Buka Lembaran 2025, MDMC MLHPB PWM Jatim Adakan LATGAB Kebencanaan Antisipasi Megathrust

Indonesia merupakan salah satu negara yang berkategori rawan bencana, karena secara geologis terletak di antara lempeng Asia, Pasifik, Australia, serta terletak di cincin api (gunung berapi) yang masih aktif, yaitu sebanyak 129 gunung. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki karakteristik geografis beragam baik secara tatanan tektonik, dinamika meteorologis dan klimatologis merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana alam. Selain itu, Indonesia dilalui oleh dua jalur gunung api dunia, yaitu sirkum pasifik (Pacific Ring of Fire) dan sirkum mediterania yang melintasi wilayah Pulau Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara hingga Sulawesi Utara.

Saat ini sedang dibahas berbagai isu tentang kebencanaan oleh Pemerintah dan para pemerhati. Salah satu isu adalah terkait bencana megathrust. megathrust kini sedang banyak diperbincangkan dan menjadi perhatian bagi lembaga atau institusi dan komunitas penanggulangan bencana di Indonesia.

Gempa megathrust adalah gempa bumi berukuran sangat besar yang terjadi di zona subduksi, dimana salah satu lempeng tektonik bumi terdorong ke bawah lempeng tektonik lainnya. Peta zona megathrust di Indonesia menunjukan beberapa area subduksi aktif yaitu Sunda yang meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba. Selanjutnya, terdapat Subduksi Banda, subduksi Lempeng Laut Maluku, Sulawesi, Lempeng Laut Filipina, dan Utara Papua. Pengetahuan terkait megathrust, zona dan segment megatrust, serta magnitudo megathrust perlu dikaji lebih dalam guna meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, didukung oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), berinisiasi untuk menyelenggarakan Latihan Gabungan (LATGAB) dan Simulasi Bencana Megathrust. MLHPB atau yang lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berharap dengan pelatihan ini para pengurus dan relawan penanggulangan bencana Muhammadiyah dapat memahami lebih dalam terkait megathrust sehingga dapat menyiapkan atau meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana itu.

Menurut Yuanita Wulandari S.Kep., Ns., MS, Sekretaris Panitia, LATGAB MLHPB PWM Jatim akan dilaksanakan pada hari Jum’at hingga Ahad, tanggal 10 – 12 Januari 2025 bertempat di Area 360, Pantai Prigi, kecamatan Watulimo, kabupaten Trenggalek. LATGAB ini tergolong kegiatan agak besar karena mengerahkan 550 orang Relawan dan berbagai pihak terkait penanganan bencana.

“Tujuan Umum LATGAB adalah untuk membekali relawan Penanggulangan Bencana Muhammadiyah dengan pengetahuan dan skill terkait penanggulangan bencana megathrust,” kata Yuanita Wulandari S.Kep., Ns., MS, Sekretaris Panitia LATGAB MLHPB PWM atau MDMC Jatim, ketika dihubungi melalui jaringan pribadi, Kamis (2/1/2025).

“Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan skill terkait penanggulangan megathrust serta membangun sinergitas gerakan mitigasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana tersebut. Selain itu LATGAB diharapkan menjadi arena untuk mempererat ikatan persaudaraan antar relawan Muhammadiyah,” ungkap Yuanita.

“Dengan input berupa Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) dan materi bahan ajar, semoga didapatkan output berupa tumbuhnya motivasi relawan terhadap aktivitas penanggulangan bencana, meningkatnya sikap prososial relawan terhadap aktivitas penanggulangan bencana dan meningkatnya kesiapan relawan dalam respon tanggap darurat bencana megathrust,” tambah Yuanita.

Yuanita menjelaskan bahwa LATGAB MDMC selama tiga hari ini akan memberikan materi-materi meliputi :

  1. Konsep Bencana, yaitu Penanganan Darurat Bencana, Siaga Darurat, Tanggap Darurat Bencana, Transisi darurat ke pemulihan dan Standart pelayanan Minimal Respon.
  2. Penugasan Relawan, berupa Adminitrasi Relawan, Kompetensi Relawan sesuai fase, Syarat dan Mekanisme Penugasan, Tugas Pelaporan dan K3 relawan.
  3. ICS, meliputi Tugas dan Fungsi Struktur, Pengorganisasian, Batasan dan wewenang, Teknik Komunikasi, Cara Pengenalan Radio Komunikasi, Simulasi Komunikasi, dan informasi melalui radio HT.
  4. Pembentukan Poskor dan Posyan, dengan sub materi antara lain Proses Pembentukan, Persyaratan Lokasi,  Proses Pembentukan, Pengorganisasian, Batasan dan Wewenang TUPOKSI, Pelaporan dan MEAL, Kebutuhan standar Sapras, Level/Kedudukan dan Simulasi.
  5. Pembuatan Dokumentasi, diantaranya : Penyusunan Informasi, Pengelolaan SDM, Pengelolaan Data dan Simulasi.

“Selain diikuti oleh Relawan MDMC-MLHPB, LATGAB ini diikuti oleh lintas Lembaga dan Ortom Muhammadiyah, seperti LLHPB Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah/Kokam, Hizbul Wathan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IMM, IPM, LAZISMU Daerah khususnya Korps Ambulance, RSM/A dan kalangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Timur. Selain itu juga ada peserta Lintas Agama. Calon peserta bisa melakukan pendaftaran melalui link yang disediakan yakni https://bit.ly/PENDAFTARANLATGAB2025. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr Samsul Hadi No HP/WA 0853-3159-9890,” tutup Yuanita. (Ddt)

[divider]

Scroll to Top