Kuatkan Aqidah yang Berhijrah ke Agama Islam dan Satukan Hati Para Eks Napiter, LAZISMU dan LDK PWM Jatim Selenggarakan Pesantren Muallaf dan Pejuang Damai

Bulan Ramadhan merupakan momen tepat untuk saling menguatkan dan menyatukan. Bagi saudara seiman yang baru berhijrah masuk ke dalam Agama Islam atau Muallaf perlu dikuatkan aqidahnya. Ramadhan saatnya untuk semakin memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Mualaf dianggap sebagai bagian penting dari komunitas Muslim dan dianjurkan untuk diterima dengan tangan terbuka, serta diberi bimbingan dan pemahaman dalam memahami dan menjalankan ajaran Islam. Mereka butuh dikuatkan dan dukungan agar mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan agama Islam. Untuk itulah LAZISMU dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur hadir bersinergi untuk membersamai para muallaf.

Demikian pula dengan para ex Napi Teroris yang ada di Surabaya dan Sidoarjo. Selepas menjalani hukuman penjara di BAPAS mereka membutuhkan bimbingan dan pembinaan untuk kembali ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran agama Islam yang moderat dan damai serta mematuhi peraturan yang berlaku di negara tercinta.

Oleh sebab itu LAZISMU dan LDK PWM Jatim menyelenggarakan Pesantren Mualaf dan Pejuang Damai. Kegiatan tersebut merupakan yang ketiga di bulan Ramadhan 1445 Hijriyah ini kerja bareng LAZISMU dengan LDK PWM Jatim. Pesantren Muallaf dan pejuang Damai silaksanakan pada hari Sabtu siang hingga menjelang Isya’, tanggal 6 April 2024 di gedung Muhammadiyah Jatim Jl Kertomenanggal IV no 1 Surabaya.

Kegiatan yang merupakan ‘pesantren kilat’ tersebut diikuti oleh 35 peserta, yaitu 11 orang Muallaf dan 24 orang dari komunitas pejuang damai ex Napi Teroris (Napiter) Surabaya, binaan LDK PWM Jatim.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Akhmad Thalhah selaku Ketua LDK PWM Jatim yang disambung dengan Pengarahan oleh Dr dr Sukadiono MM, Ketua PWM Jatim.

Menurut Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan agama Islam kepada para muallaf terutama dari aspek aqidah Islamiyyah agar mereka tetap teguh dalam keyakinan dan berislam dengan sebenar-benarnya.

“Dalam Islam Muallaf mendapat perlakuan khusus dan dimuliakan. Kita diperintah oleh Rasulullah SAW untuk memperlakukan Muallaf dengan baik dan penuh kasih sayang. Tidak hanya itu, bagi Muallaf yang baru memeluk dan mempelajari agama Islam perlu mendapatkan bimbingan dan pendampingan. Nah momen Ramadhan ini sangat tepat untuk menguatkan dan membekali mereka secara rohani dan jasmani,” ucap Aditio Yudono saat Pembukaan Pesantren Muallaf di gedung Muhammadiyah Jatim (6/4/24).

“Selain Muallaf, kami juga memberikan dukungan kepada para pejuang damai yang merupakan ex Napi Teroris yang telah kembali ke jalan yang benar. Muhammadiyah membimbing mereka untuk dapat menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam koridor NKRI dengan pemahaman Islam wasatiyah ala Muhammadiyah” jelas Aditio.

“Acara ini sebenarnya merupakan ajang membangun silaturahmi lintas komunitas Muslim sebagai upaya perintisan program MCM atau Muallaf Center of Muhammadiyah Surabaya, yaitu program sinergi dan kerjasama antara LAZISMU dengan LDK PWM Jatim untuk membina Muallaf dan mereka yang kembali ke jalan Islam yang sebenar-benarnya,” kata Aditio menambahkan.

“Dalam kesempatan ini LAZISMU Jatim menyalurkan bingkisan kado Ramadhan yang terdiri dari paket Al Qur’an, Sembako, RendangMu, uang transpor dan baju Koko atau baju Muslim sumbangan dari PT Behaestex Gresik. Kami berharap semua yang hadir merasakan jalinan silaturrahim yang erat dan dukungan bagi mereka untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Agama Islam yang diwujudkan dalam pola hidup bermasyarakat yang inklusif,” harap Aditio. (Ddt)

Scroll to Top