Setelah pekan lalu berihlah dakwah ke Nusa Tenggara Timur (NTT), perjalanan LAZISMU Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur selanjutnya menuju ke Medan, Sumatera Utara. Tujuan ke Medan selain dalam rangka meningkatkan sinergi dakwah dan penguatan jaringan Persyarikatan juga sebagai kunjungan balasan karena PWM Sumatera Utara telah beberapa kali berkunjung ke Jawa Timur.
Berangkat dari Bandara Juanda, Jumat pagi (8/9/22), rombongan bertolak ke provinsi yang terletak di bagian utara pulau Sumatera. Rombongan dipimpin Ir Tamhid Mashyudi Sekretaris PWM Jatim disertai dengan jajaran LAZISMU Jatim. Badan Pengurus LAZISMU wilayah Jatim yang ikut berihlah dakwah antara lain Ketua drh Zainu Muslimin, Wakil Ketua Dr Agus Edi Sumanto dan Imam Hambali, serta anggota Badan Pengurus Imam Fauzi dan Muhammad Masrukh.
Rombongan LAZISMU PWM Jatim tiba di bandara Kuala Namo Medan dijemput oleh Badan Pengurus LAZISMU kota Medan yakni Ketua ustadz Muhammad Arifin bersama Andika Yudha kepala eksekutif, dan para Amil LAZISMU lainnya. Selanjutnya rombongan diajak ke Masjid at-Taqwa kampung Dadap, salah satu PCM di Medan, guna melaksanakan sholat Jumat.
Ba’da Sholat Jum’at acara rombongan dan penjemput kemudian bergeser ke kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jl. Mandala By Pass No.140, Bantan, Kecamatan Medan Tembung, kota Medan untuk beramah mesra. Kedatangan rombongan disambut oleh jajaran Ketua PDM dan Pimpinan Persyarikatan beserta Majelis dan Lembaga serta Ortom kota Medan.
Ketua PDM kota Medan Drs. H Burhanuddin MAg dan Sekertaris drs Satiman beserta seluruh jajarannya menyambut dengan hangat kehadiran LAZISMU PWM Jatim untuk berihlah dakwah dan berbagi pengalaman guna memajukan gerakan Persyarikatan. Selain ngobrol tentang hal-hal khas yang berbau Medan Burhanuddin menjelaskan bahwa PDM kota Medan memilik 32 Cabang (PCM), 180 Ranting (PRM) dan 12 Kantor Layanan LAZISMU (KLL) siap untuk bisa besinergi dengan Jatim. Ia berharap semoga pertemuan silaturrahmi ini membawa berkah, berkelanjutan dan mendapat ridha dari Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut Ketua LAZISMU Jatim drh Zainul Muslimin sambil mengenalkan satu persatu anggota rombongan, mengatakan bahwa Muhammadiyah termasuk LAZISMU harus senantiasa menebar kebermanfaatan kepada sesama, bukan hanya di lingkungan sendiri, namun harus juga bermanfaat bagi semuanya. Kedatangan rombongan ke Medan ini menurutnya juga untuk saling belajar, saling mengisi dan saling berbagi inspirasi, terutama bagaimana mengelola LAZISMU khususnya di kota Medan.
Dalam pertemuan itu Ir Tamhid Mashyudi Sekertaris PWM Jatim menyampaikan pentingnya percepatan gerakan dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan Persyarikatan. Salah satu contoh menurutnya adalah cash management di Muhammadiyah guna mempercepat berkembangnya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang membutuhkan kesepahaman bersama di internal Persyarikatan.
Dijamu PWM Sumut dan Rektor UMSU
Jumat malam setelah beristirahat siang, rombongan LAZISMU PWM Jatim menuju ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Di gedung Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) kebanggaan provinsi Sumatera Utara ini LAZISMU Jatim mendapatkan jamuan istimewa dari jajaran PWM Sumut dan Rektor UMSU. Dikatakan istimewa karena selain jamuan hidangan makan malam, disuguhkan pula Durian ucok, buah durian khas Medan yang terkenal itu.
