegang kekuasaan dan kepentingan masih saling bersilang sengketa tentang bagaimana menangani dampak perubahan iklim.
Menyadari hal itu LAZISMU sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang bertugas mengjimpun dan menyalurkan dana ZISKA merasa terketuk hati atas terjadinya perubahan iklim bumi, terutama di Indonesia, wa bil khususon di Jawa Timur. LAZISMU tidak hanya bergerak pada pilar pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dakwah dan kemanusiaan, namun juga peduli terhadap lingkungan. Dalam hal menjaga kelestarian lingkungan LAZISMU mempunyai beberapa program, salah satunya adalah Penanaman Pohon.
Oleh sebab itu LAZISMU wilayah Jawa Timur menggerakkan aksi bersama untuk menanam pohon. Sebagai pilot project, Sidoarjo menjadi titik sasarannya, terutama di Pondok Pesantren dan Amal Usaha (Sekolah) Muhammadiyah. Aksi bertajuk “Tanam Seribu Pohon untuk Sumber Oksigen” secara seremoni dilakukan di Pondok Pesantren An-Nur, desa Penatar Sewu, kecamatan Tanggulangin, kabupaten Sidoarjo, Sabtu pagi 16 November 2024.
Targetnya adalah penanaman 1000 pohon untuk penghijauan di 50 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan, yang ditanami dengan aneka tanaman seperti trembesi, akasia, matoa, tin, zaitun dan sebagainya. LAZISMU kabupaten Sidoarjo sebagai penggerak dan fasilitator di tingkat teknis. Sedangkan mitra yang digandeng adalah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Berantas – Sampean.
“Seribu tanaman pohon kami bagikan ke 50 Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah di Sidoarjo, mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Kita gerakkan aksi menanam dan merawat pohon di lingkungan sekolah masing-masing sebagai sumber oksigen, untuk penghijuan dan kelestarian lingkungan hidup,” ucap Hifni Solikhin, Ketua LAZISMU Sidoarjo, ketika mendampingi aksi tanam pohon di Pondok Pesantren An-Nur, Penatar Sewu.
Tanam Pohon adalah program lingkungan dari Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) LAZISMU untuk menjaga bumi dan melestarikan lingkungan hidup. Menanam seribu pohon di lingkungan pondok pesantren dan sekolah, khusunya Amal Usaha Muhammadiyah, merupakan salah satu program yang dapat mendukung beberapa pencapaian tujuan SDG’s, seperti : membantu menyerap karbondioksida dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada ekosistem darat penanaman pohon membantu menjaga keanekaragaman hayati dan melestarikan ekosistem di darat.
Seremoni Aksi Tanam Pohon dilakukan di Hall Pondok Pesantren An-Nur Penatar Sewu, yang diisi dengan sambutan dan pengarahan oleh Aditio Yudono mewakili Badan Pengurus LAZISMU Wilayah Jawa Timur dan Prof Dr Dzo’ul Milal, MPd, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Sidoarjo.
“Selain memelihara kebersihan lingkungan sekitar, terutama di sekolah dan pondok, patutlah kita juga menjaga lingkungan hidup agar kita bisa hidup dengan merasa nyaman, tenang dan bahagia. Menanam pohon-pohonan adalah merupakan ikhtiar kita menjaga dan melestarikan lingkungan,” kata Prof Dr Dzo’ul Milal, MPd dalam sambutan dan pengarahannya kepada para santri dan pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Penatar Sewu.
Sebelum aksi tanam pohon dilakukan, disampaikan edukasi dan literasi tentang permasalahan Lingkungan Hidup, bertajuk “Manfaat Penanaman Pohon” kepada 100 orang santri putra dan putri di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur, Penatar Sewu, Tanggulangin, Sidoarjo. Edukasi disampaikan oleh Hendra, seorang petani dan praktisi budidaya tanaman produktif di Tanggulangin, Sidoarjo.
Setelah disampaikan edukasi lingkungan, para santri Pondok Pesantren An-Nur diajak ke halaman untuk kegiatan aksi bersama penanaman pohon dipandu oleh petugas dari BDAS Brantas, Sampean dan pengasuh pondok. Usai aksi para santri menyantap hidangan 250 porsi bakso dari LAZISMU Jatim, karena pada hari itu (16/11/24) juga merupakan rangkaian kegiatan memperingati Milad ke-112 Muhammadiyah tahun 2024 serentak se-Jawa Timur. (Adt)
[divider]








