Awal tahun ini, tanah air kita memasuki suasana dengan nuansa penuh politik. Diperkirakan ketegangan akan muncul sejalan dengan pelaksanaan Pemilu pada tanggal 14 Februari 2024 dan proses-proses selanjutnya. Tantangan terbesar adalah adanya isu perpecahan yang mengintai di hadapan kita.
Pada saat yang sama semangat bulan suci Ramadhan adalah memberikan nuansa ukhuwah dan persatuan ummat Islam yang harus terus dijalin, dirajut dan diperkuat sebaik mungkin. LAZISMU bersama segenap warga Muhammadiyah memiliki tanggung jawab agar perpecahan itu dapat dihindari guna menggapai persatuan yang sejati di kalangan warga bangsa.
LAZISMU sebagai lembaga Amil Zakat memiliki peran penting dalam mewujudkan kebersamaan dan persatuan ummat di Indonesia. Melalui momentum bulan Ramadhan 1445 Hijriyah LAZISMU ingin menggapai ukhuwah dan persatuan dengan penguatan inovasi sosial berbasis SDGs. Oleh sebab itu LAZISMU pada bulan Ramadhan nanti menggulirkan program-program sosial guna mencairkan suasana di tengah ketegangan politik dalam negeri yang kian menghangat dan memanas.
Dengan semangat ‘Memberi untuk Negeri’ LAZISMU mengajak kaum Muslimin dan Muslimat untuk bersama-sama saling bantu-membantu dan tolong-menolong dengan menyalurkan Zakat, Infaq dan Shadaqahnya melalui LAZISMU. Hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan, saling memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah dinamika politik Indonesia. Untuk itu LAZISMU dalam Ramadhan tahun 1445 hijriyah ini mengangkat tema “Zakat untuk Negeri”.
Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim, menerangkan bahwa sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Khusus (RAKORSUS) Nasional menyongsong Ramadhan 1445 Hijriyah tanggal 25 Januari 2024 lalu, LAZISMU Pusat mengkoordinasikan segenap kantor Wilayah agar melakukan gerak langkah bersama.
“Sesuai dengan hasil Rakorsus LAZISMU Nasional maka yang pertama adalah menyeragamkan program Nasional guna mengajak partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam isu-isu keumatan sesuai dengan kondisi dalam negeri dengan program-program yang bisa merekatkan persatuan dan persaudaraan warga, sebangsa dan se tanah air,” terang Aditio ketika di gedung Kemanusiaan LAZISMU Jl Jawa, Buduran, Sidoarjo (27/01/24).
“Yang kedua LAZISMU pada bulan Ramadhan akan melaksanakan kegiatan Fundraising secara efektif dan melakukan pencatatan penghimpunan ZIS off balanced sheet (non Nerasa) terhadap filantropi yang dilakukan di Masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah se-Indonesia, sebagai perwujudan sumbangsih dan peran nyata Persyarikatan Muhammadiyah yang didedikasikan untuk Negara” lanjut Aditio.
“Yang ketiga adalah pelaksanaan pendistribusian dan pendayagunaan program Ramadhan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan rencana yang telah ditentukan dengan program-program antara lain Back to Masjid, Tebar Takjil, Pesantren Lansia, Pesantren Mualaf, Kado Ramadhan dan Mudikmu Aman” terangnya.
“Adapun targetnya secara nasional untuk program Tebar Takjil sebanyak 500.000 paket, Back to Masjid 300 kegiatan, Pesantren Mualaf 1000 penerima manfaat, Pesantren Lansia 500 penerima manfaat, Kado Ramadhan 50.000 paket, Mudikmu Aman 50 titik posko. Sementara itu masing-masing Wilayah juga menghadirkan program lokal sesuai dengan potensi yang ada di areanya,” Tambah Aditio.
“Harapannya, semoga dengan kehadiran program Ramadhan 1445 Hijriyah LAZISMU ini mampu menjadikan perekat persatuan dan persaudaraan anak bangsa, sehingga berperan menurunkan tensi ketegangan sebagai dampak suasana politik yang berkembang, sehingga kehidupan ummat, masyarakat dan bangsa kembali harmonis seperti sedia kala,” harap Aditio. (Ddt)
[divider]