Prof, Dr Hasyimsyah NST, Ketua PWM Sumatera Utara menceritakan bahwa ia sudah dua kali berkunjung ke Jatim untuk belajar atau studi banding. Ia berharap agar Sumut bisa seperti Jatim, bisa maju bersama-sama, kuat bersama-sama pula. Ia sebenarnya masih ingin datang lagi ke Jatim agar bisa melihat pulau Madura, mengunjungi Gresik dan daerah yang lainnya di Jatim, serta belajar banyak hal.
Pada kesempatan baik itu Ir Tamhid Mashyudi Sekertaris PWM Jatim mengajak PWM Sumut untuk bersinergi antar PWM dengan hubungan kerjasama yang saling menguatkan. Kedatangan rombongan memang untuk berihlah dakwah, disamping itu juga ingin memperkokoh jalinan silaturrahim antar Pimpinan Muhammadiyah. Oleh sebab itu dirasakan penting baginya untuk memperkuat sinergi dalam berbagai bidang, terutama dakwah kultural dan pengembangan AUM.
Tak lupa Ketua LAZISMU Jatim drh Zainul Muslimin mengajak UMSU untuk mengikuti kegiatan pelatihan Kantor Layanan LAZISMU Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang rencananya akan dilaksanakan oleh LAZISMU Pusat pada tanggal 17-18 September 2022 mendatang di kampus UMSIDA Sidoarjo, Jatim.
Rektor UMSU Prof Dr Agussani, MAP sangat setuju bahwa cikal bakal percepatan pergerakan Persyarikatan saat ini harus dimulai dari LAZISMU. LAZISMU harus menjadi mercu tanda atas solusi problematika ummat manusia. Ia berharap mudah-mudahan dapat banyak belajar dari semua pihak, termasuk ke Jawa timur.
Ajang Sharing dan Saling Menginsiprasi
Ahad pagi, 11/9/22, kegiatan berlanjut dengan forum resmi SILATURRAHIM antara LAZISMU PWM Jatim dengan PWM dan LAZISMU Sumut di gedung Aula Pasca Sarjana UMSU, di kota Medan. Kegiatan itu dimarakkan dengan rangkaian pantun dan dihadiri oleh seluruh jajaran PWM, PWA Aisyiyah dan LAZISMU Sumatera Utara serta beberapa PDM.
Drs Basyir Hasibuan MPd Ketua LAZISMU Sumut mengucapkan selamat datang kepada Rombongan. Ia berharap dalam kesempatan ini LAZISMU Sumut terutama kota Medan bisa Amati, Tiru dan modifikasi (ATM) berbagai program LAZISMU PWM Jatim. Saat ini menurutnya di Sumut baru terdapat 13 kantor LAZISMU Wilayah dan Daerah.
PWM Sumut yang diwakili oleh ust Ibrahim sakti batubara selaku Wakil Ketua dalam sambutannya menyatakan bahwa hubungan kedekatan emosional Medan Sumut dan Jatim sangat erat dan terasa. Dan ini agak berbeda dengan Wilayah lain. Banyak keunggulan dari Jatim yang menurutnya bisa diadopsi dan diterapkan di Sumut. Jika Sumut dan Jatim berkolaborasi maka akan melahirkan gerakan-gerakan yang insyaallah menjadi luar biasa.
Ustadz Ibrahim mengakui bahwa Zakat di lingkungan Persyarikatan belum menjadi prioritas. Oleh karena itu gerakan Zakat ini harus segera diluaskan dan ditingkatkan sehingga peran dan kiprah LAZISMU yang sangat mulia ini bisa dirasakan dan bermanfaat terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Forum Silaturrahim ini diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Daud Sitorus selaku qori’. Setelah sambutan-sambutan, acara diisi dengan sharing materi. Yang pertama disampaikan oleh Dr Agus Edi Sumanto Wakil Ketua LAZISMU Jatim. Ia menjelaskan tentang program Bankziska LAZISMU, yakni Bantuan Keuangan berbasis dana Zakat Infaq dan Shadaqah dan Sosial Kegamanaan lainnya atau yang banyak dikenal dengan al-Qardul Hasan.
Agus menjelaskan bahwa program LAZISMU bisa berjalan dengan diawali adanya maping potensi daerah kota Medan yang besar. Tentang jumlah Muslim, jumlah mahasiswa UMSU, dan lain-lain yang merupakan potensi besar. Menurutnya penting dilakukan oleh LAZISMU bagaimana cara meningkatkan atau menaiktarafkan Mustahik agar bisa menjadi Muzakki.
Agus mengungkapkan bahwa usaha mayoritas masyarakat sebanyak 78% UMKM banyak yang terjerat riba. Disinilah tugas Pimpinan dan warga Persyarikatan untuk mengedukasi kepada masyarakat tentang bahaya riba. Jika diperkenankan, program Bankziska diduplikasi di PWM Sumut, LAZISMU Jatim akan mensupport dengan sistim, modul, software dan hardwarenya.
Ir Tamhid Mashyudi Sekretaris PWM Jatim ingin menginspirasi forum dengan sebuah kisah tentang kehebatan dakwah sahabat Rasulullah SAW yang bernama Abdurrahman bin auf, saudara Ansor, seorang pengusaha kaya raya yang rajin berbagi atau memberi. Ia sering datang secara langsung ke pasar-pasar hanya untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dan terbelit hutang. Menurutnya hal ini mirip dengan gerakan BankZiska yang dicanangkan oleh LAZISMU Jatim. Maka teladan Abdurrahman bin auf ini seharusnya menginspirasi insan Persyarikatan bahwa Muhammadiyah itu senantiasa datang untuk membantu dan memberi, bukan sebaliknya, kata Tamhid.
Selanjutnya drh Zainul Muslimin Ketua LAZISMU Jatim menjelaskan tentang pentingnya menyusun struktur LAZISMU. Yang lebih penting lagi menurutnya adalah bagaimana agar seluruh Pengurus bisa berjalan dan menjalankan organisasi sesuai bidangnya dengan sebaik-baiknya dan bisa memberikan yang terbaik. Dengan cara dan hasil terbaik yaitu mengurus organisasi dengan baik, fokus terhadap apa yang diurus, serta serius dan terus menerus sehingga bisa berhasil baik. Ia juga menjelaskan bagaimana mengatur hubungan sinergi antara LAZISMU dengan PWM dan Pimpinan Persyarikatan lainnya, supaya bisa menjalankan program-program dengan baik.
Sharing terus berlanjut dengan penyampaian materi program Qurban RendangMu dan KornetMu yang disampaikan oleh Imam Fauzi, SE. Imam menjelaskan secara lengkap produk knowledge, mulai proses hingga distribusi serta teknik Fundrising program. Materi Badan Usaha Milik Amil LAZISMU (BUMAL) diuraikan oleh Muhammad Masrukh yang diisi dengan landasan kerja, definisi, tujuan, syarat pendirian, bentuk BUMAL hingga mengenalkan berbagai macam produk BUMAL LAZISMU Jatim.
Sedangkan materi pamungkas tentang kelembagaan dan keuangan disampaikan oleh Wakil Ketua LAZISMU Jatim Imam Hambali MEI. Acara ditutup pukul 17.30 WIB. Sebelum kegiatan forum silaturrahim ini pada hari Sabtunya, rombongan rihlah LAZISMU PWM Jatim terlebih dahulu diajak oleh tuan rumah berkeliling kota Medan dan sekitarnya, sembari mengunjungi objek-objek wisata dan dakwah terkenal. Beberapa Masjid di Medan tak luput dari kunjungan rombongan.
Itulah sedikit cerita perjalanan (rihlah) dakwah LAZISMU PWM Jatim ke Medan Sumatera Utara. Semoga hal ini bisa meningkatkan jalinan silaturrahim dan sinergi kedua wilayah di Indonesia yang berbeda pulau dan budaya ini. Harapan bersama semua pihak agar setiap hubungan silaturrahim dan sinergi yang terjalin bisa memajukan bangsa dan mencerahkan semesta, sesuai dengan tema Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah yang akan dilaksanakan di Solo, 18-20 November 2022 mendatang. (Ad/Gus)





